{"id":58564,"date":"2026-08-29T09:39:21","date_gmt":"2026-08-29T02:39:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58564"},"modified":"2026-08-29T09:39:21","modified_gmt":"2026-08-29T02:39:21","slug":"di-lampung-utara-mardiana-tekankan-pentingnya-nilai-pancasila-di-tengah-arus-informasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/08\/29\/di-lampung-utara-mardiana-tekankan-pentingnya-nilai-pancasila-di-tengah-arus-informasi\/","title":{"rendered":"Di Lampung Utara, Mardiana Tekankan Pentingnya Nilai Pancasila di Tengah Arus Informasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Utara (LB)<\/strong>: Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Ir. Mardiana, S.T., M.T., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap II di Desa Tanjungriang, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (29\/8\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan sosialisasi yang dihadiri puluhan warga, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat itu menjadi ruang untuk kembali memahami Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.<\/p>\n<p>Mardiana mengatakan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekadar lima sila yang dihafalkan. Nilai-nilai di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga tempat kerja.<\/p>\n<p>\u201cNilai-nilai Pancasila yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah perekat yang menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang kita miliki,\u201d ujar Mardiana.<\/p>\n<p>Menurut dia, sosialisasi PIP-WK Tahap II merupakan kelanjutan dari kegiatan tahap pertama. Pelaksanaannya di tingkat desa dinilai penting agar pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.<\/p>\n<p>Mardiana juga menyoroti tantangan masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat mengganggu persatuan dan kehidupan sosial.<\/p>\n<p>\u201cPemahaman yang kuat mengenai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat untuk memilah informasi dan menghadapi berbagai tantangan zaman,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kepala Desa Tanjungriang, Meriyanto, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi PIP-WK di wilayahnya. Menurut Meriyanto, kehadiran anggota DPRD Lampung di tengah masyarakat menjadi kesempatan bagi warga, khususnya generasi muda, untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai kebangsaan.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat berterima kasih dan menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran Ibu Ir. Mardiana di tengah kami sangat bermanfaat, terutama bagi generasi muda di desa kami agar semakin mencintai tanah air dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,\u201d ujar Meriyanto.<\/p>\n<p>Ia berharap nilai persatuan dan kesatuan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Desa Tanjungriang, kata dia, berkomitmen mendukung berbagai upaya penanaman nilai kebangsaan di lingkungan masyarakat agar hubungan antarwarga tetap harmonis, aman, dan tertib.<\/p>\n<p>Di momen ini, Mardiana mengajak peserta tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh di lingkungan masing-masing.<br \/>\nKegiatan kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab bersama masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. (Ardi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Utara (LB): Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Ir. Mardiana, S.T., M.T., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman. Pesan tersebut disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap II di Desa Tanjungriang, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (29\/8\/2026). Kegiatan sosialisasi yang dihadiri puluhan warga, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat itu menjadi ruang untuk kembali memahami Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mardiana mengatakan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekadar lima sila yang dihafalkan. Nilai-nilai di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga tempat kerja. \u201cNilai-nilai Pancasila yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah perekat yang menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang kita miliki,\u201d ujar Mardiana. Menurut dia, sosialisasi PIP-WK Tahap II merupakan kelanjutan dari kegiatan tahap pertama. Pelaksanaannya di tingkat desa dinilai penting agar pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Mardiana juga menyoroti tantangan masyarakat di tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58565,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[230,9],"tags":[],"class_list":["post-58564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-utara","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58564"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58566,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58564\/revisions\/58566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}