{"id":58200,"date":"2026-06-10T21:40:51","date_gmt":"2026-06-10T14:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=58200"},"modified":"2026-08-12T08:42:45","modified_gmt":"2026-08-12T01:42:45","slug":"kasubdit-ketenagaan-kemenag-dorong-dosen-aktif-menulis-bangun-reputasi-akademik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/06\/10\/kasubdit-ketenagaan-kemenag-dorong-dosen-aktif-menulis-bangun-reputasi-akademik\/","title":{"rendered":"Kasubdit Ketenagaan Kemenag Dorong Dosen Aktif Menulis Bangun Reputasi Akademik"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Kasubdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, mendorong para dosen untuk membangun budaya menulis sejak awal karier akademik, baik melalui publikasi jurnal ilmiah maupun media massa populer.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada hari pertama Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Raden Intan Lampung, Senin (15\/6\/2026). Kegiatan yang menandai dibukanya PKDP tersebut berlangsung secara daring dan diikuti peserta angkatan pertama yang terbagi dalam dua kelas.<\/p>\n<p>Muhammad Aziz Hakim menegaskan bahwa menulis di jurnal ilmiah merupakan kewajiban bagi seorang dosen. Selain menjadi syarat pengembangan karier akademik, publikasi ilmiah juga menjadi ukuran reputasi dan kompetensi seorang akademisi.<\/p>\n<p>\u201cHarus senang menulis. Menulis di jurnal itu keharusan dosen. Tetapi menulis di media massa populer juga penting untuk membangun reputasi individu secara nasional sekaligus reputasi lembaga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, tulisan yang dipublikasikan di media massa memiliki jangkauan pembaca yang luas, termasuk masyarakat umum dan para pemangku kebijakan. Melalui tulisan tersebut, dosen dapat memperkenalkan kepakarannya kepada publik sekaligus menunjukkan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, reputasi akademik yang dibangun secara konsisten melalui publikasi akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier dosen. Ketika seorang dosen mencapai jenjang guru besar, masyarakat akademik maupun publik tidak akan mempertanyakan kapasitasnya karena rekam jejak keilmuan dan kontribusinya telah dikenal luas.<\/p>\n<p>\u201cKetika reputasi sudah terbangun, suatu saat menjadi guru besar orang tidak akan heran. Reputasi akademiknya sudah diakui dan sumbangsih pemikirannya diketahui masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain produktif menghasilkan karya ilmiah, Aziz juga mengingatkan pentingnya pengelolaan administrasi karier akademik. Menurutnya, reputasi akademik yang baik perlu diiringi dengan kelengkapan administrasi sehingga pengembangan jabatan fungsional dapat berjalan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Ia berharap para dosen muda mampu membangun reputasi akademik yang kuat sekaligus tertib dalam pengelolaan administrasi karier.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai menjadi guru besar, tetapi reputasi akademiknya tidak dikenal. Kita berharap ketika menjadi guru besar, benar-benar menjadi guru besar yang reputasinya diakui,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Aziz mengajak para dosen menjaga integritas akademik dalam setiap aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Ia mengajak seluruh dosen untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran akademik seperti plagiarisme, kepengarangan tidak sah, falsifikasi, maupun fabrikasi data penelitian dan lainnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, integritas akademik menjadi salah satu aspek penting yang harus dijaga dalam proses publikasi karya ilmiah. Untuk itu, para dosen diminta mempelajari dan mematuhi ketentuan yang diatur dalam Permendikbud Nomor 39 Tahun 2021 terkait integritas akademik.<\/p>\n<p>Selain membahas publikasi ilmiah, Aziz juga menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi dasar dosen sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.<\/p>\n<p>Pada aspek kompetensi profesional, ia mendorong para dosen untuk fokus mengembangkan keahlian sesuai bidang ilmunya. Menurutnya, konsistensi dalam melakukan riset, publikasi jurnal, maupun menulis di media massa akan membantu dosen membangun pengakuan sebagai pakar di bidang tertentu.<\/p>\n<p>Melalui PKDP, Aziz berharap para dosen pemula dapat meningkatkan kompetensi akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang siap dipublikasikan. Ia menyebut salah satu target kegiatan ini adalah setiap peserta memiliki draf artikel ilmiah yang siap disubmit ke jurnal terindeks.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya setelah PKDP, setidaknya memiliki satu draf artikel yang siap submit dan dipublikasikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>PKDP Tahun 2026 di PTP UIN RIL diikuti 155 dosen dari PTKIN, PTKIS, STIAB Jinarakkhita Lampung dan STT Mawar Saron Lampung. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen pemula sekaligus persiapan menuju proses sertifikasi dosen. (ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Kasubdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, mendorong para dosen untuk membangun budaya menulis sejak awal karier akademik, baik melalui publikasi jurnal ilmiah maupun media massa populer. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada hari pertama Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Raden Intan Lampung, Senin (15\/6\/2026). Kegiatan yang menandai dibukanya PKDP tersebut berlangsung secara daring dan diikuti peserta angkatan pertama yang terbagi dalam dua kelas. Muhammad Aziz Hakim menegaskan bahwa menulis di jurnal ilmiah merupakan kewajiban bagi seorang dosen. Selain menjadi syarat pengembangan karier akademik, publikasi ilmiah juga menjadi ukuran reputasi dan kompetensi seorang akademisi. \u201cHarus senang menulis. Menulis di jurnal itu keharusan dosen. Tetapi menulis di media massa populer juga penting untuk membangun reputasi individu secara nasional sekaligus reputasi lembaga,\u201d ujarnya. Menurutnya, tulisan yang dipublikasikan di media massa memiliki jangkauan pembaca yang luas, termasuk masyarakat umum dan para pemangku kebijakan. Melalui tulisan tersebut, dosen dapat memperkenalkan kepakarannya kepada publik sekaligus menunjukkan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ia menjelaskan, reputasi akademik yang dibangun secara konsisten melalui publikasi akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier dosen. Ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1232],"tags":[],"class_list":["post-58200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58200"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58202,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58200\/revisions\/58202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}