{"id":57062,"date":"2026-06-14T00:07:39","date_gmt":"2026-06-13T17:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=57062"},"modified":"2026-06-14T00:18:16","modified_gmt":"2026-06-13T17:18:16","slug":"event-drag-race-drag-bike-piala-bupati-lamsel-tuai-keluhan-pengguna-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/06\/14\/event-drag-race-drag-bike-piala-bupati-lamsel-tuai-keluhan-pengguna-jalan\/","title":{"rendered":"Event Drag Race &#038; Drag Bike Piala Bupati Lamsel\u00a0 Tuai Keluhan Pengguna Jalan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Selatan (LB):<\/strong> Event drag race dan drag bike Piala Bupati Lampung Selatan yang digelar di Jalur Dua Tugu Putri (Monumen Siger) Desa Sabah Balau, Tanjung Bintang, Lampung Selatan tuai keluhan masyarakat pengguna jalan, Sabtu (13\/6\/2026).<\/p>\n<p>Keluhan salah satunya diungkapkan Suryono, seorang pengguna jalan yang akan pulang ke rumahnya di Daton 7 Sabah Balau. Pengendara sepeda motor ini mengaku terjebak karena tidak adanya banner atau plang pemberitahuan di persimpangan Golf sehingga ia dan beberapa pengendara lainnya terjebak di dekat lokasi event.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada pemberitahuan di persimpangan depan, jadi kami pikir bisa lewat atau disediakan jalan alternatif. Namun karena kami sudah di lokasi dan mau putar balik cari jalan lain sudah kesorean jadi kami nekat melintasi jalan perkebunan singkong. Seharusnya di dekat lapangan golf itu di kasih plang besar yang memberitahu pengendara ada even ini, juga rambu arah jalan alternatif&#8221;, ungkapnya.<\/p>\n<p>Suryono menambahkan bahwa dirinya memang pernah mendengar informasi akan adanya event tersebut dengan kesepakatan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama akan memasang dan membuatkan polisi tidur di sepanjang Jalan Jalur Dua Sabah Balau, setelah menyelesaikan bahkan drag race Piala Bupati ini. Selain itu, masyarakat juga minta untuk dipasangkan tiang dan lampu penerangan jalan, dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung hingga Arah Belik Batu Kantor Afdeling PTPN 1 Regional 7 Unit Kedaton.<\/p>\n<div id=\"attachment_57064\" style=\"width: 1088px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-57064\" class=\"wp-image-57064 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/816136.jpg\" alt=\"\" width=\"1078\" height=\"1049\" \/><p id=\"caption-attachment-57064\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PUTAR BALIK.<\/strong> Tampak kendaraan harus memutar balik tepat di batas lokasi kegiatan, sebab tidak ada rambu dan plang banner pemberitahuan dari panitia. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>Keluhan sama juga diungkapkan pengguna jalan lainnya, Yanto, yang juga mengaku terpaksa harus melintasi perkebunan bahkan semak belukar untuk mencari alternatif jalan terdekat.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Nggak<\/em> ada informasi dan <em>nggak<\/em> ada pengarahan dari pihak panitia untuk alternatif jalan, jadi kami lewat jalan setapak di area perkebunan bahkan semak belukar. Selain itu jalannya juga becek dan licin karena hari ini hujannya cukup deras, bahkan ada yang sampai terjatuh,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Anton, salah satu pengguna jalan, yang hendak menuju kantornya, mengaku terpaksa harus putar balik ke Bandar Lampung. Dia menyayangkan tidak adanya rambu atau plang banner yang menunjukkan arah jalan alternatif bagi pengguna jalan.<\/p>\n<p>Dia juga mengaku mendukung kegiatan ini karena juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para pecinta balap. Namun, menurutnya, harus dikelola dengan baik.<\/p>\n<div id=\"attachment_57065\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-57065\" class=\"wp-image-57065 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/816159.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"940\" \/><p id=\"caption-attachment-57065\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>LEWAT JALAN SETAPAK<\/strong>. Seorang pengendara sepeda motor tampak melawati jalan setapak yang becek usai pulang bekerja. