{"id":56734,"date":"2026-04-30T23:50:49","date_gmt":"2026-04-30T16:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56734"},"modified":"2026-05-23T16:58:40","modified_gmt":"2026-05-23T09:58:40","slug":"uin-ril-wisuda-1-732-mahasiswa-periode-i-2026-rektor-berpesan-lulusan-harus-jadi-insan-ber-isi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/30\/uin-ril-wisuda-1-732-mahasiswa-periode-i-2026-rektor-berpesan-lulusan-harus-jadi-insan-ber-isi\/","title":{"rendered":"UIN RIL Wisuda 1.732 Mahasiswa Periode I 2026, Rektor Berpesan Lulusan Harus Jadi Insan Ber-ISI"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Prof. Wan Jamaluddin menegaskan arah baru kampus dengan visi berisi mendunia dalam Wisuda Periode I Tahun 2026. Penegasan itu disampaikan dalam Prosesi Sidang Senat Terbuka Program Sarjana dan Pascasarjana di GSG KH Ahmad Hanafiah, Kamis (30\/4\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Rektor, perubahan dari \u201cBertumbuh Mendunia\u201d menjadi \u201cBer-ISI Mendunia\u201d menandai fokus kampus yang tidak hanya berkembang, tetapi juga memperkuat kualitas keilmuan, spiritualitas, dan integritas.<\/p>\n<p>\u201cDi tahun 2026 ini dunia tidak lagi sama seperti saat Ananda pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini. Kita kini hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, <em>artificial intelligence<\/em> yang semakin canggih,\u201d ujarnya di hadapan para wisudawan dan\u2002 tamu undangan.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung tantangan lain yang dihadapi saat ini, mulai dari krisis iklim hingga pergeseran nilai sosial yang sangat dinamis. Di tengah situasi itu, UIN Raden Intan Lampung disebut tetap berdiri dengan motto <em>Intellectuality, Spirituality, Integrity<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cKampus kita bukan sekadar deretan gedung beton. Kita adalah institusi yang menyandang predikat PTKIN green campus terbaik se-Indonesia,\u201d kata Rektor.<\/p>\n<p>Ia menegaskan pada 2026 isu keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. UIN RIL, lanjutnya, telah membuktikan bahwa integrasi ilmu keislaman dengan wawasan lingkungan dan kebangsaan tidak hanya menjadi konsep, tetapi hadir dalam praktik keseharian.<\/p>\n<p>Para lulusan disebut sebagai alumni hijau dengan identitas yang kuat, yakni menggabungkan kecerdasan intelektual, kesadaran ekologis, dan nilai spiritual.<\/p>\n<p>\u201cKalian dididik untuk tidak hanya menjadi pintar secara kognitif, tetapi juga peduli pada ekosistem. Menjaga bumi adalah bagian dari iman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menghadapi dunia kerja dan industri yang terus berubah, Rektor menekankan pentingnya integritas sebagai pembeda manusia dari teknologi.<\/p>\n<p>\u201cDi era algoritma bisa menulis esai, membuat gambar, hingga mendiagnosis penyakit, yang membedakan kita adalah integritas, etika, dan nilai-nilai rohani,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan ilmu tanpa integritas dapat menjadi bencana. Karena itu, lulusan UIN RIL dibekali konsep wahdatul ulum atau kesatuan ilmu yang tidak terpisah dari nilai-nilai ukhrawi. Dia menggarisbawahi pentingnya kejujuran dan moderasi beragama.<\/p>\n<p>\u201cDunia tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang yang jujur. Jadilah penyejuk di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang merangkul dan menebarkan kasih sayang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kepada para wisudawan, ia berpesan agar terus belajar dan tidak berhenti pada gelar yang diperoleh. \u201cGelar kalian adalah surat izin untuk belajar, bukan akhir dari belajar. Teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rektor juga mengapresiasi orang tua dan wali wisudawan atas dukungan yang telah diberikan hingga para lulusan mencapai tahap ini.<\/p>\n<p>Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi, dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag., serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN RIL.<\/p>\n<p>Pada periode ini, jumlah lulusan terdiri dari 36 Program Doktor, 130 Program Magister, dan selebihnya Program Sarjana. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 685 wisudawan, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 430 wisudawan, Fakultas Syariah (FS) 213, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) 96, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) 107, Fakultas Psikologi Islam (FPI) 73, Fakultas Sains dan Teknologi 39, serta Fakultas Adab 30 wisudawan. (ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Prof. Wan Jamaluddin menegaskan arah baru kampus dengan visi berisi mendunia dalam Wisuda Periode I Tahun 2026. Penegasan itu disampaikan dalam Prosesi Sidang Senat Terbuka Program Sarjana dan Pascasarjana di GSG KH Ahmad Hanafiah, Kamis (30\/4\/2026). Menurut Rektor, perubahan dari \u201cBertumbuh Mendunia\u201d menjadi \u201cBer-ISI Mendunia\u201d menandai fokus kampus yang tidak hanya berkembang, tetapi juga memperkuat kualitas keilmuan, spiritualitas, dan integritas. \u201cDi tahun 2026 ini dunia tidak lagi sama seperti saat Ananda pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini. Kita kini hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, artificial intelligence yang semakin canggih,\u201d ujarnya di hadapan para wisudawan dan\u2002 tamu undangan. Ia juga menyinggung tantangan lain yang dihadapi saat ini, mulai dari krisis iklim hingga pergeseran nilai sosial yang sangat dinamis. Di tengah situasi itu, UIN Raden Intan Lampung disebut tetap berdiri dengan motto Intellectuality, Spirituality, Integrity. \u201cKampus kita bukan sekadar deretan gedung beton. Kita adalah institusi yang menyandang predikat PTKIN green campus terbaik se-Indonesia,\u201d kata Rektor. Ia menegaskan pada 2026 isu keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. UIN RIL, lanjutnya, telah membuktikan bahwa integrasi ilmu keislaman dengan wawasan lingkungan dan kebangsaan tidak hanya menjadi konsep, tetapi hadir dalam praktik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1232],"tags":[],"class_list":["post-56734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56734"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56734\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56736,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56734\/revisions\/56736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}