{"id":56749,"date":"2026-05-23T20:25:01","date_gmt":"2026-05-23T13:25:01","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56749"},"modified":"2026-05-23T20:25:01","modified_gmt":"2026-05-23T13:25:01","slug":"galih-widhia-putra-dan-geri-melda-rina-terpilih-sebagai-terbaik-1-duta-bahasa-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/05\/23\/galih-widhia-putra-dan-geri-melda-rina-terpilih-sebagai-terbaik-1-duta-bahasa-2026\/","title":{"rendered":"Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina Terpilih Sebagai Terbaik 1 Duta Bahasa 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pasangan Galih Widhia Putra dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Geri Melda Rina, alumni Universitas Lampung (Unila), keluar sebagai Terbaik I Duta Bahasa Provinsi Lampung Tahun 2026 dan akan mewakili Provinsi Lampung di Tingkat Nasional.<\/p>\n<p>Kepastian pasangan ini sebagai pemenang, diumumkan dalam Kegiatan Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung Tahun 2026 ini yang digelar di Balai Keratun, Komplek Gubernuran Bandar Lampung, Sabtu (23\/5\/2026).<\/p>\n<p>Ketua Pelaksana Kegiatan, Hasnawati Nasution, dalam sambutannya menyampaikan pemilihan finalis Duta Bahasa Provinsi Lampung telah melalui 5 tahap seleksi panjang sampai pada menghasilkan 20 Finalis Duta Bahasa yang diseleksi menjadi 5 Pasang terbaik.<\/p>\n<p>&#8220;Proses seleksi dilakukan bertahap dengan penuh penilaian dan melibatkan juri-juri profesional untuk mendapatkan Finalis terbaik untuk bersaing di kancah nasional,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Muhammad Muis diwakili Kasubag Umum Rima Ulfayanti, mengatakan ajang ini merupakan wadah bagi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi. Seluruh finalis merupakan putra-putri terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan Duta Bahasa menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rima juga memberikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung Ganjar Jationo sekaligus membuka secara resmi Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Kami harap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, mempererat kolaborasi antar instansi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan literasi,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo menyampaikan sambutan Gubernur Lampung, mengatakan ajang pemilihan duta bahasa bukan hanya ajang adu kemahiran bahasa tapi juga partner masa depan Balai Bahasa dan penggerak pelestarian bahasa, sastra dan budaya.<\/p>\n<p>&#8220;Bahasa anak muda bisa berkembang, tren semakin komplek sehingga duta bahasa diharapkan mengampanyekan literasi bahasa dan sastra di tengah masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ganjar menambahkan, upaya-upaya yang dilakukan Balai Bahasa dalam melestarikan bahasa, terutama Bahasa Lampung mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung agar tren bahasa baru tidak memudarkan apalagi menghapus atau memusnahkan bahasa dan sastra lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh upaya Balai Bahasa dalam melestarikan bahasa, khususnya Bahasa Daerah Lampung,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ganjar menyampaikan generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor perubahan di era digital yang berkembang cepat.<\/p>\n<p>\u201cPenggunaan bahasa yang baik menjadi sangat penting. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter, etika, sistem nilai, serta kualitas suatu generasi bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai kita lebih mengikuti tren, tapi melupakan bahasa daerah kita sendiri. Sebab, bahasa daerah merupakan akar budaya dan identitas yang harus dijaga,\u201d pungkasnya. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pasangan Galih Widhia Putra dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Geri Melda Rina, alumni Universitas Lampung (Unila), keluar sebagai Terbaik I Duta Bahasa Provinsi Lampung Tahun 2026 dan akan mewakili Provinsi Lampung di Tingkat Nasional. Kepastian pasangan ini sebagai pemenang, diumumkan dalam Kegiatan Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung Tahun 2026 ini yang digelar di Balai Keratun, Komplek Gubernuran Bandar Lampung, Sabtu (23\/5\/2026). Ketua Pelaksana Kegiatan, Hasnawati Nasution, dalam sambutannya menyampaikan pemilihan finalis Duta Bahasa Provinsi Lampung telah melalui 5 tahap seleksi panjang sampai pada menghasilkan 20 Finalis Duta Bahasa yang diseleksi menjadi 5 Pasang terbaik. &#8220;Proses seleksi dilakukan bertahap dengan penuh penilaian dan melibatkan juri-juri profesional untuk mendapatkan Finalis terbaik untuk bersaing di kancah nasional,&#8221; ucapnya. Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Muhammad Muis diwakili Kasubag Umum Rima Ulfayanti, mengatakan ajang ini merupakan wadah bagi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi. Seluruh finalis merupakan putra-putri terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia. \u201cDiharapkan Duta Bahasa menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,\u201d ujarnya. Rima juga memberikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56750,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1245,16,15],"tags":[],"class_list":["post-56749","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balai-bahasa","category-gaya-hidup","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56749"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56751,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56749\/revisions\/56751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}