{"id":56198,"date":"2026-04-29T10:34:07","date_gmt":"2026-04-29T03:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56198"},"modified":"2026-04-29T10:34:07","modified_gmt":"2026-04-29T03:34:07","slug":"indonesia-cetak-sejarah-memalukan-di-thomas-cup-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/29\/indonesia-cetak-sejarah-memalukan-di-thomas-cup-2026\/","title":{"rendered":"\u200eIndonesia Cetak Sejarah Memalukan di Thomas Cup 2026 \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Indonesia mencetak sejarah dengan tersingkir di fase grup Thomas Cup 2026. Ini menjadi rekor paling memalukan Merah-Putih dalam sejarah keikutsertaan di turnamen ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIndonesia dipastikan tersingkir setelah kalah telak dari Prancis. Jonatan Christie dkk digunduli Prancis dengan skor 1-4 di Forum Horsens, Denmark pada Rabu (29\/4\/2026) dini hari WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTidak tanggung-tanggung, Indonesia gagal meraih kemenangan dalam 4 match beruntun dari Prancis. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Sabar Karyaman Gutama\/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam\/Leo Rossi harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemenangan Fajar Alfian\/Muhammad Shohibul Fikri atas Christo Popov\/Toma Junior Popov di laga kelima menjadi hiburan pelipur lara. Kekalahan ini menghentikan petualangan Indonesia di Thomas Cup 2026 di fase grup sekaligus gagal ke fase gugur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKekalahan dari Prancis memastikan Indonesia finis di posisi ketiga Grup D meski sama-sama mengoleksi 2 kemenangan. Thailand melaju sebagai juara Grup.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHasil ini menjadi sejarah bagi Indonesia. RI yang berstatus &#8216;raja&#8217; Thomas Cup dengan 14 gelar untuk pertama kalinya gagal lolos dari fase grup.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebelumnya dari 30 kali keikutsertaan di Thomas Cup sejak 1958 hingga 2024, Indonesia selalu lolos dan bersaing di fase gugur. Pencapaian terburuk didapat ketika terhenti di babak perempatfinal edisi 2012.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHasil Indonesia di Thomas Cup 2026<br \/>\n\u200eIndonesia 5-0 Aljazair<br \/>\n\u200eIndonesia 3-2 Thailand<br \/>\n\u200eIndonesia 1-4 Prancis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRiwayat Indonesia di Thomas Cup<br \/>\n\u200eJuara: 14 kali (terakhir 2020)<br \/>\n\u200eRunner-up: 8 kali (terakhir 2024)<br \/>\n\u200eSemifinalis: 7 kali (terakhir 2018)<br \/>\n\u200ePerempatfinalis: 1 kali (2012)<br \/>\n\u200eFase Grup: 1 kali (2026). (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Indonesia mencetak sejarah dengan tersingkir di fase grup Thomas Cup 2026. Ini menjadi rekor paling memalukan Merah-Putih dalam sejarah keikutsertaan di turnamen ini. \u200e \u200eIndonesia dipastikan tersingkir setelah kalah telak dari Prancis. Jonatan Christie dkk digunduli Prancis dengan skor 1-4 di Forum Horsens, Denmark pada Rabu (29\/4\/2026) dini hari WIB. \u200e \u200eTidak tanggung-tanggung, Indonesia gagal meraih kemenangan dalam 4 match beruntun dari Prancis. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Sabar Karyaman Gutama\/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam\/Leo Rossi harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. \u200e \u200eKemenangan Fajar Alfian\/Muhammad Shohibul Fikri atas Christo Popov\/Toma Junior Popov di laga kelima menjadi hiburan pelipur lara. Kekalahan ini menghentikan petualangan Indonesia di Thomas Cup 2026 di fase grup sekaligus gagal ke fase gugur. \u200e \u200eKekalahan dari Prancis memastikan Indonesia finis di posisi ketiga Grup D meski sama-sama mengoleksi 2 kemenangan. Thailand melaju sebagai juara Grup. \u200e \u200eHasil ini menjadi sejarah bagi Indonesia. RI yang berstatus &#8216;raja&#8217; Thomas Cup dengan 14 gelar untuk pertama kalinya gagal lolos dari fase grup. \u200e \u200eSebelumnya dari 30 kali keikutsertaan di Thomas Cup sejak 1958 hingga 2024, Indonesia selalu lolos dan bersaing di fase gugur. Pencapaian terburuk didapat ketika terhenti di babak perempatfinal edisi 2012. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56199,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,14],"tags":[],"class_list":["post-56198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56200,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56198\/revisions\/56200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}