{"id":58711,"date":"2026-09-07T05:51:02","date_gmt":"2026-09-06T22:51:02","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58711"},"modified":"2026-09-07T05:51:02","modified_gmt":"2026-09-06T22:51:02","slug":"libas-australia-2-0-indonesia-u-20-lolos-ke-piala-asia-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/09\/07\/libas-australia-2-0-indonesia-u-20-lolos-ke-piala-asia-2027\/","title":{"rendered":"Libas Australia 2-0, Indonesia U-20 Lolos ke Piala Asia 2027"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Timnas Indonesia U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah mengalahkan Australia 2-0 pada matchday ketiga Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Minggu (6\/9\/2026) sore WIB.<\/p>\n<p>Gol kemenangan Indonesia dicetak Theodore Leeming pada menit ke-28 dan Amar Brkic pada masa injury time babak kedua. Kemenangan ini membuat skuad asuhan Nova Arianto finis sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin.<\/p>\n<p>Pada laga ini, Tim Garuda Muda langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan dan menggempur pertahanan Australia. Indonesia membuka peluang pada menit ke-11 lewat aksi Leeming. Menerima umpan Fabio Azkairawan, kontrol bolanya terlalu jauh sehingga peluang tersebut berhasil disapu pemain Australia.<\/p>\n<p>Indonesia memecah kebuntuan pada menit ke-28, Leeming memanfaatkan kemelut di depan gawang Australia untuk mengubah skor menjadi 1-0.<\/p>\n<p>Indonesia menggandakan keunggulan pada menit ke-90+1 melalui Amar Brkic. Amar melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan bawah gawang Robert Cook dan membawa Indonesia unggul 2-0 yang bertahan sampai peluit panjang berbunyi.<\/p>\n<p>Skuad Nova Arianto sukses memuncaki Grup H sekaligus memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U20 2027, sementara Australia finis di posisi kedua dengan empat poin.<\/p>\n<p>Komposisi Pemain<\/p>\n<p>Timnas U20 Indonesia (4-3-3): Dafa Al Gasemi (PG); Fabio Azkairawan, Ibrah Ardiansyah, I Putu Panji (K), Amar Brkic; Al Gazani Dwi, Aleandro Maulana, Welber Jardim (Nazriel Alfaro 66&#8242;); Zahaby Gholy (Muhammad Isfandyar 87&#8242;), Theodore Leeming (Reno Salampessy 87&#8242;), Arkhan Kaka (Rafi Rasyiq 46&#8242;).<br \/>\nPelatih: Nova Arianto.<\/p>\n<p>Australia (4-4-2): Robert Cook (PG); Lewis Domenic, Archie Trimboli (Emile Katrib 64&#8242;), Jasper Chipman, Alexander Bolton (Peter Antoniou 54&#8242;); Danilo Treffiletti (Jesse Mantell 78&#8242;), Beckham Baker, Haine Eames (K), Michael Pratezina (Jai Rose 54&#8242;); Alaat Abdul-Rahman, Arthur de Lima (Michael Ghossaini 54&#8242;).<br \/>\nPelatih: Trevor Morgan. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Timnas Indonesia U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah mengalahkan Australia 2-0 pada matchday ketiga Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Minggu (6\/9\/2026) sore WIB. Gol kemenangan Indonesia dicetak Theodore Leeming pada menit ke-28 dan Amar Brkic pada masa injury time babak kedua. Kemenangan ini membuat skuad asuhan Nova Arianto finis sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin. Pada laga ini, Tim Garuda Muda langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan dan menggempur pertahanan Australia. Indonesia membuka peluang pada menit ke-11 lewat aksi Leeming. Menerima umpan Fabio Azkairawan, kontrol bolanya terlalu jauh sehingga peluang tersebut berhasil disapu pemain Australia. Indonesia memecah kebuntuan pada menit ke-28, Leeming memanfaatkan kemelut di depan gawang Australia untuk mengubah skor menjadi 1-0. Indonesia menggandakan keunggulan pada menit ke-90+1 melalui Amar Brkic. Amar melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan bawah gawang Robert Cook dan membawa Indonesia unggul 2-0 yang bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Skuad Nova Arianto sukses memuncaki Grup H sekaligus memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U20 2027, sementara Australia finis di posisi kedua dengan empat poin. Komposisi Pemain Timnas U20 Indonesia (4-3-3): Dafa Al Gasemi (PG); Fabio Azkairawan, Ibrah Ardiansyah, I Putu Panji (K), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58712,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-58711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58711"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58713,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58711\/revisions\/58713"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}