{"id":56925,"date":"2026-06-05T22:46:32","date_gmt":"2026-06-05T15:46:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56925"},"modified":"2026-06-05T22:49:23","modified_gmt":"2026-06-05T15:49:23","slug":"pameran-per-empu-an-di-taman-budaya-lampung-refleksi-peran-perempuan-dalam-kebudayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/06\/05\/pameran-per-empu-an-di-taman-budaya-lampung-refleksi-peran-perempuan-dalam-kebudayaan\/","title":{"rendered":"Pameran &#8216;Per-Empu-An&#8217; di Taman Budaya Lampung, Refleksi Peran Perempuan dalam Kebudayaan"},"content":{"rendered":"<p data-placeholder=\"true\" data-pm-slice=\"1 1 []\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pameran seni rupa bertajuk \u201cPer-Empu-An: Cahaya dan Budaya\u201d resmi dibuka di Ruang Apresiasi Taman Budaya Lampung pada Senin (1\/6\/2026).<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\" data-pm-slice=\"1 1 []\">Kegiatan yang digagas Komunitas Bireo bekerja sama dengan Forum Perupa Lampung ini menghadirkan sejumlah karya yang merefleksikan peran perempuan dalam kebudayaan, ingatan kolektif, serta konstruksi makna sosial.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Pembukaan pameran dilakukan Firmansyah Y. Alfian. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi upaya para seniman dalam menciptakan ruang dialog melalui bahasa visual yang kritis dan reflektif.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sejumlah tokoh seni dan akademisi juga hadir untuk mendukung geliat seni rupa di daerah, antara lain Helmy Azeharie, Pulung Swandaru, Sapto Wibowo, Doni Andrianto Basuki, dan Muprihan Thaib.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Kurator pameran, David, menjelaskan karya-karya yang ditampilkan berfungsi sebagai medium refleksi atas posisi perempuan dalam kehidupan budaya. Menurut dia, setiap karya menghadirkan dialog antara pengalaman personal seniman dengan realitas sosial yang lebih luas.<\/p>\n<div id=\"attachment_56927\" style=\"width: 930px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-56927\" class=\"wp-image-56927 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/760314.jpg\" alt=\"\" width=\"920\" height=\"650\" \/><p id=\"caption-attachment-56927\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>DISKUSI<\/strong>. Dalam gelaran pameran ini juga ditaja Diskusikan yang menghadirkan narasumber Joko Irianta, Imas Sobariah dan David (kurator). (Foto: Dok. Kombir)<\/em><\/p><\/div>\n<p data-placeholder=\"true\">\u201cSeniman menghadirkan perspektif perempuan melalui bahasa visual yang beragam dan berlapis. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan yang mendalam terhadap relasi antara tubuh, ruang, dan makna. Seni menjadi sarana artikulasi pengalaman budaya perempuan,\u201d ujar David.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Bireo, Ahmad Rio Nur Saputro, menegaskan pameran ini tidak hanya menempatkan perempuan sebagai subjek budaya, tapi juga menyoroti pentingnya ingatan sebagai bagian dari proses kebudayaan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">\u201cIngatan perempuan, baik yang bersifat personal maupun kolektif, menjadi sumber narasi yang membentuk identitas budaya. Ingatan itu hadir dalam cerita, simbol, dan gestur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui karya seni, memori tersebut dihadirkan kembali dalam konteks kekinian,\u201d kata Ahmad Rio.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sebagai rangkaian acara, penyelenggara juga menggelar diskusi publik dengan tema serupa. Diskusi tersebut menghadirkan Imas Sobariah, kurator David, serta Joko Irianta sebagai narasumber.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Dalam pemaparannya, Imas Sobariah menyoroti urgensi kesetaraan perempuan dalam ruang budaya. Ia menyatakan konsep perempuan, cahaya, dan budaya menghadirkan pemahaman bahwa kebudayaan merupakan proses hidup yang terus berkembang.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">\u201cPerempuan bukan hanya bagian dari kebudayaan, tetapi juga penghasil makna dan penjaga nilai-nilai budaya. Cahaya menjadi metafora pengetahuan dan kesadaran yang lahir dari pengalaman perempuan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Pameran ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya kalangan akademik. Tingginya kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung menunjukkan minat generasi muda terhadap seni rupa sebagai ruang refleksi sosial.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Melalui kegiatan ini, Komunitas Bireo berharap dapat mendorong pertumbuhan komunitas seni rupa baru di Lampung serta memperkuat ekosistem kesenian daerah.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Pameran \u201cPer-Empu-An: Cahaya dan Budaya\u201d diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi kreatif, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan dan nilai kemanusiaan yang relevan bagi masyarakat modern. (Ch. Saputro)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pameran seni rupa bertajuk \u201cPer-Empu-An: Cahaya dan Budaya\u201d resmi dibuka di Ruang Apresiasi Taman Budaya Lampung pada Senin (1\/6\/2026). Kegiatan yang digagas Komunitas Bireo bekerja sama dengan Forum Perupa Lampung ini menghadirkan sejumlah karya yang merefleksikan peran perempuan dalam kebudayaan, ingatan kolektif, serta konstruksi makna sosial. Pembukaan pameran dilakukan Firmansyah Y. Alfian. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi upaya para seniman dalam menciptakan ruang dialog melalui bahasa visual yang kritis dan reflektif. Sejumlah tokoh seni dan akademisi juga hadir untuk mendukung geliat seni rupa di daerah, antara lain Helmy Azeharie, Pulung Swandaru, Sapto Wibowo, Doni Andrianto Basuki, dan Muprihan Thaib. Kurator pameran, David, menjelaskan karya-karya yang ditampilkan berfungsi sebagai medium refleksi atas posisi perempuan dalam kehidupan budaya. Menurut dia, setiap karya menghadirkan dialog antara pengalaman personal seniman dengan realitas sosial yang lebih luas. \u201cSeniman menghadirkan perspektif perempuan melalui bahasa visual yang beragam dan berlapis. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan yang mendalam terhadap relasi antara tubuh, ruang, dan makna. Seni menjadi sarana artikulasi pengalaman budaya perempuan,\u201d ujar David. Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Bireo, Ahmad Rio Nur Saputro, menegaskan pameran ini tidak hanya menempatkan perempuan sebagai subjek budaya, tapi juga menyoroti pentingnya ingatan sebagai bagian dari proses kebudayaan yang berkelanjutan. \u201cIngatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56926,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,15],"tags":[],"class_list":["post-56925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56928,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56925\/revisions\/56928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}