{"id":55738,"date":"2026-04-07T07:51:18","date_gmt":"2026-04-07T00:51:18","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55738"},"modified":"2026-04-07T07:51:18","modified_gmt":"2026-04-07T00:51:18","slug":"penantian-30-tahun-akhirnya-jalan-provinsi-ruas-gedong-aji-umbul-mesir-dibangun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/07\/penantian-30-tahun-akhirnya-jalan-provinsi-ruas-gedong-aji-umbul-mesir-dibangun\/","title":{"rendered":"Penantian 30 Tahun, Akhirnya Jalan Provinsi Ruas Gedong Aji\u2013Umbul Mesir Dibangun"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tulang Bawang (LB)<\/strong>: Setelah lebih 30 tahun menunggu, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya memulai pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji\u2013Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang\u00a0dipimpin langsung Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Senin (6\/4\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur menegaskan pembangunan ruas jalan Gedong Aji\u2013Umbul Mesir sepanjang 13 kilometer harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik dan tepat waktu.<\/p>\n<p>Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan akses jalan yang layak dan aman bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSelama 30 tahun, selama jalan ini ada, hari ini kita mulai pembangunannya. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan perekonomian meningkat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini karena berdampak langsung pada kehidupan dan perekonomian masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami bersama Pak Gubernur menghadapi berbagai tantangan fiskal, termasuk efisiensi anggaran. Namun, pembangunan jalan ini merupakan program prioritas yang alhamdulillah dapat terlaksana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun. Ia menekankan bahwa kualitas jalan sangat ditentukan tidak hanya oleh proses pembangunan, tetapi juga oleh cara perawatan dan penggunaan setelahnya.<\/p>\n<p>Meskipin dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai Desember 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong percepatan penyelesaian sesuai instruksi Gubernur Lampung.<\/p>\n<p>\u201cPak Gubernur menginstruksikan agar pekerjaan ini bisa selesai lebih cepat, dengan target September 2026,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Wakil Gubernur menyoroti sejumlah faktor penyebab kerusakan jalan yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, yakni buruknya sistem drainase, kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar, serta aktivitas kendaraan truk over dimension over load.<\/p>\n<p>Ia meminta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), UPTD, hingga pelaksana pekerjaan agar benar-benar menjaga mutu pekerjaan dan memastikan seluruh spesifikasi teknis dipenuhi.<\/p>\n<p>\u201cPastikan pekerjaan sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan. Drainase harus berfungsi dengan baik agar jalan tidak cepat rusak. Mari kita gotong royong menjaga infrastruktur ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji\u2013Umbul Mesir ini dialokasikan anggaran Rp135 miliar dengan konstruksi rigid beton. Ruas tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pertanian dan perkebunan, seperti sawit, padi, dan karet. Selama puluhan tahun, kondisi jalan mengalami kerusakan berat dan belum tersentuh pembangunan signifikan.<\/p>\n<p>Kegiatan dimulainya pembangunan diawali dengan pemaparan teknis oleh Dinas BMBK Provinsi Lampung mengenai kondisi ruas jalan yang dibangun, panjang penanganan, target jalan mantap, serta manfaat langsung pembangunan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam sesi tersebut, Wakil Gubernur memberi arahan langsung kepada pelaksana pekerjaan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dan dilanjutkan dengan meninjau lokasi pembangunan jalan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan total panjang ruas Gedong Aji\u2013Umbul Mesir mencapai 31,5 kilometer, sepanjang 22,7 kilometer di antaranya dalam kondisi rusak berat.<\/p>\n<p>Penanganan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan parah yang membahayakan pengguna jalan. Sekaligus untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah sekitar.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2026 ini kita tangani sepanjang 13 kilometer dan memiliki lebar 8 meter melalui dua paket pekerjaan dengan total anggaran Rp135 miliar. Insya Allah sisanya akan kita selesaikan tahun depan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan ruas jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sebab Kabupaten Tulang Bawang merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>\u201cJika kondisi jalan baik, ongkos produksi petani, termasuk distribusi gabah, dapat ditekan. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Taufiqullah juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan sesuai instruksi Gubernur Lampung.<\/p>\n<p>\u201cKalau secara target penyelesaian di dalam kontrak sampai Desember 2026, tapi Pak Gubernur menginstruksikan lebih cepat, September 2026. Kita coba kebut mengejar ini,\u201d katanya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulang Bawang (LB): Setelah lebih 30 tahun menunggu, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya memulai pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji\u2013Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang\u00a0dipimpin langsung Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Senin (6\/4\/2026). Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur menegaskan pembangunan ruas jalan Gedong Aji\u2013Umbul Mesir sepanjang 13 kilometer harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik dan tepat waktu. Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan akses jalan yang layak dan aman bagi masyarakat. \u201cSelama 30 tahun, selama jalan ini ada, hari ini kita mulai pembangunannya. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan perekonomian meningkat,\u201d ujarnya. Ia menegaskan meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini karena berdampak langsung pada kehidupan dan perekonomian masyarakat. \u201cKami bersama Pak Gubernur menghadapi berbagai tantangan fiskal, termasuk efisiensi anggaran. Namun, pembangunan jalan ini merupakan program prioritas yang alhamdulillah dapat terlaksana,\u201d katanya. Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun. Ia menekankan bahwa kualitas jalan sangat ditentukan tidak hanya oleh proses pembangunan, tetapi juga oleh cara perawatan dan penggunaan setelahnya. Meskipin dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai Desember 2026, Pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,8],"tags":[],"class_list":["post-55738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-layanan-masyarakat","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55740,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55738\/revisions\/55740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}