{"id":55968,"date":"2026-04-18T19:33:30","date_gmt":"2026-04-18T12:33:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55968"},"modified":"2026-04-18T19:33:30","modified_gmt":"2026-04-18T12:33:30","slug":"tinjau-perbaikan-ruas-jalan-simpang-teluk-kiluan-simpang-umbar-gubernur-dorong-pengembangan-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/18\/tinjau-perbaikan-ruas-jalan-simpang-teluk-kiluan-simpang-umbar-gubernur-dorong-pengembangan-pariwisata\/","title":{"rendered":"Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan\u2013Simpang Umbar, Gubernur Dorong Pengembangan Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tanggamus (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau <em>groundbreaking<\/em> perbaikan ruas jalan Simpang Teluk Kiluan\u2013Simpang Umbar, Rabu (15\/4\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi.<\/p>\n<p>Pembangunan ruas jalan ini menjadi langkah strategis dalam membuka konektivitas menuju kawasan wisata pesisir, khususnya Pantai Gigi Hiu yang telah dikenal hingga mancanegara karena keunikannya berupa formasi batuan karang menyerupai gigi hiu, dengan panorama ombak Samudra Hindia yang menjadi daya tarik utama wisatawan.<\/p>\n<p>Selama ini akses menuju kawasan tersebut yang sulit dilalui menjadi kendala sehingga kunjungan wisatawan cenderung terbatas. Dampak serupa juga dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, karena hasil tangkapan ikan pada musim tertentu belum dapat terdistribusi secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur.<\/p>\n<p>Ruas jalan Teluk Kiluan &#8211; Simpang Umbar memiliki panjang sekitar 25 kilometer, dengan tingkat kemantapan jalan yang saat ini baru mencapai sekitar 52%. Pada tahap awal, dilakukan penanganan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement dengan lebar 8 meter, yang terdiri dari 6 meter badan jalan dan 2 meter bahu jalan di kedua sisi, serta dilengkapi sistem drainase.<\/p>\n<p>Pembangunan ini didukung anggaran Rp23,9 miliar, dengan target peningkatan kemantapan jalan menjadi 56,27%. Penanganan lanjutan akan terus dilakukan, termasuk pembangunan tambahan pada beberapa titik strategis hingga Simpang Umbar.<\/p>\n<p>Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar dalam membuka konektivitas wilayah dan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat pesisir.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya menghubungkan jalur wisata pesisir secara menyeluruh, khususnya dari wilayah Pesawaran hingga Tanggamus.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini jalur Pesawaran sampai Tanggamus belum terhubung dengan baik. Jika ini tersambung maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar bagi daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Gubernur menegaskan pembangunan infrastruktur harus diikuti penguatan ekosistem pariwisata agar manfaatnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPercuma kalau jalan sudah bagus tapi ekosistemnya tidak dibangun. Kita tidak bisa hanya berharap pertumbuhan terjadi dengan sendirinya. Harus ada intervensi dan dukungan nyata dari pemerintah daerah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Pemprov Lampung mendorong pemerintah kabupaten memberi berbagai kemudahan, termasuk insentif investasi dan kebijakan yang mendukung pengembangan kawasan wisata.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita ingin sektor pariwisata tumbuh, kita harus menciptakan iklim yang ramah investasi. Ketika ekosistemnya terbentuk maka ekonomi kreatif, budaya, dan sektor lainnya akan ikut berkembang,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pembangunan ruas jalan ini juga diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Potensi yang dimiliki kawasan ini sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, hingga komoditas unggulan seperti kopi dan kakao serta pengembangan agroindustri di wilayah Pesawaran. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau groundbreaking perbaikan ruas jalan Simpang Teluk Kiluan\u2013Simpang Umbar, Rabu (15\/4\/2026). Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi. Pembangunan ruas jalan ini menjadi langkah strategis dalam membuka konektivitas menuju kawasan wisata pesisir, khususnya Pantai Gigi Hiu yang telah dikenal hingga mancanegara karena keunikannya berupa formasi batuan karang menyerupai gigi hiu, dengan panorama ombak Samudra Hindia yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Selama ini akses menuju kawasan tersebut yang sulit dilalui menjadi kendala sehingga kunjungan wisatawan cenderung terbatas. Dampak serupa juga dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, karena hasil tangkapan ikan pada musim tertentu belum dapat terdistribusi secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur. Ruas jalan Teluk Kiluan &#8211; Simpang Umbar memiliki panjang sekitar 25 kilometer, dengan tingkat kemantapan jalan yang saat ini baru mencapai sekitar 52%. Pada tahap awal, dilakukan penanganan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement dengan lebar 8 meter, yang terdiri dari 6 meter badan jalan dan 2 meter bahu jalan di kedua sisi, serta dilengkapi sistem drainase. Pembangunan ini didukung anggaran Rp23,9 miliar, dengan target peningkatan kemantapan jalan menjadi 56,27%. Penanganan lanjutan akan terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55969,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,7,8],"tags":[],"class_list":["post-55968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pariwisata","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55968"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55970,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55968\/revisions\/55970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}