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Kalau memang diarahkan ke jalan permata biru, seharusnya ada plang banner yang memberitahukan hal tersebut dan panitia standby di jalur yang dimaksud. Sebab belum tentu semua pengendara paham wilayah tersebut,&#8221; ucap Anton.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Mas Bupati Egi bisa saja tidak tahu dengan kondisi ini. Kegiatannya kita dukung, tapi jangan sampai pengguna jalan jadi bingung,&#8221; ucap <em>owner<\/em> salah satu media siber ini.<\/p>\n<p>Sementara itu, saat dikonfirmasi langsung di lokasi kegiatan terkait keluhan masyarakat pengguna jalan tersebut, Ketua Panitia penyelenggara, Heri Andrian, menyampaikan kegiatan ini sudah mendapat izin resmi. Dia juga mengatakan sudah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat terkait even ini.<\/p>\n<p>Heri juga mengaku belum mendengar adanya keluhan dari masyarakat. Bahkan dia mempertanyakan masyarakat mana yang dimaksud. Dia justru mengatakan adanya even ini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar lokasi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-57066\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/816186.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini sudah ada izin resminya. Kami juga sudah menyampaikan pemberitahuan terkait even ini, dan sudah mendapat izin, termasuk dari kepala desa. Kalau ada keluhan masyarakat, masyarakat yang mana,&#8221; ucap Heri, Sabtu (13\/6\/2026).<\/p>\n<p>Panitia lainnya, Tomi, yang juga merupakan warga Kedaton 7 Sabah Balau mengatakan bahwa lomba ini digelar dua hari sampai besok hari.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan Piala Bupati ini diselenggarakan 13-14 Juni, hari ini balap mobil dan besok balap motor. Jadi untuk pengguna jalan diimbau untuk melewati jalan alternatif sementara menuju desa Sabah Balau, yakni lewat Permata Biru tembusan ke Dusun 1 Desa Sabah Balau&#8221;, ucapnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan <strong>lampungbarometer.id <\/strong>pada Sabtu (13\/6\/2026) sore WIB, banyak kendaraan roda empat dari arah Bandar Lampung yang hendak menuju Desa Way Galih atau Sabah Balau dan sekitarnya terpaksa putar balik di perempatan SMAN 12 Bandar Lampung dan kembali mencari jalur lain. &#8220;Lewat Permata Biru Pak,&#8221; ucap beberapa panitia kepada para pengendara. (*\/Her)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (LB): Event drag race dan drag bike Piala Bupati Lampung Selatan yang digelar di Jalur Dua Tugu Putri (Monumen Siger) Desa Sabah Balau, Tanjung Bintang, Lampung Selatan tuai keluhan masyarakat pengguna jalan, Sabtu (13\/6\/2026). Keluhan salah satunya diungkapkan Suryono, seorang pengguna jalan yang akan pulang ke rumahnya di Daton 7 Sabah Balau. Pengendara sepeda motor ini mengaku terjebak karena tidak adanya banner atau plang pemberitahuan di persimpangan Golf sehingga ia dan beberapa pengendara lainnya terjebak di dekat lokasi event. &#8220;Tidak ada pemberitahuan di persimpangan depan, jadi kami pikir bisa lewat atau disediakan jalan alternatif. Namun karena kami sudah di lokasi dan mau putar balik cari jalan lain sudah kesorean jadi kami nekat melintasi jalan perkebunan singkong. Seharusnya di dekat lapangan golf itu di kasih plang besar yang memberitahu pengendara ada even ini, juga rambu arah jalan alternatif&#8221;, ungkapnya. Suryono menambahkan bahwa dirinya memang pernah mendengar informasi akan adanya event tersebut dengan kesepakatan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama akan memasang dan membuatkan polisi tidur di sepanjang Jalan Jalur Dua Sabah Balau, setelah menyelesaikan bahkan drag race Piala Bupati ini. Selain itu, masyarakat juga minta untuk dipasangkan tiang dan lampu penerangan jalan, dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57063,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114,1196],"tags":[],"class_list":["post-57062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan","category-barometer-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57062"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57069,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57062\/revisions\/57069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}