{"id":58976,"date":"2026-09-24T23:22:21","date_gmt":"2026-09-24T16:22:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58976"},"modified":"2026-09-24T23:22:21","modified_gmt":"2026-09-24T16:22:21","slug":"penantian-28-tahun-tim-bulu-tangkis-beregu-putra-indonesia-raih-emas-asian-games","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/09\/24\/penantian-28-tahun-tim-bulu-tangkis-beregu-putra-indonesia-raih-emas-asian-games\/","title":{"rendered":"Penantian 28 Tahun, Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia Raih Emas Asian Games"},"content":{"rendered":"<p><em>Foto: Reuter<\/em><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Tim bulu tangkis\u00a0\u00a0beregu putra Indonesia berhasil mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun setelah sukses meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah no menang dramatis 3-2 atas China di final.<\/p>\n<p>Kemenangan ini sangat luar biasa sebab Tim Merah Putih sempat tertinggal 0-2 karena Jonatan Christie dan Fajar Alfian\/Muhammad Shohibul Fikri tumbang, sebelum akhirnya comeback dan mengunci medali emas.<\/p>\n<p>Indonesia bangkit lewat Alwi Farhan dan Leo Rolly Carnando\/Daniel Marthin.<br \/>\nMohammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu. Atlet muda yang akrab disapa Ubed itu sukses mengalahkan Weng Hongyang 23-21, 21-13 dalam duel sengit selama 45 menit di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24\/9\/2026).<\/p>\n<p>Kemenangan dramatis tersebut memastikan Indonesia mengakhiri penantian panjang emas beregu putra di ajang Asian Games.m selama 28 tahun. Kali terakhir Indonesia juara adalah pada Asian Games 1998 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.<\/p>\n<p>Pada Asian Games 2002 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, Indonesia kalah 1-3 dari tuan rumah. Sedangkan pada Asian Games 2018, pasukan muda Indonesia saat itu kalah 1-3 dari China yang lebih berpengalaman.\u00a0\u00a0Kali ini, Indonesia berhasil menuntaskan penantian panjang dengan menaklukkan China 3-2 di partai puncak sekaligus mengamankan emas pertama Merah putih di Aichi-Nagoya.<\/p>\n<p>Dengan keberhasilan ini, Indonesia akhirnya pecah telur meraih emas pertama di Asian Games 2026. Perolehan emas Indonesia menyamai Singapura, Filipina, Myanmar, dan Vietnam, yang juga sudah mengemas satu emas. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Reuter Bandar Lampung (LB): Tim bulu tangkis\u00a0\u00a0beregu putra Indonesia berhasil mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun setelah sukses meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah no menang dramatis 3-2 atas China di final. Kemenangan ini sangat luar biasa sebab Tim Merah Putih sempat tertinggal 0-2 karena Jonatan Christie dan Fajar Alfian\/Muhammad Shohibul Fikri tumbang, sebelum akhirnya comeback dan mengunci medali emas. Indonesia bangkit lewat Alwi Farhan dan Leo Rolly Carnando\/Daniel Marthin. Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu. Atlet muda yang akrab disapa Ubed itu sukses mengalahkan Weng Hongyang 23-21, 21-13 dalam duel sengit selama 45 menit di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24\/9\/2026). Kemenangan dramatis tersebut memastikan Indonesia mengakhiri penantian panjang emas beregu putra di ajang Asian Games.m selama 28 tahun. Kali terakhir Indonesia juara adalah pada Asian Games 1998 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Pada Asian Games 2002 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, Indonesia kalah 1-3 dari tuan rumah. Sedangkan pada Asian Games 2018, pasukan muda Indonesia saat itu kalah 1-3 dari China yang lebih berpengalaman.\u00a0\u00a0Kali ini, Indonesia berhasil menuntaskan penantian panjang dengan menaklukkan China 3-2 di partai puncak sekaligus mengamankan emas pertama Merah putih di Aichi-Nagoya. Dengan keberhasilan ini, Indonesia akhirnya pecah telur meraih emas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58977,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[351,14],"tags":[],"class_list":["post-58976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-internasional","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58978,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58976\/revisions\/58978"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}