{"id":57321,"date":"2026-07-02T23:31:41","date_gmt":"2026-07-02T16:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57321"},"modified":"2026-07-02T23:31:41","modified_gmt":"2026-07-02T16:31:41","slug":"uin-ril-wisuda-903-lulusan-rektor-yang-terus-belajar-akan-menjadi-pemilik-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/07\/02\/uin-ril-wisuda-903-lulusan-rektor-yang-terus-belajar-akan-menjadi-pemilik-masa-depan\/","title":{"rendered":"UIN RIL Wisuda 903 Lulusan, Rektor: Yang Terus Belajar Akan Menjadi Pemilik Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun 2026 <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL)<\/a> di GSG KH Ahmad Hanafiah yang dibuka Ketua Senat Prof. Dr. Idham Kholid, M.A. mengukuhkan 903 lulusan, Kamis (2\/7\/2026).<\/p>\n<p>Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi, yakni 500 wisudawan pada sesi pagi dan sisanya pada sesi siang. Pada kesempatan itu, Rektor <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. mengingatkan para wisudawan agar terus belajar sepanjang hayat karena hanya mereka yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Rektor mengatakan gelar akademik yang diraih hari ini bukan jaminan mutlak keberhasilan, melainkan kunci pembuka berbagai peluang yang harus dibuktikan melalui kapasitas, keberanian, dan kontribusi nyata di masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi para lulusan tidak lagi sesederhana persoalan di ruang kuliah. Dunia kerja dan kehidupan sosial menghadirkan persoalan yang kompleks sehingga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan terus mengembangkan diri.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Sekali lagi jangan pernah berhenti belajar. Kelulusan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari sekolah kehidupan yang sesungguhnya. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (<em>lifelong learner<\/em>),&#8221; ucap Rektor.<\/p>\n<div id=\"attachment_57323\" style=\"width: 1090px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-57323\" class=\"wp-image-57323 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/939268.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><p id=\"caption-attachment-57323\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>SIDANG<\/strong> Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun 2026 UIN Raden Intan Lampung kukuhkan 903 lulusan, Kamis (2\/7\/2026). (Foto: Ist.)<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Sebab di era yang berubah secepat ini, mereka yang berhenti belajar akan langsung menjadi pemilik masa lalu, sedangkan mereka yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Selain menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat, Rektor juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan akhlakul karimah.<\/p>\n<p>\u201cKepintaran tanpa akhlak adalah bahaya, kecerdasan tanpa moralitas adalah bencana. Di mana pun saudara berada, kibarkan panji-panji UIN Raden Intan Lampung dengan kejujuran, integritas, dan keluhuran budi pekerti,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Rektor juga mengajak para wisudawan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan global, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, komitmen Green Campus yang terus dikembangkan <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN Raden Intan Lampung<\/a> merupakan implementasi nilai ekoteologi yang menempatkan manusia sebagai khalifatullah fil ardh untuk menjaga dan memakmurkan bumi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> saat ini tercatat sebagai salah satu kampus hijau terbaik di Indonesia dan menempati peringkat 59 dunia versi UI GreenMetric.<\/p>\n<p>Pada wisuda kali ini, Anisah Febrianti dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) meraih predikat wisudawan terbaik tingkat universitas dengan IPK 3,95.<\/p>\n<p>Untuk jenjang Pascasarjana, wisudawan terbaik Program Doktor diraih Ratna Dewi Setyowati dari Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,98, sedangkan Program Magister diraih Nevy Agustina dari Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 4,00.<\/p>\n<p>Wisudawan terbaik tingkat fakultas masing-masing diraih Anisah Febrianti (FTK), Syakirah Apriliahana Said dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Fakultas Syariah) IPK 3,94, Muhammad Fikri Arfandi dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (FUSA) IPK 3,93, Siti Rohmah dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (FDIK) IPK 3,84.<\/p>\n<p>Kemudian, Nabilli Rahman dari Program Studi Perbankan Syariah (FEBI) IPK 3,92, Mutiara Agustina dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (Fakultas Adab) IPK 3,91, Gading Riyanda Ismail dari Program Studi Sistem Informasi (FST) IPK 3,66, serta Vio Meiticha Risanli dari Program Studi Psikologi Islam (Fakultas Psikologi Islam) IPK 3,87.<\/p>\n<p>Selain itu, penghargaan disertasi terbaik diberikan kepada Listiyani Siti Romlah dari Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam dengan judul Manajemen Transformasi Kurikulum OBE di <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN Raden Intan Lampun<\/a>g.<\/p>\n<p>Penghargaan tesis terbaik diraih Fadila Rahmah dari Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam melalui karya berjudul Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Hasil Penilaian Afektif Santri di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. Sementara skripsi terbaik diberikan kepada Binti Istiqomah Suganda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, dengan judul Analisis Hidden Fees dalam Transaksi Keuangan Digital Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. (ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) di GSG KH Ahmad Hanafiah yang dibuka Ketua Senat Prof. Dr. Idham Kholid, M.A. mengukuhkan 903 lulusan, Kamis (2\/7\/2026). Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi, yakni 500 wisudawan pada sesi pagi dan sisanya pada sesi siang. Pada kesempatan itu, Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. mengingatkan para wisudawan agar terus belajar sepanjang hayat karena hanya mereka yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan gelar akademik yang diraih hari ini bukan jaminan mutlak keberhasilan, melainkan kunci pembuka berbagai peluang yang harus dibuktikan melalui kapasitas, keberanian, dan kontribusi nyata di masyarakat. Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi para lulusan tidak lagi sesederhana persoalan di ruang kuliah. Dunia kerja dan kehidupan sosial menghadirkan persoalan yang kompleks sehingga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan terus mengembangkan diri. \u201cOleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Sekali lagi jangan pernah berhenti belajar. Kelulusan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari sekolah kehidupan yang sesungguhnya. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner),&#8221; ucap Rektor. &#8220;Sebab di era yang berubah secepat ini, mereka yang berhenti belajar akan langsung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1232],"tags":[],"class_list":["post-57321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57324,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57321\/revisions\/57324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}