{"id":58995,"date":"2026-09-26T11:13:52","date_gmt":"2026-09-26T04:13:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58995"},"modified":"2026-09-26T11:13:52","modified_gmt":"2026-09-26T04:13:52","slug":"mardiana-ajak-warga-bumi-raharja-jaga-api-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/09\/26\/mardiana-ajak-warga-bumi-raharja-jaga-api-pancasila\/","title":{"rendered":"Mardiana Ajak Warga Bumi Raharja Jaga Api Pancasila"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>Lampung Utara (LB)<\/strong>: Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung,\u00a0 Mardiana, mengajak masyarakat Desa Bumi Raharja, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan Mardiana saat melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) tahap II September 2026 di Desa Bumi Raharja, Sabtu (26\/9\/2026).<\/p>\n<p>Di hadapan warga, Mardiana menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terprovokasi.<\/p>\n<p>Menurut Mardiana, kondisi masyarakat yang menghadapi musim kemarau dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong.<\/p>\n<p>\u00ab\u201cSaat hujan lama tak turun, kita belajar untuk berbagi. Berbagi air, berbagi semangat, berbagi harapan. Itulah cerminan nyata dari Pancasila yang hidup di tengah kesulitan,\u201d ujar Mardiana.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana di lingkungan masyarakat, seperti membantu tetangga yang mengalami kesulitan, menghormati perbedaan, serta menjaga hubungan baik antarwarga.<\/p>\n<p>\u201cPancasila itu bukan sekadar semboyan di dinding kantor. Pancasila terlihat saat tetangga kita kesulitan air dan kita berbagi. Terlihat saat panen belum tiba dan kita saling membantu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Mardiana juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau pejabat.<\/p>\n<p>\u201cDi tengah keterbatasan yang ada, di tengah cuaca yang tidak bersahabat, kita tidak boleh membiarkan hati kita ikut mengering. Justru di saat seperti inilah rasa persaudaraan harus semakin subur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kepala Desa Bumi Raharja, Priyono, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi PIP-WK di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan penguatan bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.<\/p>\n<p>\u201cMusim kemarau memang panjang, tetapi dengan kebersamaan dan semangat kebangsaan yang kuat, kita tidak akan pernah kering harapan,\u201d kata Priyono.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Mardiana yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.<\/p>\n<p>\u201cSelama kita bersatu, musim sulit apa pun akan bisa kita lalui bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti masyarakat Desa Bumi Raharja. Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya Pancasila dan wawasan kebangsaan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>(Ardi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Utara (LB): Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung,\u00a0 Mardiana, mengajak masyarakat Desa Bumi Raharja, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Mardiana saat melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) tahap II September 2026 di Desa Bumi Raharja, Sabtu (26\/9\/2026). Di hadapan warga, Mardiana menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terprovokasi. Menurut Mardiana, kondisi masyarakat yang menghadapi musim kemarau dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. \u00ab\u201cSaat hujan lama tak turun, kita belajar untuk berbagi. Berbagi air, berbagi semangat, berbagi harapan. Itulah cerminan nyata dari Pancasila yang hidup di tengah kesulitan,\u201d ujar Mardiana. Ia mengatakan, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana di lingkungan masyarakat, seperti membantu tetangga yang mengalami kesulitan, menghormati perbedaan, serta menjaga hubungan baik antarwarga. \u201cPancasila itu bukan sekadar semboyan di dinding kantor. Pancasila terlihat saat tetangga kita kesulitan air dan kita berbagi. Terlihat saat panen belum tiba dan kita saling membantu,\u201d katanya. Mardiana juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, menjaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[230,9],"tags":[],"class_list":["post-58995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-utara","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58997,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58995\/revisions\/58997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}