{"id":57794,"date":"2026-07-17T19:34:07","date_gmt":"2026-07-17T12:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57794"},"modified":"2026-07-17T19:34:07","modified_gmt":"2026-07-17T12:34:07","slug":"yayasan-dmart-tithiek-tenger-dan-tim-youtuber-jo-panda-bahas-proyek-film-tentang-difabel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/07\/17\/yayasan-dmart-tithiek-tenger-dan-tim-youtuber-jo-panda-bahas-proyek-film-tentang-difabel\/","title":{"rendered":"Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger dan Tim YouTuber Jo Panda Bahas Proyek Film tentang Difabel"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\" data-pm-slice=\"1 1 []\"><strong>Malang (LB):<\/strong> Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan temu kenal antara jajaran pengurus dan anggota Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger dengan tim kreatif YouTuber Jo Panda yang dipimpin Jordan Panjaitan.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Pertemuan yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (16\/7\/2026) tersebut menjadi langkah awal dalam menjalin kolaborasi untuk menggarap sebuah proyek film bertema kehidupan penyandang disabilitas.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger yang selama ini aktif dalam pemberdayaan anak berkebutuhan khusus menyambut baik inisiatif tersebut. Melalui diskusi yang berlangsung akrab, kedua belah pihak bertukar gagasan mengenai konsep film yang diharapkan mampu mengangkat kisah perjuangan, semangat, serta potensi para penyandang disabilitas sehingga dapat menginspirasi masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kepedulian dan penerimaan terhadap kelompok difabel.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah talenta difabel binaan Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger, yaitu Dimas (bisu tuli), Dwi (autis), Aryasatya (down syndrome), Dzaky (down syndrome), Agam (down syndrome), Zahria (tunagrahita), dan Marcel (tunadaksa). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata setiap individu memiliki kemampuan dan potensi yang layak diapresiasi.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Tidak hanya para peserta, orang tua pendamping juga hadir memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka. Kehangatan interaksi antara anak-anak, keluarga, pengurus yayasan, dan tim Jo Panda menciptakan suasana kekeluargaan yang memperkuat semangat kolaborasi.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, masing-masing anak memperoleh kesempatan menampilkan bakat dan talenta mereka melalui pertunjukan singkat di hadapan para tamu. Beragam penampilan yang disuguhkan berhasil memukau seluruh peserta pertemuan sekaligus menunjukkan jika keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Jordan mengaku terkesan dengan antusiasme, kemampuan, serta kepercayaan diri para talenta difabel dan berharap proses pengembangan film nanti melibatkan para peserta secara aktif.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Harapannya proses pengembangan film nantinya dapat melibatkan para peserta secara aktif sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kesetaraan, keberanian, dan harapan bagi penyandang disabilitas di Indonesia,&#8221; ucap Jordan.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sementara itu, Ketua Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger, Djoko Rendy menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperluas kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkarya, mengembangkan potensi, dan memperoleh panggung yang lebih luas di tengah masyarakat.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Diharapkan proyek film ini nantinya dapat menjadi media edukasi sekaligus inspirasi yang mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif, ramah difabel, dan menghargai keberagaman kemampuan setiap individu,&#8221; ucap Djoko. (Waja)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Malang (LB): Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan temu kenal antara jajaran pengurus dan anggota Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger dengan tim kreatif YouTuber Jo Panda yang dipimpin Jordan Panjaitan. Pertemuan yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (16\/7\/2026) tersebut menjadi langkah awal dalam menjalin kolaborasi untuk menggarap sebuah proyek film bertema kehidupan penyandang disabilitas. Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger yang selama ini aktif dalam pemberdayaan anak berkebutuhan khusus menyambut baik inisiatif tersebut. Melalui diskusi yang berlangsung akrab, kedua belah pihak bertukar gagasan mengenai konsep film yang diharapkan mampu mengangkat kisah perjuangan, semangat, serta potensi para penyandang disabilitas sehingga dapat menginspirasi masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kepedulian dan penerimaan terhadap kelompok difabel. Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah talenta difabel binaan Yayasan D&#8217;Mart Tithiek Tenger, yaitu Dimas (bisu tuli), Dwi (autis), Aryasatya (down syndrome), Dzaky (down syndrome), Agam (down syndrome), Zahria (tunagrahita), dan Marcel (tunadaksa). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata setiap individu memiliki kemampuan dan potensi yang layak diapresiasi. Tidak hanya para peserta, orang tua pendamping juga hadir memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka. Kehangatan interaksi antara anak-anak, keluarga, pengurus yayasan, dan tim Jo Panda menciptakan suasana kekeluargaan yang memperkuat semangat kolaborasi. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1226,15],"tags":[],"class_list":["post-57794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-jatim","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57794"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57796,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57794\/revisions\/57796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}