{"id":56029,"date":"2026-04-21T14:59:10","date_gmt":"2026-04-21T07:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=56029"},"modified":"2026-04-21T15:03:24","modified_gmt":"2026-04-21T08:03:24","slug":"ratusan-guru-ikuti-bimtek-revitalisasi-bahasa-daerah-yang-digelar-balai-bahasa-provinsi-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/21\/ratusan-guru-ikuti-bimtek-revitalisasi-bahasa-daerah-yang-digelar-balai-bahasa-provinsi-lampung\/","title":{"rendered":"Ratusan Guru Ikuti Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah yang Digelar Balai Bahasa Provinsi Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Sebanyak 112 guru dari 15 kabupaten\/kota mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Jenjang SD\/MI yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, Senin dan Selasa, 20 &#8211; 22 April 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dibuka resmi Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Dora Amalia, M.Hum. ini merupakan salah satu upaya memperkuat pelaksanaan program Revitalisasi Bahasa Daerah melalui peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di satuan pendidikan.<\/p>\n<p>Para guru utama dipersiapkan untuk menjadi penggerak dalam pelindungan dan pengembangan bahasa Lampung di lingkungan sekolah dan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Dr. Dora Amalia menegaskan peran orang tua dalam keluarga sangat menentukan keberlangsungan bahasa daerah. Jika bahasa daerah tidak lagi digunakan di rumah, tentu upaya pelestarian akan semakin sulit dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cKeluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak. Di situlah fondasi pelestarian bahasa dibangun,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_56032\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-56032\" class=\"wp-image-56032 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/451485.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-56032\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>REVITALISASI BAHASA DAERAH.<\/strong> Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) menyelenggarakan Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah yang diikuti 112 guru SD\/MI se-Lampung.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Dr. Muhammad Muis, M.Hum., menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam mendukung pelindungan bahasa Lampung.<\/p>\n<p>&#8220;Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah,&#8221; ucap Muhammad Muis.<\/p>\n<p>Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai teknis pelaksanaan pelatihan guru utama sebagai landasan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta tugas pengimbasan.<\/p>\n<p>Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa kelas dengan fokus pada penguatan pembelajaran bahasa dan sastra Lampung. Materi yang diberikan mencakup pembelajaran puisi, mendongeng, dendang syair, serta penulisan dan pembacaan aksara Lampung. Seluruh materi disampaikan narasumber yang kompeten dengan pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.<\/p>\n<p>Selama kegiatan, peserta dibekali kemampuan mengimbaskan materi pembelajaran kepada guru lain di wilayahnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran serta memperkuat eksistensi bahasa Lampung di masyarakat.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa daerah sebagai bagian penting dari kekayaan budaya bangsa.<\/p>\n<p>Diharapkan para guru utama mampu mengimplementasikan hasil pelatihan secara berkelanjutan dan mampu mengimbaskan empat materi pembelajaran bahasa dan sastra daerah dengan tujuan meningkatkan kualitas pengajaran serta memperkuat eksistensi bahasa Lampung di tengah masyarakat. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Sebanyak 112 guru dari 15 kabupaten\/kota mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Jenjang SD\/MI yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, Senin dan Selasa, 20 &#8211; 22 April 2026. Kegiatan yang dibuka resmi Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Dora Amalia, M.Hum. ini merupakan salah satu upaya memperkuat pelaksanaan program Revitalisasi Bahasa Daerah melalui peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di satuan pendidikan. Para guru utama dipersiapkan untuk menjadi penggerak dalam pelindungan dan pengembangan bahasa Lampung di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Dr. Dora Amalia menegaskan peran orang tua dalam keluarga sangat menentukan keberlangsungan bahasa daerah. Jika bahasa daerah tidak lagi digunakan di rumah, tentu upaya pelestarian akan semakin sulit dilakukan. \u201cKeluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak. Di situlah fondasi pelestarian bahasa dibangun,\u201d ungkapnya. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Dr. Muhammad Muis, M.Hum., menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam mendukung pelindungan bahasa Lampung. &#8220;Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah,&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1245,29],"tags":[],"class_list":["post-56029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balai-bahasa","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56029"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56034,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56029\/revisions\/56034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}