{"id":57282,"date":"2026-06-30T11:34:54","date_gmt":"2026-06-30T04:34:54","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57282"},"modified":"2026-06-30T11:34:54","modified_gmt":"2026-06-30T04:34:54","slug":"piala-dunia-2026-maroko-singkirkan-belanda-lewat-adu-penalti-dengan-skor-3-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/06\/30\/piala-dunia-2026-maroko-singkirkan-belanda-lewat-adu-penalti-dengan-skor-3-2\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda lewat Adu Penalti dengan Skor 3-2"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Timnas Maroko secara dramatis berhasil menyingkirkan The Oranje Belanda dengan skor 3-2 melalui drama adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 di waktu normal 90 menit laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang digelar di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, Selasa (30\/6\/2026).<\/p>\n<p>Kedua tim yang bermain terbuka memperlihatkan permainan keras, tidak mampu menciptakan gol hingga jeda. Skor 0-0 menutup babak pertama.<\/p>\n<p>Di babak kedua, kedua tim tampil ketat. Belanda lebih dulu unggul 1-0 melalui Cody Gakpo di menit ke-72. Namun, Maroko mampu membalas di masa injury time 90+1 melalui Issa Diop. Skor menjadi imbang 1-1 yang memaksa babak tambahan waktu.<\/p>\n<p>Di babak tambahan waktu 2 x 15 menit tak ada gol tambahan, sehingga laga dilanjutkan dengan babak adu penalti yang dimenangkan Maroko dengan skor 3-2.<\/p>\n<p>Di babak tos-tosan, hanya dua pemain Belanda yang sukses menjalankan tugasnya, yakni T. Koopmeiners dan W. Weghorst, sedangkan Justin Cluivert, Q. Timber, dan Summerville, gagal mencetak gol.<\/p>\n<p>Dari kubu Maroko, tiga penendangnya sukses mencetak gol; Rahimi, Neil El Aynaoui, dan Ismael Saibari. Sementara, Asraf Hakimi dan Chemsdine Talbi gagal melaksanakan.<\/p>\n<p>Dengan hasil ini, Maroko akan berjumpa Kanada di babak 16 besar.<\/p>\n<p><strong>Susunan Pemain<\/strong>:<\/p>\n<p><strong>Belanda<\/strong>: Bart Verbruggen; Nathan Ake (Teun Koopmeiners71&#8242;), Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, Mickyv an deVen (Hato86&#8242;), Frenkie de Jong (de Roon 110&#8242;), Ryan Gravenberch, Denzel Dumfries, Cody Gakpo (Kluivert 114&#8242;), Crysencio Summerville, Brian Brobbey (Weghorst71&#8242;).<\/p>\n<p><strong>Maroko<\/strong>: Yassine Bounou, Noussair Mazraoui, Chadi Riad (AnassEddine75&#8242;), Issa Diop, , Ayyoub Bouaddi (El Mourabet79&#8242;), Neil ElAynaoui, Bilal El Khannouss (Talbi87&#8242;), Azzedine Ounahi (Rahimi 86&#8242;), Brahim Diaz (Gessime Yassine79&#8242;), Ismael Saibari. (AK)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Timnas Maroko secara dramatis berhasil menyingkirkan The Oranje Belanda dengan skor 3-2 melalui drama adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 di waktu normal 90 menit laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang digelar di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, Selasa (30\/6\/2026). Kedua tim yang bermain terbuka memperlihatkan permainan keras, tidak mampu menciptakan gol hingga jeda. Skor 0-0 menutup babak pertama. Di babak kedua, kedua tim tampil ketat. Belanda lebih dulu unggul 1-0 melalui Cody Gakpo di menit ke-72. Namun, Maroko mampu membalas di masa injury time 90+1 melalui Issa Diop. Skor menjadi imbang 1-1 yang memaksa babak tambahan waktu. Di babak tambahan waktu 2 x 15 menit tak ada gol tambahan, sehingga laga dilanjutkan dengan babak adu penalti yang dimenangkan Maroko dengan skor 3-2. Di babak tos-tosan, hanya dua pemain Belanda yang sukses menjalankan tugasnya, yakni T. Koopmeiners dan W. Weghorst, sedangkan Justin Cluivert, Q. Timber, dan Summerville, gagal mencetak gol. Dari kubu Maroko, tiga penendangnya sukses mencetak gol; Rahimi, Neil El Aynaoui, dan Ismael Saibari. Sementara, Asraf Hakimi dan Chemsdine Talbi gagal melaksanakan. Dengan hasil ini, Maroko akan berjumpa Kanada di babak 16 besar. Susunan Pemain: Belanda: Bart Verbruggen; Nathan Ake (Teun Koopmeiners71&#8242;), Virgil van Dijk, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-57282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57282"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57284,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57282\/revisions\/57284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}