{"id":58848,"date":"2026-09-17T22:24:05","date_gmt":"2026-09-17T15:24:05","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58848"},"modified":"2026-09-17T22:24:05","modified_gmt":"2026-09-17T15:24:05","slug":"purbaya-lengser-dari-menkeu-eks-stafsus-sri-mulyani-ucapkan-terima-kasih-ke-presiden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/09\/17\/purbaya-lengser-dari-menkeu-eks-stafsus-sri-mulyani-ucapkan-terima-kasih-ke-presiden\/","title":{"rendered":"Purbaya Lengser dari Menkeu, Eks Stafsus Sri Mulyani Ucapkan Terima Kasih ke Presiden"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan mendapat respons tajam dari mantan Staf Khusus Menteri Keuangan era Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo.<\/p>\n<p>Tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, Prastowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Negara. Ia bahkan menggunakan diksi \u201cmenyelamatkan\u201d Kementerian Keuangan dan bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih telah menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia, Pak Presiden,&#8221; kata Prastowo melalui akun X @prastow, Senin (14\/9\/2026) seperti dilihat lampungbarometer.id Kamis (17\/9\/2026) malam.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan. Sebab, penggunaan kata \u201cmenyelamatkan\u201d menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi apa yang menurut Prastowo perlu diselamatkan dari Kementerian Keuangan selama dipimpin Purbaya.<\/p>\n<p>Prastowo tidak menjelaskan lebih lanjut dalam unggahan tersebut mengenai alasan ataupun persoalan yang mendasari pernyataannya. Cuitan itu kemudian ramai mendapat respons pengguna media sosial. Ratusan balasan muncul menanggapi pernyataan mantan orang dekat Sri Mulyani tersebut.<\/p>\n<p>Prastowo saat ini diketahui berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai staf khusus Gubernur Jakarta Pramono Anung.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo sebelumnya resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Suahasil dilantik di Istana pada Senin, 14 September 2026. Pergantian itu sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya di Kementerian Keuangan. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan mendapat respons tajam dari mantan Staf Khusus Menteri Keuangan era Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo. Tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, Prastowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Negara. Ia bahkan menggunakan diksi \u201cmenyelamatkan\u201d Kementerian Keuangan dan bangsa Indonesia. &#8220;Terima kasih telah menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia, Pak Presiden,&#8221; kata Prastowo melalui akun X @prastow, Senin (14\/9\/2026) seperti dilihat lampungbarometer.id Kamis (17\/9\/2026) malam. Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan. Sebab, penggunaan kata \u201cmenyelamatkan\u201d menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi apa yang menurut Prastowo perlu diselamatkan dari Kementerian Keuangan selama dipimpin Purbaya. Prastowo tidak menjelaskan lebih lanjut dalam unggahan tersebut mengenai alasan ataupun persoalan yang mendasari pernyataannya. Cuitan itu kemudian ramai mendapat respons pengguna media sosial. Ratusan balasan muncul menanggapi pernyataan mantan orang dekat Sri Mulyani tersebut. Prastowo saat ini diketahui berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai staf khusus Gubernur Jakarta Pramono Anung. Presiden Prabowo sebelumnya resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Suahasil dilantik di Istana pada Senin, 14 September 2026. Pergantian itu sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya di Kementerian Keuangan. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58849,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-58848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58848"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58850,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58848\/revisions\/58850"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}