{"id":57980,"date":"2026-07-29T13:10:12","date_gmt":"2026-07-29T06:10:12","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57980"},"modified":"2026-07-29T13:10:12","modified_gmt":"2026-07-29T06:10:12","slug":"bupati-lampung-barat-optimis-kembangkan-bawang-putih-grade-a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/07\/29\/bupati-lampung-barat-optimis-kembangkan-bawang-putih-grade-a\/","title":{"rendered":"Bupati Lampung Barat Optimis Kembangkan Bawang Putih Grade A"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Barat (LB)<\/strong>: Bupati Parosil Mabsus menyampaikan saat ini Pemkab Lampung Barat fokusnya pada pengembangan potensi budi daya bawang putih untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dan dia optimis Kabupaten Lampung Barat cocok untuk budi daya bawang putih.<\/p>\n<p>&#8220;Lampung Barat memiliki keunggulan geografis yang sangat cocok untuk budi daya bawang putih. Ketinggian wilayah berada pada 700 sampai 1.200 MDPL, dengan suhu sejuk dan kondisi tanah yang subur,&#8221; ucap Bupati dalam konferensi video di Mapolda Lampung, Selasa (28\/7\/2026).<\/p>\n<p>Parosil menjelaskan pertemuan ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan jajaran kepolisian dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini Bupati Parosil Mabsus, didampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Maidar, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Koperindag) Syafaruddin.<\/p>\n<p>Parosil mengatakan Kabupaten Lampung Barat punya potensi besar untuk penaman bawang putih, sebab secara geografis Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih.<\/p>\n<p>&#8220;Ini menjadi salah satu komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia juga mengungkapkan mereka telah memulai uji coba penanaman bawang putih sejak 16 April 2026, dan panen akan dilakukan pada 12 Agustus 2026 mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil pemantauan sampel pada umur 88 hari setelah tanam (HST) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Diameter umbi mencapai 37,3 centimeter hampir 4 centimeter sehingga sudah mendekati standar grade A,&#8221; kata Bupati.<\/p>\n<p>&#8220;Ini bukti tanah Lampung Barat mampu menghasilkan bawang putih berkualitas. Dengan demikian kita punya potensi besar menjadi sentra budi daya bawang putih di Provinsi Lampung,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Diinformasikan, berdasarkan pemetaan potensi, Lampung Barat memiliki luas areal yang dapat ditanami bawang putih seluas 870 hektar. Dari luas tersebut, untuk tahun 2026 ini, melalui program ketahanan pangan bidang hortikultura, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat menargetkan penanaman seluas 40 hektar.<\/p>\n<p>&#8220;Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau. Target 40 hektar ini adalah langkah awal, jika hasilnya bagus kita akan dorong perluasan ke seluruh wilayah yang potensial,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Bupati, keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga pada peningkatan pendapatan petani dan penguatan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan sinergi semua pihak, kami optimis Lampung Barat bisa menjadi lumbung bawang putih baru di Lampung,&#8221; tutup Parosil.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan dukungan terhadap program pengembangan bawang putih di Lampung Barat. Dia juga memberikan apresiasi terhadap program swasembada pangan melalui penanaman komoditas bawang putih.<\/p>\n<p>&#8220;Dukungan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat mengawal program dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pendampingan, hingga pemasaran, agar petani di Lampung Barat tidak mengalami kesulitan, baik pemasaran maupun pembudidayaan,&#8221; ucapnya. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat (LB): Bupati Parosil Mabsus menyampaikan saat ini Pemkab Lampung Barat fokusnya pada pengembangan potensi budi daya bawang putih untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dan dia optimis Kabupaten Lampung Barat cocok untuk budi daya bawang putih. &#8220;Lampung Barat memiliki keunggulan geografis yang sangat cocok untuk budi daya bawang putih. Ketinggian wilayah berada pada 700 sampai 1.200 MDPL, dengan suhu sejuk dan kondisi tanah yang subur,&#8221; ucap Bupati dalam konferensi video di Mapolda Lampung, Selasa (28\/7\/2026). Parosil menjelaskan pertemuan ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan jajaran kepolisian dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dalam kesempatan ini Bupati Parosil Mabsus, didampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Maidar, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Koperindag) Syafaruddin. Parosil mengatakan Kabupaten Lampung Barat punya potensi besar untuk penaman bawang putih, sebab secara geografis Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih. &#8220;Ini menjadi salah satu komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita,&#8221; ujarnya. Dia juga mengungkapkan mereka telah memulai uji coba penanaman bawang putih sejak 16 April 2026, dan panen akan dilakukan pada 12 Agustus 2026 mendatang. &#8220;Hasil pemantauan sampel pada umur 88 hari setelah tanam (HST) menunjukkan hasil yang menggembirakan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57981,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194,2],"tags":[],"class_list":["post-57980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat","category-pertanian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57982,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57980\/revisions\/57982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}