{"id":59104,"date":"2026-10-01T23:51:52","date_gmt":"2026-10-01T16:51:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59104"},"modified":"2026-10-01T23:51:52","modified_gmt":"2026-10-01T16:51:52","slug":"hari-kesaktian-pancasila-marindo-tegaskan-nilai-pancasila-jadi-landasan-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/01\/hari-kesaktian-pancasila-marindo-tegaskan-nilai-pancasila-jadi-landasan-pembangunan\/","title":{"rendered":"Hari Kesaktian Pancasila, Marindo Tegaskan Nilai Pancasila Jadi Landasan Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dengan tema \u201cPancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur\u201d, di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (1\/10\/2026).<\/p>\n<p>Marindo mengatakan tema tersebut mengingatkan persatuan bukan merupakan tujuan akhir, melainkan jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya, tantangan terhadap persatuan bangsa saat ini mengalami perubahan. Ancaman terhadap persatuan kita kini datang lewat layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah.<\/p>\n<p>\u201cDi situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bagi Provinsi Lampung, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan. Pembangunan harus mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.<\/p>\n<p>\u201cArtinya, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kesejahteraan. Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,\u201d katanya.<\/p>\n<div id=\"attachment_59106\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-59106\" class=\"wp-image-59106 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/34941.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-59106\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>UPACARA<\/strong>. Pegawai Pemprov Lampung mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Kamis (1\/10\/2026).<\/em><\/p><\/div>\n<p>Pembangunan juga harus mampu mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cInilah pembangunan yang berlandaskan Pancasila: pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama dan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur harus membuka akses dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu, pembangunan pendidikan harus membuka masa depan generasi muda.<\/p>\n<p>Pelayanan kesehatan, lanjut Marindo, harus menjangkau seluruh masyarakat. Pembangunan sektor pertanian juga harus meningkatkan kesejahteraan petani, sedangkan pemberdayaan UMKM harus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh proses pembangunan harus dilaksanakan dengan semangat gotong royong, keadilan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kata Marindo, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai nilai yang diucapkan dalam upacara, tetapi harus diwujudkan dalam setiap kebijakan, pelayanan, dan kerja pembangunan.<\/p>\n<p>Momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, Marindo mengajak seluruh pihak membulatkan tekad mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan.<\/p>\n<p>\u201cDengan kebersamaan itu, kita perjuangkan dan tegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Marindo juga mengingatkan kekuatan Pancasila tidak hanya bergantung pada peringatan setiap tahun, tetapi pada bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cPancasila tidak akan kuat hanya karena kita peringati setiap tahun. Pancasila kuat karena kita rawat setiap hari, lewat sikap jujur, adil, dan saling menghargai,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cTugas kita adalah memastikan nilai-nilai itu diwariskan utuh kepada generasi berikutnya, dan kita menjaganya dengan bekerja, bergotong royong, dan merawat persaudaraan,\u201d ujar Marindo. (lpg)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dengan tema \u201cPancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur\u201d, di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (1\/10\/2026). Marindo mengatakan tema tersebut mengingatkan persatuan bukan merupakan tujuan akhir, melainkan jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya, tantangan terhadap persatuan bangsa saat ini mengalami perubahan. Ancaman terhadap persatuan kita kini datang lewat layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah. \u201cDi situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari,\u201d ujarnya. Ia menegaskan bagi Provinsi Lampung, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan. Pembangunan harus mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. \u201cArtinya, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kesejahteraan. Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,\u201d katanya. Pembangunan juga harus mampu mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. \u201cInilah pembangunan yang berlandaskan Pancasila: pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama dan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasinya,\u201d ujarnya. Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur harus membuka akses dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu, pembangunan pendidikan harus membuka masa depan generasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-59104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59107,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59104\/revisions\/59107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}