{"id":56413,"date":"2026-03-11T18:31:32","date_gmt":"2026-03-11T11:31:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56413"},"modified":"2026-05-11T18:33:39","modified_gmt":"2026-05-11T11:33:39","slug":"dorong-keseimbangan-petani-dan-industri-pemprov-lampung-bangun-ekosistem-singkong-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/11\/dorong-keseimbangan-petani-dan-industri-pemprov-lampung-bangun-ekosistem-singkong-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><!--more--><strong>Bandar Lampung (LB):<\/strong> Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri guna menjaga ekosistem ubi kayu di Bumi Ruwa Jurai.<\/p>\n<p>Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menghadiri acara Silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional yang berlangsung di Hotel Santika, Rabu (11\/3\/2026).<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan.<\/p>\n<p>\u201cSelama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah-langkah dalam menjaga, membagun, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung,\u201d ujar Gubernur.<\/p>\n<p>Gubernur memaparkan bahwa Lampung memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana sekitar 70 persen industri tapioka nasional di Provinsi Lampung. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat.<\/p>\n<p>\u201cLampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri.<\/p>\n<p>Gubernur mengapresiasi para pelaku industri tapioka yang telah kooperatif mendukung kebijakan tersebut. Ia meyakini bahwa kunci kebangkitan sektor pertanian adalah keselarasan tiga pilar utama yaitu Dunia Usaha (Industri), Masyarakat (Petani) dan Pemerintah (Regulator).<\/p>\n<p>Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga memacu produktivitas melalui optimalisasi Sentra Singkong. Pusat penelitian ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri.<\/p>\n<p>\u201cKita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka perekonomian Lampung akan semakin kuat dan melonjak lebih tinggi,\u201d tutupnya. (Kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":2,"featured_media":56414,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-56413","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56413"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56415,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56413\/revisions\/56415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}