{"id":55697,"date":"2026-04-05T07:00:29","date_gmt":"2026-04-05T00:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55697"},"modified":"2026-04-05T07:00:29","modified_gmt":"2026-04-05T00:00:29","slug":"gubernur-mirza-tegaskan-jalan-provinsi-mantap-98-di-lampung-tengah-terwujud-tahun-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/04\/05\/gubernur-mirza-tegaskan-jalan-provinsi-mantap-98-di-lampung-tengah-terwujud-tahun-ini\/","title":{"rendered":"Gubernur Mirza Tegaskan Jalan Provinsi Mantap 98% di Lampung Tengah Terwujud Tahun Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Tengah (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen mewujudkan jalan provinsi mantap 98% sebagai bentuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, dia juga menegaskan untuk mewujudkan hal tersebut, strategi yang digunakan Pemerintah Provinsi Lampung adalah tidak hanya membangun jalan, tapi juga melakukan upaya menjaga keberlanjutannya.<\/p>\n<p>Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja intensif Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal ke Kabupaten Lampung Tengah untuk meninjau langsung progres percepatan pembangunan jalan provinsi, Jumat (3\/4\/2026). Dengan pendekatan yang tegas dalam pengawasan, Gubernur Mirza memastikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai standar kualitas tinggi.<\/p>\n<p>Langkah nyata ini dilakukan dengan meninjau proses pengerjaan pembangunan ruas jalan Kalirejo\u2013Bangun Rejo di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas sekaligus membangun pertumbuhan ekonomi warga.<\/p>\n<p>Secara strategis, ruas ini menghubungkan sejumlah jalur penting lainnya, seperti Kalirejo\u2013Padang Ratu, Bangun Rejo\u2013Wates, hingga Kalirejo\u2013Pringsewu.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga tengah mempercepat pembangunan di ruas lain, termasuk penanganan ruas Padang Ratu\u2013Kalirejo dan Padang Ratu\u2013Pekurun Udik. Upaya ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi untuk membangun konektivitas antarwilayah.<\/p>\n<p>Berdasarkan data teknis kegiatan tahun 2026, spesifikasi tiga ruas jalan tersebut yaitu:<\/p>\n<p>Ruas Kalirejo &#8211; Bangunrejo: Penanganan sepanjang 5,53 kilometer dengan perkerasan beton (rigid pavement) senilai Rp 57,75 miliar.<br \/>\nRuas Padang Ratu &#8211; Pekurun Udik: Penanganan sepanjang 3,5 kilometer dengan jenis pekerjaan rigid beton senilai Rp 38,39 miliar.<br \/>\nRuas Padang Ratu &#8211; Kalirejo: Penanganan sepanjang 6,5 kilometer dengan jenis pekerjaan rigid beton senilai Rp 66,69 miliar.<\/p>\n<p>Ketiga ruas tersebut dikenal sebagai jalur vital dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga mobilitas pelajar setiap hari.<\/p>\n<p>Tingginya aktivitas tersebut berbanding lurus dengan kepadatan lalu lintas. Berdasarkan analisis Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), jalur ini dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk truk bermuatan berat, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan jalan.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meninjau langsung detail teknis pengerjaan di lapangan, mulai dari konstruksi jalan, sistem drainase, hingga kesiapan alat berat, serta memastikan perhitungan LHR menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi pembangunan.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Mirza menegaskan pembangunan jalan tahun 2026 dilakukan lebih cepat untuk menjawab harapan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2026 ini kita mulai lebih cepat, di bulan April ini kita sudah lakukan. Ini adalah harapan seluruh masyarakat Lampung selama ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan pembangunan ini menargetkan peningkatan signifikan kemantapan jalan.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun 2025, angka kemantapan jalan berada di level 75%. Melalui percepatan di tahun 2026, kita bangun hampir 200 kilometer jalan untuk mencapai 86% jalan mantap,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Khusus Lampung Tengah, targetnya lebih tinggi. \u201cHari ini kemantapan jalan di Lampung Tengah sudah 89%. Kita targetkan akhir 2026 mencapai 98%,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Namun, Gubernur menekankan bahwa membangun saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya \u201cJaga Jalan\u201d, yaitu upaya bersama untuk memastikan jalan yang telah dibangun tetap awet dan bermanfaat dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan yaitu drainase yang buruk, beban kendaraan berlebih (overload), dan rendahnya kualitas konstruksi.<\/p>\n<p>\u201cAda tiga hal utama yang harus kita pahami bersama, yaitu kualitas jalan, kondisi drainase, dan beban kendaraan. Kalau tiga ini tidak dijaga, jalan akan cepat rusak,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan para pelaksana proyek agar menjaga kualitas konstruksi sebagai fondasi utama. Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat juga diminta menjaga fungsi drainase agar air tidak merusak struktur jalan, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kendaraan overloading.<\/p>\n<p>\u201cJalan ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai baru dibangun, cepat rusak lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gubernur Mirza juga menginstruksikan agar seluruh material konstruksi seperti semen dan batu wajib melalui uji laboratorium untuk memastikan kualitas sesuai standar.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar membangun perekonomian, membangun mobilitas sosial masyarakat, dan membangun peradaban yang lebih maju.<\/p>\n<p>\u201cMari kita bangun sekaligus kita jaga. Karena jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan sistem drainase sebagai bagian dari upaya \u201cjaga jalan\u201d yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita bangun dengan baik dan kita jaga bersama, manfaatnya akan dirasakan jauh lebih lama oleh masyarakat,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah (LB): Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen mewujudkan jalan provinsi mantap 98% sebagai bentuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, dia juga menegaskan untuk mewujudkan hal tersebut, strategi yang digunakan Pemerintah Provinsi Lampung adalah tidak hanya membangun jalan, tapi juga melakukan upaya menjaga keberlanjutannya. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja intensif Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal ke Kabupaten Lampung Tengah untuk meninjau langsung progres percepatan pembangunan jalan provinsi, Jumat (3\/4\/2026). Dengan pendekatan yang tegas dalam pengawasan, Gubernur Mirza memastikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai standar kualitas tinggi. Langkah nyata ini dilakukan dengan meninjau proses pengerjaan pembangunan ruas jalan Kalirejo\u2013Bangun Rejo di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas sekaligus membangun pertumbuhan ekonomi warga. Secara strategis, ruas ini menghubungkan sejumlah jalur penting lainnya, seperti Kalirejo\u2013Padang Ratu, Bangun Rejo\u2013Wates, hingga Kalirejo\u2013Pringsewu. Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga tengah mempercepat pembangunan di ruas lain, termasuk penanganan ruas Padang Ratu\u2013Kalirejo dan Padang Ratu\u2013Pekurun Udik. Upaya ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi untuk membangun konektivitas antarwilayah. Berdasarkan data teknis kegiatan tahun 2026, spesifikasi tiga ruas jalan tersebut yaitu: Ruas Kalirejo &#8211; Bangunrejo: Penanganan sepanjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,8],"tags":[],"class_list":["post-55697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-layanan-masyarakat","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55699,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55697\/revisions\/55699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}