{"id":55922,"date":"2026-04-15T10:11:47","date_gmt":"2026-04-15T03:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55922"},"modified":"2026-04-15T10:11:47","modified_gmt":"2026-04-15T03:11:47","slug":"bps-pesawaran-canangkan-desa-cantik-2026-dan-kukuhkan-agen-statistik-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/15\/bps-pesawaran-canangkan-desa-cantik-2026-dan-kukuhkan-agen-statistik-desa\/","title":{"rendered":"BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026 dan Kukuhkan Agen Statistik Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan desa berbasis data.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BPS Pesawaran pada Senin (13\/4\/2026), dan dirangkaikan dengan pengukuhan Agen Statistik Desa yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan data di tingkat desa.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran Nur Asikin, Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Gunawan Catur Prasetyo, para kepala desa, serta agen statistik dari sejumlah desa di Pesawaran.<\/p>\n<p>Gunawan Catur Prasetyo menyampaikan program Desa Cantik merupakan bagian dari upaya pembinaan statistik sektoral hingga ke level desa. Menurutnya, desa kini tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus mampu berperan sebagai subjek pembangunan berbasis data.<\/p>\n<p>\u201cData yang akurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan. Tanpa data, arah kebijakan akan sulit ditentukan secara tepat. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas desa agar mampu mengelola data secara mandiri, terstruktur, dan berkualitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pada 2026, program Desa Cantik difokuskan pada tiga desa, yakni Desa Sidodadi, Desa Sungai Langka, dan Desa Cipadang. Pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan intensif, monitoring, hingga evaluasi, yang nantinya bermuara pada pemberian penghargaan dalam momentum Hari Statistik Nasional.<\/p>\n<p>Kepala Dinas PMD Nur Asikin mengatakan kolaborasi lintas sektor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menyebut di tengah tantangan keterbatasan anggaran desa, optimalisasi pemanfaatan data menjadi kunci untuk menjaga kualitas pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cSinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan desa menjadi faktor penting. Dengan data yang baik, desa tetap dapat meningkatkan kinerja pembangunan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, dilakukan pula pengukuhan Agen Statistik Desa dari tiga desa lokus. Pengukuhan ditandai penyematan selempang oleh Kepala BPS bersama perwakilan Dinas PMD, sebagai simbol dimulainya peran agen statistik dalam mengelola serta menyebarluaskan data di desa.<\/p>\n<p>Agen statistik desa tersebut nantinya akan bertugas\u00a0membantu kepala desa dalam pendataan, pengelolaan, dan pemutakhiran data statistik sektoral desa secara berkesinambungan. Mereka berperan dalam meningkatkan literasi data, menyajikan informasi pembangunan desa secara visual, serta berkoordinasi dengan Desa Cantik untuk memastikan data akurat dan tepat sasaran.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini, BPS Kabupaten Pesawaran memberikan apresiasi kepada Desa Karang Anyar yang berhasil meraih predikat Desa Cantik Terbaik II Tingkat Provinsi Lampung Yahun 2025. Selain itu, diserahkan juga cendera mata kepada desa-desa berkelanjutan atas komitmennya dalam pengelolaan data. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan desa berbasis data. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BPS Pesawaran pada Senin (13\/4\/2026), dan dirangkaikan dengan pengukuhan Agen Statistik Desa yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan data di tingkat desa. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran Nur Asikin, Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Gunawan Catur Prasetyo, para kepala desa, serta agen statistik dari sejumlah desa di Pesawaran. Gunawan Catur Prasetyo menyampaikan program Desa Cantik merupakan bagian dari upaya pembinaan statistik sektoral hingga ke level desa. Menurutnya, desa kini tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus mampu berperan sebagai subjek pembangunan berbasis data. \u201cData yang akurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan. Tanpa data, arah kebijakan akan sulit ditentukan secara tepat. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas desa agar mampu mengelola data secara mandiri, terstruktur, dan berkualitas,\u201d ujarnya. Pada 2026, program Desa Cantik difokuskan pada tiga desa, yakni Desa Sidodadi, Desa Sungai Langka, dan Desa Cipadang. Pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan intensif, monitoring, hingga evaluasi, yang nantinya bermuara pada pemberian penghargaan dalam momentum Hari Statistik Nasional. Kepala Dinas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55923,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-55922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55924,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55922\/revisions\/55924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}