{"id":56643,"date":"2026-05-21T22:40:13","date_gmt":"2026-05-21T15:40:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56643"},"modified":"2026-05-21T22:40:26","modified_gmt":"2026-05-21T15:40:26","slug":"jihan-lakukan-groundbreaking-3-ruas-jalan-di-pringsewu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/05\/21\/jihan-lakukan-groundbreaking-3-ruas-jalan-di-pringsewu\/","title":{"rendered":"Jihan Lakukan Groundbreaking 3 Ruas Jalan di Pringsewu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pringsewu (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking tiga ruas jalan di Pringsewu, yaitu Kalirejo-Pringsewu, Pringsewu-Pardasuka, dan Pardasuka-Sukamara. Groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21\/5\/2026).<\/p>\n<p>Groundbreaking ini membuktikan<br \/>\nPemerintah Provinsi Lampung terus merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada 2026.<\/p>\n<p>Jihan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung meskipun di tengah tantangan penyesuaian anggaran dan pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cPak Gubernur dengan komitmennya tetap mengupayakan bagaimana caranya program prioritas itu tetap berjalan. Dan alhamdulillah masih berjalan dan cukup progresif di tahun 2026 ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wakil Gubernur mengungkapkan pembangunan ruas jalan provinsi pada 2026 hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga mengatkan saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu telah mencapai sekitar 87,86 persen. Pemerintah Provinsi Lampung, ujarnya, menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut mencapai kondisi mantap 100 persen pada akhir 2029.<\/p>\n<p>\u201cNanti sampai akhir 2029 insya Allah kemantapan ruas provinsi di Pringsewu bisa mencapai 100 persen,\u201d ujarnya<\/p>\n<p>Jihan menegaskan persoalan drainase menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia mengingatkan kerusakan jalan kerap dipicu saluran air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga air menggenang di permukaan jalan.<\/p>\n<p>\u201cYang namanya aspal itu musuhnya air. Karena itu irigasinya harus dijaga bersama-sama,\u201d tekannya.<\/p>\n<p>Wagub Jihan juga meminta masyarakat, pemerintah pekon, hingga pelaku usaha untuk ikut menjaga kondisi jalan, termasuk tidak menutup saluran drainase untuk kepentingan parkir dan memperhatikan batas muatan kendaraan angkutan.<\/p>\n<p>Khusus di Kabupaten Pringsewu, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,2 miliar untuk pembangunan tiga paket jalan provinsi dengan total panjang penanganan 3,8 kilometer.<\/p>\n<p>Ketiga paket itu meliputi ruas Kalirejo-Pringsewu, Pringsewu-Pardasuka dan Pardasuka-Sukamara.<\/p>\n<p>Ruas Kalirejo-Pringsewu menjadi paket terbesar dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer dan nilai kontrak Rp23,978 miliar dengan jenis penanganan rigid pavement atau beton.<\/p>\n<p>Selain itu, ruas Pringsewu-Pardasuka ditangani sepanjang 600 meter dengan nilai kontrak Rp5,753 miliar menggunakan rigid pavement.<\/p>\n<p>Sementara ruas Pardasuka-Sukamara dibangun sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp3,905 miliar menggunakan flexible pavement atau aspal.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah mengatakan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu pada tahun ini mendapatkan penanganan.<\/p>\n<p>\u201cIni luar biasa, tidak semua kabupaten diperbaiki semua. Kabupaten Pringsewu ini tiga ruas semuanya kita perbaiki,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan ruas Kalirejo-Pringsewu memiliki tingkat lalu lintas yang cukup padat dengan volume kendaraan mencapai sekitar 12.000 kendaraan per hari. Oleh karena itu, pemerintah memilih konstruksi beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan angkutan hasil pertanian dan industri.<\/p>\n<p>\u201cNanti panjang rigid yang akan kita bangun 2.700 meter dengan lebar enam meter dan bahu jalan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Taufiqullah, pembangunan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga sistem drainase dan gorong-gorong untuk mendukung irigasi pertanian di sekitar lokasi. Ia menilai perbaikan drainase sangat penting untuk menjaga ketahanan jalan dari genangan air.<\/p>\n<p>Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengapresiasi dimulainya pembangunan ruas jalan tersebut. Umi mengatakan pembangunan jalan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSemoga ke depan UMKM naik, lalu ekonomi masyarakat juga naik sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dengan adanya perbaikan jalan,\u201d pungkasnya. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking tiga ruas jalan di Pringsewu, yaitu Kalirejo-Pringsewu, Pringsewu-Pardasuka, dan Pardasuka-Sukamara. Groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21\/5\/2026). Groundbreaking ini membuktikan Pemerintah Provinsi Lampung terus merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada 2026. Jihan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung meskipun di tengah tantangan penyesuaian anggaran dan pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat. \u201cPak Gubernur dengan komitmennya tetap mengupayakan bagaimana caranya program prioritas itu tetap berjalan. Dan alhamdulillah masih berjalan dan cukup progresif di tahun 2026 ini,\u201d ujarnya. Wakil Gubernur mengungkapkan pembangunan ruas jalan provinsi pada 2026 hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga mengatkan saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu telah mencapai sekitar 87,86 persen. Pemerintah Provinsi Lampung, ujarnya, menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut mencapai kondisi mantap 100 persen pada akhir 2029. \u201cNanti sampai akhir 2029 insya Allah kemantapan ruas provinsi di Pringsewu bisa mencapai 100 persen,\u201d ujarnya Jihan menegaskan persoalan drainase menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia mengingatkan kerusakan jalan kerap dipicu saluran air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga air menggenang di permukaan jalan. \u201cYang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,249],"tags":[],"class_list":["post-56643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-barometer-pringsewu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56643"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56645,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56643\/revisions\/56645"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}