{"id":57964,"date":"2026-07-28T10:58:56","date_gmt":"2026-07-28T03:58:56","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57964"},"modified":"2026-07-28T10:59:27","modified_gmt":"2026-07-28T03:59:27","slug":"peraih-nilai-tertinggi-seleksi-akpol-2026-belajar-75-jam-setiap-hari-dan-lari-150-kilometer-seminggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/07\/28\/peraih-nilai-tertinggi-seleksi-akpol-2026-belajar-75-jam-setiap-hari-dan-lari-150-kilometer-seminggu\/","title":{"rendered":"Peraih Nilai Tertinggi Seleksi Akpol 2026 Belajar 7,5 Jam Setiap Hari dan Lari 150 Kilometer Seminggu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB):<\/strong> Jonathan Putra Siregar, peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 dengan nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya menghabiskan waktu belajar 7,5 jam per hari dan lari 150 kilometer per pekan.<\/p>\n<p>Dikutip dari detikcom, dalam persiapannya mengikuti seleksi, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah itu belajar kemungkinan soal-soal akademik dari banyak sumber, yakni bimbingan belajar (bimbel) online, soal-soal yang tersedia di internet, hingga memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk membuat soal-soal latihan bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Kiat-kiat yang saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online,&#8221; kata Jonathan seperti dikutip dari detikcom, Selasa (27\/7\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Untuk bahasa Inggris saya bikin soal sendiri dengan bantuan artificial intelligence,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jonathan mengaku demi mewujudkannciya-citanya menjadi taruna Akpol, dia rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar akademik. Ia membagi waktu belajar menjadi tiga sesi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya belajar jam 08.00-12.00 siang, lalu 13.00-14.30 sore, lalu pukul 19.00-21.00 malam. Kebanyakan sumber belajar saya dari internet dan belajar secara mandiri,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Bukan hanya belajar akademik, dia juga mempersiapkan fisiknya dengan disiplin untuk tes kesamaptaan jasmani. Jonathan menyusun sendiri program latihannya dengan mempelajari berbagai video di YouTube.<\/p>\n<p>&#8220;Latihan fisik saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya hanya berlatih mandiri dengan sumber ilmu dari medsos dan YouTube, video-video cara drill running, drill push up, drill sit up yang menunjang lari saya sehingga dapat 3.575 meter dalam 12 menit,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Jonathan mengaku latihan dilakukan dua kali setiap hari. Pada pagi hari ia berlatih mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 06.30 WIB, lalu sore harinya mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Latihan fisik jam 05.00 sampai jam 06.00 atau 6.30 pagi lalu jam 16.00-17.30 sore. Saya biasanya intensitas larinya dalam seminggu minimal 80 km, maksimal 150 km per minggu,&#8221; sebut Jonathan.<\/p>\n<p>Diketahui dalam tes lari selama 12 menit, Jonathan mampu menempuh jarak 3.575 meter atau delapan putaran lebih 375 meter. Jonathan juga meraih nilai Tes Potensi Akademik (TPA) 72 dan Tes Bahasa Inggris 82. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Jonathan Putra Siregar, peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 dengan nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya menghabiskan waktu belajar 7,5 jam per hari dan lari 150 kilometer per pekan. Dikutip dari detikcom, dalam persiapannya mengikuti seleksi, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah itu belajar kemungkinan soal-soal akademik dari banyak sumber, yakni bimbingan belajar (bimbel) online, soal-soal yang tersedia di internet, hingga memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk membuat soal-soal latihan bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan tinggi. &#8220;Kiat-kiat yang saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online,&#8221; kata Jonathan seperti dikutip dari detikcom, Selasa (27\/7\/2026). &#8220;Untuk bahasa Inggris saya bikin soal sendiri dengan bantuan artificial intelligence,&#8221; ujarnya. Jonathan mengaku demi mewujudkannciya-citanya menjadi taruna Akpol, dia rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar akademik. Ia membagi waktu belajar menjadi tiga sesi. &#8220;Saya belajar jam 08.00-12.00 siang, lalu 13.00-14.30 sore, lalu pukul 19.00-21.00 malam. Kebanyakan sumber belajar saya dari internet dan belajar secara mandiri,&#8221; jelas dia. Bukan hanya belajar akademik, dia juga mempersiapkan fisiknya dengan disiplin untuk tes kesamaptaan jasmani. Jonathan menyusun sendiri program latihannya dengan mempelajari berbagai video di YouTube. &#8220;Latihan fisik saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57965,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1196],"tags":[],"class_list":["post-57964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-barometer-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57964"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57966,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57964\/revisions\/57966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}