{"id":56304,"date":"2026-05-06T21:48:59","date_gmt":"2026-05-06T14:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56304"},"modified":"2026-05-06T21:50:54","modified_gmt":"2026-05-06T14:50:54","slug":"fakultas-psikologi-uin-ril-sukses-gelar-i-sciwrite-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/05\/06\/fakultas-psikologi-uin-ril-sukses-gelar-i-sciwrite-2026\/","title":{"rendered":"Fakultas Psikologi UIN RIL Sukses Gelar I-SciWrite 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Fakultas Psikologi Islam <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL)<\/a> sukses menggelar International Scientific Writing Competition (I-SciWrite) 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung sejak awal Maret ini ditutup dengan penganugerahan pemenang di Ruang Teater Lt. 2 Gedung Academic &amp; Research Center, Rabu (06\/05\/2026).<\/p>\n<p>Wakil Rektor III Bambang Budiwiranto, Ph.D., mewakili Rektor mengatakan kegiatan ini bukan sekadar merayakan capaian, tetapi juga merayakan gagasan, ketekunan akademik, dan kekuatan pengetahuan yang disampaikan melalui tulisan.<\/p>\n<p>Menurutnya, penulisan ilmiah bukan hanya keterampilan teknis, melainkan jembatan yang menghubungkan penelitian dengan realitas, data dengan pengambilan keputusan, serta pengetahuan dengan perubahan sosial. Ia menambahkan melalui tulisan, gagasan dapat melampaui batas ruang kelas dan laboratorium, menjangkau audiens yang lebih luas, serta memberi dampak bagi kemanusiaan.<\/p>\n<p>Menurutnya, para penerima penghargaan pada ajang ini menunjukkan tidak hanya kemampuan berpikir analitis, tetapi juga kecakapan mengubah ide-ide kompleks menjadi narasi yang bermakna dan berdampak.<\/p>\n<p>\u201cKarya-karya itu mencerminkan esensi keilmuan, yakni berpikir kritis, ketelitian metodologis, dan kejujuran akademik,\u201d kata Bambang.<\/p>\n<p>\u201cPrestasi ini mengingatkan kita, menulis bukan sekadar tuntutan akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata. Melalui karya yang ditulis, para penulis ikut membentuk wacana, memengaruhi kebijakan, dan memperluas cakrawala pengetahuan,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Bambang juga mengajak seluruh peserta untuk terus membangun budaya menulis, berpikir kritis, dan diseminasi pengetahuan agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas, tetapi memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan kesejahteraan global.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Islam, Dr. Ahmad Zarkasi, M.Sos.I., menyampaikan, kompetisi ini menjadi ruang akademik untuk memperdalam kajian psikologi, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental dan kesejahteraan global.<\/p>\n<p>Ia mengapresiasi dewan juri dan seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini dan menyebut kompetisi ini diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan keilmuan sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru di bidang psikologi, kesehatan mental, dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Ahmad Zarkasi juga menyampaikan apresiasi kepada para dewan juri, yakni Prof. Rena Latifa, M.Psi. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof. Dr. Melati Binti Sumari dari University of Malaya, Malaysia.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Prof. Melati mengaku semula mengira penulisan artikel ilmiah dalam kompetisi ini diikuti mahasiswa jenjang S-2 dan S-3. Namun setelah mengetahui bahwa peserta berasal dari jenjang S-1, ia menyampaikan apresiasi.<br \/>\nMenurutnya, ajang ini menjadi ruang akademik yang mendorong budaya menulis ilmiah sejak tingkat sarjana.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi fasilitas kampus <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN Raden Intan Lampung<\/a> serta keramahan panitia Fakultas Psikologi Islam.<br \/>\n\u201cUniversity of Malaya adalah perguruan tinggi tertua di Malaysia, tapi saya sangat mengapresiasi fasilitas di sini dan hospitality dari panitia. Terima kasih atas sambutannya,\u201d ujar Prof. Melati.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Ketua Panitia, Intan Islamia, M.Sc., menjelaskan kompetisi tahun ini mengangkat tema Writing Science for Global Well-Being yang menekankan isu kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, dan spiritualitas.