{"id":57600,"date":"2026-07-09T15:01:34","date_gmt":"2026-07-09T08:01:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57600"},"modified":"2026-07-09T15:01:34","modified_gmt":"2026-07-09T08:01:34","slug":"tinjau-jalan-suoh-gubernur-potensi-daerah-harus-berdampak-pada-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/07\/09\/tinjau-jalan-suoh-gubernur-potensi-daerah-harus-berdampak-pada-masyarakat\/","title":{"rendered":"Tinjau Jalan Suoh, Gubernur: Potensi Daerah Harus Berdampak pada Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Barat (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung terus menggencarkan program preservasi dan pembangunan jalan pada 2026, salah satunya ruas Suoh\u2013SP Blok 9 (Link 049) di Lampung Barat yang ditinjau Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (8\/7\/2026).<\/p>\n<p>Ruas Suoh\u2013SP Blok 9 memiliki panjang 30,4 kilometer. Saat ini kondisi jalan mantap mencapai 12 kilometer atau 39,41 persen.<\/p>\n<p>Pada tahun ini, Pemprov melakukan penanganan efektif sepanjang 5,23 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement. Peningkatan ruas jalan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh penanganan dapat diselesaikan.<\/p>\n<p>Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur Mirza mengungkapkan dirinya telah beberapa kali mengunjungi Suoh dan mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah beberapa kali datang ke Suoh dan sempat bertanya kepada masyarakat mengenai kondisi hasil pertanian. Mereka menyampaikan harga gabah turun, ternyata penyebabnya karena jalan rusak, ditambah lagi hujan, sementara fasilitas pengering atau dryer belum tersedia sehingga kualitas hasil panen ikut menurun,&#8221; kata Mirza.<\/p>\n<p>Menurutnya, Suoh memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Komoditas unggulan seperti padi, kopi, kakao, kelapa, lada, hingga pisang menjadi kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan.<\/p>\n<p>&#8220;Allah Swt telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada masyarakat Suoh. Karena itu, saat saya mendapat amanah sebagai Gubernur, cita-cita saya adalah memastikan seluruh potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Mirza, selain pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Anak-anak Suoh harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Anak-anak harus sekolah hingga perguruan tinggi. Kita ingin semakin banyak putra-putri Suoh menjadi sarjana, magister, doktor, lalu kembali mengabdi untuk daerahnya. Kemajuan daerah harus dimulai dari pendidikan yang baik,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga memastikan masyarakat Suoh akan memperoleh perhatian yang sama seperti masyarakat di daerah lain di Provinsi Lampung. Menurutnya, pelayanan pemerintah, pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga fasilitas penunjang pertanian harus setara dengan kabupaten dan kota lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Jalan di Suoh yang sedang kami bangun akan memiliki kualitas yang sama dengan jalan di daerah lain. Begitu pula penyediaan fasilitas dryer agar kualitas hasil pertanian meningkat. Perhatian terhadap siswa-siswi SMA di Suoh juga harus sama seperti di daerah lainnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Mirza menjelaskan Pemprov Lampung memiliki Program Pupuk Hayati Cair yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanaman hingga 15\u201330 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Di Suoh ada 10 pekon. Setiap pekon saya berikan satu unit fasilitas produksi pupuk hayati cair. Satu unit mampu memenuhi kebutuhan sekitar 400 hektare lahan dalam satu kali produksi. Jika dikelola secara rutin, manfaatnya bisa dirasakan ribuan hektare lahan pertanian,&#8221; ujar Mirza.<\/p>\n<p>Mirza memastikan seluruh program tersebut akan terus dikawal hingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Suoh.<\/p>\n<p>Selain Ruas Suoh\u2013SP Blok 9, tahun ini Pemprov Lampung juga melakukan preservasi jalan pada Ruas Pekon Balak\u2013Suoh (Link 048) dan Ruas Liwa\u2013Batas Sumatera Selatan (Link 052).<\/p>\n<p>Ruas Pekon Balak\u2013Suoh memiliki panjang 33,6 kilometer. Kondisi jalan mantap mencapai 31,2 kilometer atau 93,07 persen. Tahun ini dilakukan penanganan efektif sepanjang 678 meter menggunakan rigid pavement.<\/p>\n<p>Sementara Ruas Liwa\u2013Batas Sumatera Selatan memiliki panjang 19,1 kilometer. Kondisi jalan mantap mencapai 16,8 kilometer atau 87,96 persen. Pada 2026 dilakukan penanganan efektif sepanjang 400 meter dengan konstruksi rigid pavement.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan Kabupaten Lampung Barat memiliki lima ruas jalan provinsi dengan total panjang 112,9 kilometer.<\/p>\n<p>Pada 2025, kondisi jalan mantap mencapai 79,3 persen. Sementara pada 2026, pemerintah melaksanakan empat paket pekerjaan dengan pagu anggaran Rp50,6 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan pelaksanaan empat paket pekerjaan tersebut, kondisi jalan mantap di Kabupaten Lampung Barat ditargetkan meningkat menjadi 84,6 persen,&#8221; ujar Taufiqullah.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, seluruh ruas jalan tersebut memiliki nilai strategis karena mendukung sentra produksi kopi, kawasan pariwisata, perikanan, pertanian hortikultura, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lampung Barat. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat (LB): Pemerintah Provinsi Lampung terus menggencarkan program preservasi dan pembangunan jalan pada 2026, salah satunya ruas Suoh\u2013SP Blok 9 (Link 049) di Lampung Barat yang ditinjau Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (8\/7\/2026). Ruas Suoh\u2013SP Blok 9 memiliki panjang 30,4 kilometer. Saat ini kondisi jalan mantap mencapai 12 kilometer atau 39,41 persen. Pada tahun ini, Pemprov melakukan penanganan efektif sepanjang 5,23 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement. Peningkatan ruas jalan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh penanganan dapat diselesaikan. Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur Mirza mengungkapkan dirinya telah beberapa kali mengunjungi Suoh dan mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani. &#8220;Saya sudah beberapa kali datang ke Suoh dan sempat bertanya kepada masyarakat mengenai kondisi hasil pertanian. Mereka menyampaikan harga gabah turun, ternyata penyebabnya karena jalan rusak, ditambah lagi hujan, sementara fasilitas pengering atau dryer belum tersedia sehingga kualitas hasil panen ikut menurun,&#8221; kata Mirza. Menurutnya, Suoh memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Komoditas unggulan seperti padi, kopi, kakao, kelapa, lada, hingga pisang menjadi kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan. &#8220;Allah Swt telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada masyarakat Suoh. Karena itu, saat saya mendapat amanah sebagai Gubernur, cita-cita saya adalah memastikan seluruh potensi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194,8],"tags":[],"class_list":["post-57600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57600"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57602,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57600\/revisions\/57602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}