{"id":56658,"date":"2026-04-04T21:57:10","date_gmt":"2026-04-04T14:57:10","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56658"},"modified":"2026-05-22T07:59:16","modified_gmt":"2026-05-22T00:59:16","slug":"peringati-hardiknas-2026-sekda-lamtim-tekankan-pendidikan-bermutu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/04\/peringati-hardiknas-2026-sekda-lamtim-tekankan-pendidikan-bermutu\/","title":{"rendered":"Peringati Hardiknas 2026, Sekda Lamtim Tekankan Pendidikan Bermutu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Timur (LB)<\/strong>: Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendy, memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati dan diikuti seluruh ASN, PPPK, dan PPPK PW di lingkungan Pemkab setempat, Senin (4\/5\/2026).<\/p>\n<p>Membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, dia menyampaikan Hardiknas merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi serta meneguhkan kembali semangat dalam memajukan pendidikan nasional.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,\u201d ujar Rustam Effendy saat membacakan amanat tersebut.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui konsep Sistem Among yang hingga kini tetap relevan dalam dunia pendidikan.<\/p>\n<p>Menurutnya, Sistem Among mengandung tiga nilai utama, yakni Asah yang berarti memberikan ilmu pengetahuan, Asih yang bermakna kasih sayang, serta Asuh yang berarti pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.<\/p>\n<p>Rustam juga menjelaskan pemerintah saat ini tengah menerapkan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pendekatan ini menjadi salah satu program prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman lebih komprehensif dan kemampuan berpikir kritis.<\/p>\n<p>Melalui peringatan Hardiknas tahun ini, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cMari kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, demi terciptanya Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,&#8221; pungkasnya. (*\/Re)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur (LB): Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendy, memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati dan diikuti seluruh ASN, PPPK, dan PPPK PW di lingkungan Pemkab setempat, Senin (4\/5\/2026). Membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, dia menyampaikan Hardiknas merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi serta meneguhkan kembali semangat dalam memajukan pendidikan nasional. \u201cPendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,\u201d ujar Rustam Effendy saat membacakan amanat tersebut. Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui konsep Sistem Among yang hingga kini tetap relevan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, Sistem Among mengandung tiga nilai utama, yakni Asah yang berarti memberikan ilmu pengetahuan, Asih yang bermakna kasih sayang, serta Asuh yang berarti pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Rustam juga menjelaskan pemerintah saat ini tengah menerapkan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pendekatan ini menjadi salah satu program prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman lebih komprehensif dan kemampuan berpikir kritis. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56659,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243,11],"tags":[],"class_list":["post-56658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56658"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56660,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56658\/revisions\/56660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}