<\/p>\n<p>Subtema yang diangkat, kata Intan, memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai isu, mulai dari pendekatan spiritual terhadap pertumbuhan psikologis hingga integrasi spiritualitas dalam konseling dan psikoterapi.<\/p>\n<p>Kompetisi ini diikuti 115 peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Turki. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 semifinalis terpilih untuk mempresentasikan karya ilmiahnya.<\/p>\n<p>\u201cDari 40 semifinalis, kami menetapkan 6 pemenang utama dan 4 pemenang kategori. Karya-karya yang dipresentasikan menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu psikologi dan kesehatan mental,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Adapun daftar pemenang I-SciWrite 2026 sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Anastasya Maulida (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 <em>Body Shaming: A Portrait of Internalized Misogyny Among Female Adolescents<\/em><\/li>\n<li>Fatouma Mohamed Amin (Universiti Sains Islam Malaysia) \u2014 <em>The Relationship Between Gratitude and Psychological Wellbeing Among Students<\/em><\/li>\n<li>Dea Aulia Putri (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 <em>The Relationship Between Adversity Quotient and Group Cohesion with Social Loafing Among Students Living Away From Home<\/em><\/li>\n<li>M. Nanda Fifin Ifandi (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 <em>Digital Empathy Dynamics in Online Interaction: Implications for Psychological Well-Being (A Systematic Review)<\/em><\/li>\n<li>Ghina Aliyah Mufidah (Universitas Malahayati) \u2014 <em>Body Shaming: A Portrait of Internalized Misogyny Among Female Adolescents<\/em><\/li>\n<li>Hana Fitriani (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 <em>Group Guidance in the \u201cRuang Dengar\u201d Program as Social Support for Strengthening Emotional Regulation Among Deep Talk Lampung Participants<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kategori khusus kepada:<\/p>\n<ol>\n<li>Fadilatuz Zahro (Universitas Ma\u2019arif Lampung) \u2014 Best Innovative Ideas<\/li>\n<li>Siti Nurhayati (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 Best Public Speaking<\/li>\n<li>Muti Melti (UIN Raden Intan Lampung) \u2014 Best Contemporary Issues<\/li>\n<li>Khodijah Shafira (Universitas Negeri Malang) \u2014 Best Virtual Presenter. (*\/Red)<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Fakultas Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) sukses menggelar International Scientific Writing Competition (I-SciWrite) 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak awal Maret ini ditutup dengan penganugerahan pemenang di Ruang Teater Lt. 2 Gedung Academic &amp; Research Center, Rabu (06\/05\/2026). Wakil Rektor III Bambang Budiwiranto, Ph.D., mewakili Rektor mengatakan kegiatan ini bukan sekadar merayakan capaian, tetapi juga merayakan gagasan, ketekunan akademik, dan kekuatan pengetahuan yang disampaikan melalui tulisan. Menurutnya, penulisan ilmiah bukan hanya keterampilan teknis, melainkan jembatan yang menghubungkan penelitian dengan realitas, data dengan pengambilan keputusan, serta pengetahuan dengan perubahan sosial. Ia menambahkan melalui tulisan, gagasan dapat melampaui batas ruang kelas dan laboratorium, menjangkau audiens yang lebih luas, serta memberi dampak bagi kemanusiaan. Menurutnya, para penerima penghargaan pada ajang ini menunjukkan tidak hanya kemampuan berpikir analitis, tetapi juga kecakapan mengubah ide-ide kompleks menjadi narasi yang bermakna dan berdampak. \u201cKarya-karya itu mencerminkan esensi keilmuan, yakni berpikir kritis, ketelitian metodologis, dan kejujuran akademik,\u201d kata Bambang. \u201cPrestasi ini mengingatkan kita, menulis bukan sekadar tuntutan akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata. Melalui karya yang ditulis, para penulis ikut membentuk wacana, memengaruhi kebijakan, dan memperluas cakrawala pengetahuan,\u201d lanjutnya. Bambang juga mengajak seluruh peserta untuk terus membangun budaya menulis, berpikir kritis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1232],"tags":[],"class_list":["post-56304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56304"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56308,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56304\/revisions\/56308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}