{"id":56655,"date":"2026-04-23T07:35:33","date_gmt":"2026-04-23T00:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56655"},"modified":"2026-05-22T07:40:55","modified_gmt":"2026-05-22T00:40:55","slug":"bupati-lampung-timur-tegaskan-pembangunan-harus-berbasis-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/23\/bupati-lampung-timur-tegaskan-pembangunan-harus-berbasis-data\/","title":{"rendered":"Bupati Lampung Timur Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Data"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Timur (LB)<\/strong>: Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang benar dan akurat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Bupati Ela dalam pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n<p>Program Desa Cantik yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tersebut menetapkan Desa Taman Asri, Taman Endah, dan Tambah Luhur sebagai Desa Binaan Statistik.<\/p>\n<p>Melalui program ini, ketiga desa didorong mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan. Data yang valid dinilai menjadi fondasi penting dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Bupati mengatakan peningkatan literasi statistik di tingkat desa sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan yang baik harus dimulai dari data yang benar. Dengan data yang akurat, program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, program Desa Cantik juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan memotret berbagai potensi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap program tersebut mampu memperkuat tata kelola data desa sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur (LB): Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang benar dan akurat. Hal tersebut disampaikan Bupati Ela dalam pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (22\/4\/2026). Program Desa Cantik yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tersebut menetapkan Desa Taman Asri, Taman Endah, dan Tambah Luhur sebagai Desa Binaan Statistik. Melalui program ini, ketiga desa didorong mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan. Data yang valid dinilai menjadi fondasi penting dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati mengatakan peningkatan literasi statistik di tingkat desa sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. \u201cPembangunan yang baik harus dimulai dari data yang benar. Dengan data yang akurat, program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,\u201d ujarnya. Selain itu, program Desa Cantik juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan memotret berbagai potensi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap program tersebut mampu memperkuat tata kelola data desa sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56656,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243],"tags":[],"class_list":["post-56655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56655"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56657,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56655\/revisions\/56657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}