{"id":58772,"date":"2026-09-12T22:45:48","date_gmt":"2026-09-12T15:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58772"},"modified":"2026-09-12T22:45:48","modified_gmt":"2026-09-12T15:45:48","slug":"dua-hari-hilang-jasad-anggota-polda-sumsel-ditemukan-di-sungai-mesuji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/09\/12\/dua-hari-hilang-jasad-anggota-polda-sumsel-ditemukan-di-sungai-mesuji\/","title":{"rendered":"Dua Hari Hilang, Jasad Anggota Polda Sumsel Ditemukan di Sungai Mesuji"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mesuji (LB)<\/strong>: Setelah dua hari dilakukan pencarian, jenazah Bripda Rizky Ardiyanto, personel Dit Samapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya ditemukan di tepi Sungai Mesuji, Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (11\/9\/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.<\/p>\n<p>Jenazah Bripda Rizky ditemukan terapung di sungai dengan senjata laras panjang masih terselempang di tubuhnya. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet milik Basarnas dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel guna menjalani autopsi.<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Isawandari Yuyun, mengatakan sebelumnya kepolisian bersama Basarnas dan masyarakat telah melakukan pencarian sejak Bripda Rizky dilaporkan hilang dari kapal tongkang.<\/p>\n<p>\u201cPencarian dilakukan bersama-sama dengan melibatkan personel kepolisian, Basarnas dan masyarakat. Setelah dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Yuni mengatakan penemuan jenazah ini menjadi bagian penting dalam proses penanganan kasus hilangnya personel Dit Samapta Polda Sumsel tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi. Proses tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi dan penyebab kematian korban,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bripda Rizky dinyatakan hilang saat bertugas mengawal Kapal Tongkang Agro Permai milik PT PAR bersama seorang personel Brigif 4 Marinir\/BS Pesawaran, Kopral Prasetyo.<\/p>\n<p>Kapal berangkat dari Dermaga 129 Kebun Hikmah 5, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji Induk, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, pada Rabu (9\/9\/2026) sekitar pukul 20.50 WIB menuju Dermaga KMJ, Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan, Kopral Prasetyo berpindah pengawalan ke kapal Agro Surya.<br \/>\nSementara itu, Bripda Rizky sempat naik ke ruang kemudi untuk menyampaikan informasi kepada juru mudi terkait rencana perpindahan pengawalan saat kapal bertemu kapal Yusika.<\/p>\n<p>Setelah menyampaikan informasi tersebut, Bripda Rizky turun dari ruang kemudi. Kapten kapal kemudian mengingatkannya untuk beristirahat di dalam kapal. Namun, korban menolak dengan alasan kondisi di dalam kapal panas.<\/p>\n<p>Saat kapal Yusika mulai terlihat mendekat, juru mudi turun untuk memberi tahu Bripda Rizky agar bersiap. Namun, korban sudah tidak berada di kapal. Kapten kapal bersama ABK mencari di seluruh bagian kapal, tapi tidak menemukan korban. Mereka kemudian meminta bantuan ke Desa Nipah Kuning. Aparat desa kemudian menghubungi Polsubsektor Mesuji Pusat dan Basarnas untuk membantu pencarian.<\/p>\n<p>\u201cSejak korban dinyatakan hilang, jajaran kepolisian langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk melakukan pencarian. Seluruh upaya dilakukan sampai korban berhasil ditemukan,\u201d kata Yuni.<\/p>\n<p>Setelah korban ditemukan, polisi melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan Polsek Sungai Menang serta Polres OKI.<br \/>\n\u201cUntuk proses selanjutnya, kami menyerahkan penanganan jenazah kepada pihak RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga terus berkoordinasi dengan jajaran terkait,\u201d ujar Yuni. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mesuji (LB): Setelah dua hari dilakukan pencarian, jenazah Bripda Rizky Ardiyanto, personel Dit Samapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya ditemukan di tepi Sungai Mesuji, Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (11\/9\/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Jenazah Bripda Rizky ditemukan terapung di sungai dengan senjata laras panjang masih terselempang di tubuhnya. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet milik Basarnas dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel guna menjalani autopsi. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Isawandari Yuyun, mengatakan sebelumnya kepolisian bersama Basarnas dan masyarakat telah melakukan pencarian sejak Bripda Rizky dilaporkan hilang dari kapal tongkang. \u201cPencarian dilakukan bersama-sama dengan melibatkan personel kepolisian, Basarnas dan masyarakat. Setelah dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan,\u201d ucapnya. Yuni mengatakan penemuan jenazah ini menjadi bagian penting dalam proses penanganan kasus hilangnya personel Dit Samapta Polda Sumsel tersebut. \u201cJenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi. Proses tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi dan penyebab kematian korban,\u201d ujarnya. Bripda Rizky dinyatakan hilang saat bertugas mengawal Kapal Tongkang Agro Permai milik PT PAR bersama seorang personel Brigif 4 Marinir\/BS Pesawaran, Kopral Prasetyo. Kapal berangkat dari Dermaga 129 Kebun Hikmah 5, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji Induk, Kabupaten OKI, Sumatera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58773,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[343,348],"tags":[],"class_list":["post-58772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-mesuji","category-barometer-polda-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58774,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58772\/revisions\/58774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}