{"id":56038,"date":"2026-04-21T18:41:53","date_gmt":"2026-04-21T11:41:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56038"},"modified":"2026-04-21T18:41:53","modified_gmt":"2026-04-21T11:41:53","slug":"rektor-uin-ril-dorong-penguatan-obe-percepat-akreditasi-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/21\/rektor-uin-ril-dorong-penguatan-obe-percepat-akreditasi-internasional\/","title":{"rendered":"Rektor UIN RIL Dorong Penguatan OBE Percepat Akreditasi Internasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Rektor <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL)<\/a>, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., mendorong penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menuju akreditasi internasional.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Asesmen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) OBE yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Gedung Academic &amp; Research Center <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a>, Senin (20\/4\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Rektor, asesmen RPS merupakan bagian dari langkah cepat yang diambil kampus, sejalan dengan hasil rumusan rapat kerja pimpinan dalam menyongsong akreditasi internasional.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan kurikulum berstandar OBE kerap menjadi perhatian dalam kerja sama global, terutama ketika perguruan tinggi luar negeri menjajaki program pertukaran dosen dan mahasiswa.<\/p>\n<p>\u201cIni sering ditanyakan, bagaimana standar kurikulum kita. Alhamdulillah kita sudah memulai, tapi untuk memastikan OBE benar-benar membumi di <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN Raden Intan Lampung<\/a>, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rektor juga menyinggung adanya minat dari mahasiswa luar negeri, termasuk dari Samarkand Bukhori Uzbekistan, yang menanyakan peluang kelas internasional di <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a>. Namun, kesiapan tersebut masih perlu diperkuat, khususnya dari sisi kurikulum.<\/p>\n<p>Ia menegaskan penguatan OBE menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan global, sejalan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam dan Diktis Kemenag yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk go internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Program studi sebagai garda terdepan layanan pendidikan. Oleh karena itu, kaprodi dan sekprodi dituntut memiliki pemahaman yang kuat tentang OBE,&#8221; jelas Rektor Wan Jamaluddin.<\/p>\n<p>Ia juga meminta LPM bersama Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) bekerja serius dan terukur dalam menyiapkan setiap tahapan menuju akreditasi internasional.<\/p>\n<p>Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya keselarasan dalam implementasi OBE, mulai dari penurunan CPL ke CPMK dan sub-CPMK secara tepat, penyusunan indikator yang terukur, hingga metode pembelajaran yang mendukung capaian kompetensi.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa sistem penilaian harus mampu mengukur hasil belajar secara autentik, serta seluruh proses pembelajaran harus selaras dengan prinsip <em>student-centered learning<\/em>, kebijakan Merdeka Belajar, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.<\/p>\n<p>Selanjutnya dia menyinggung pentingnya penguatan tata kelola akademik, termasuk peran PTPID, Akademik serta kaprodi, sekprodi, dan GPMF agar saling bersinergi. Selain itu, dia juga menyoroti mono loyalitas dan soliditas tim kerja serta ia menegaskan orientasi penuh pada pengabdian kepada institusi.<\/p>\n<p>\u201cKalau sebelumnya bertumbuh mendunia, sekarang ber-ISI (<em>Intellectuality, Spirituality, dan Integrity<\/em>) mendunia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap masukan, serta aktif berdiskusi dan berbagi praktik baik antarprogram studi. Menurutnya, kualitas asesmen dan penyempurnaan RPS akan berdampak langsung pada kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing.<\/p>\n<p>Rektor juga meminta laporan capaian kinerja secara berkala. \u201cSaya titipkan masa depan <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> kepada Bapak Ibu sekalian. Mari bersama kita tingkatkan mutu dan kualitas pendidikan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menghadirkan narasumber Indrawati, S.S., M.Pd., kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Raden Fatah Palembang, dengan moderator Dr. Listiyani Siti Romlah, M.Pd., kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LPM UIN RIL. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., mendorong penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menuju akreditasi internasional. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Asesmen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) OBE yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Gedung Academic &amp; Research Center UIN RIL, Senin (20\/4\/2026). Menurut Rektor, asesmen RPS merupakan bagian dari langkah cepat yang diambil kampus, sejalan dengan hasil rumusan rapat kerja pimpinan dalam menyongsong akreditasi internasional. Ia mengungkapkan kurikulum berstandar OBE kerap menjadi perhatian dalam kerja sama global, terutama ketika perguruan tinggi luar negeri menjajaki program pertukaran dosen dan mahasiswa. \u201cIni sering ditanyakan, bagaimana standar kurikulum kita. Alhamdulillah kita sudah memulai, tapi untuk memastikan OBE benar-benar membumi di UIN Raden Intan Lampung, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,\u201d ujarnya. Rektor juga menyinggung adanya minat dari mahasiswa luar negeri, termasuk dari Samarkand Bukhori Uzbekistan, yang menanyakan peluang kelas internasional di UIN RIL. Namun, kesiapan tersebut masih perlu diperkuat, khususnya dari sisi kurikulum. Ia menegaskan penguatan OBE menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan global, sejalan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam dan Diktis Kemenag yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56039,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1232],"tags":[],"class_list":["post-56038","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56038","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56038"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56038\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56040,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56038\/revisions\/56040"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56038"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56038"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56038"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}