{"id":58278,"date":"2026-06-08T22:33:52","date_gmt":"2026-06-08T15:33:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58278"},"modified":"2026-08-12T13:35:20","modified_gmt":"2026-08-12T06:35:20","slug":"ujian-serentak-um-ptkin-2026-buktikan-kampus-islam-negeri-makin-inklusif-dan-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/06\/08\/ujian-serentak-um-ptkin-2026-buktikan-kampus-islam-negeri-makin-inklusif-dan-mendunia\/","title":{"rendered":"Ujian Serentak, UM-PTKIN 2026 Buktikan Kampus Islam Negeri Makin Inklusif dan Mendunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tulungagung (LB)<\/strong>: Pelaksanaan ujian seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (08\/06). Pembukaan ajang seleksi bergengsi tersebut dilakukan secara serentak melalui platform Zoom, menandai dimulainya ujian digital luring (offline) yang akan berlangsung dari 8-14 Juni 2026 di 59 titik lokasi ujian di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Pada tahun akademik ini, UM-PTKIN mencatatkan performa impresif dengan total 64.479 peserta terdaftar. Berdasarkan peta demografi pendaftar, Provinsi Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan 9.245 pendaftar, disusul Jawa Timur (8.971), Jawa Tengah (7.440), Aceh (4.083), dan Sumatra Utara (3.956).<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian serta berbagai terobosan teknis yang dihadirkan dalam seleksi tahun ini.<\/p>\n<p>\u201cKita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini. Saat ini, anak-anak kita calon mahasiswa sedang menguji langsung keandalan layanan digital di masing-masing kampus,\u201d ujar Prof. Amin Suyitno dalam sambutannya saat membuka acara secara virtual.<\/p>\n<p>Prof. Amin Suyitno juga memuji langkah agresif para pimpinan perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan program pendidikan mereka.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengapresiasi para pimpinan PTKIN yang telah melakukan strategi \u2018jemput bola\u2019 untuk menjaring calon mahasiswa terbaik di wilayahnya masing-masing. Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja maksimal, sehingga minat masyarakat terus berkembang. Ini membuktikan bahwa keberadaan program studi di PTKIN sangat inklusif bagi siapa pun dan terbuka ramah untuk beragam latar belakang kepercayaan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Karakter inklusif dan jangkauan yang kian mendunia ini dipertegas oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Dalam laporannya, ia memaparkan data objektif yang menunjukkan bahwa PTKIN kini telah menjadi ruang belajar yang aman dan setara bagi kelompok disabilitas serta masyarakat multi-keyakinan, bahkan hingga lintas negara.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka,\u201d papar Prof. Abd. Aziz.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz mengungkapkan dinamika menarik di mana kampus Islam negeri semakin diminati oleh kalangan non-muslim dan komunitas internasional.<\/p>\n<p>\u201cTercatat ada 20 peserta non-muslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu, pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM-PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Panlok UIN Raden Intan Lampung turut menghadiri Evaluasi Pelaksanaan SSE UM-PTKIN ini secara terpisah di Gedung ICT UIN RIL. Hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., didampingi sejumlah dekan, Kepala PTIPD, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama. (ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulungagung (LB): Pelaksanaan ujian seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (08\/06). Pembukaan ajang seleksi bergengsi tersebut dilakukan secara serentak melalui platform Zoom, menandai dimulainya ujian digital luring (offline) yang akan berlangsung dari 8-14 Juni 2026 di 59 titik lokasi ujian di seluruh Indonesia. Pada tahun akademik ini, UM-PTKIN mencatatkan performa impresif dengan total 64.479 peserta terdaftar. Berdasarkan peta demografi pendaftar, Provinsi Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan 9.245 pendaftar, disusul Jawa Timur (8.971), Jawa Tengah (7.440), Aceh (4.083), dan Sumatra Utara (3.956). Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian serta berbagai terobosan teknis yang dihadirkan dalam seleksi tahun ini. \u201cKita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini. Saat ini, anak-anak kita calon mahasiswa sedang menguji langsung keandalan layanan digital di masing-masing kampus,\u201d ujar Prof. Amin Suyitno dalam sambutannya saat membuka acara secara virtual. Prof. Amin Suyitno juga memuji langkah agresif para pimpinan perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan program pendidikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58279,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1232],"tags":[],"class_list":["post-58278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58278"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58281,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58278\/revisions\/58281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}