{"id":55479,"date":"2026-03-29T08:43:32","date_gmt":"2026-03-29T01:43:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55479"},"modified":"2026-03-29T08:43:32","modified_gmt":"2026-03-29T01:43:32","slug":"deal-dengan-iran-kapal-malaysia-dan-thailand-bisa-lewati-selat-hormuz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/29\/deal-dengan-iran-kapal-malaysia-dan-thailand-bisa-lewati-selat-hormuz\/","title":{"rendered":"Deal dengan Iran, Kapal Malaysia dan Thailand Bisa Lewati Selat Hormuz"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Thailand, telah mendapat restu Iran melewati Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dari timur tengah.<\/p>\n<p>Dikutip dari Kantor Berita <em>Al Jazeera<\/em>, Minggu (29\/3\/2023), dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Kamis, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah memberikan \u2018izin awal\u2019 bagi kapal-kapal Malaysia untuk melintasi jalur perairan tersebut, yang secara efektif telah ditutup oleh Teheran.<\/p>\n<p>\u201cKami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,\u201d kata Anwar Ibrahim.<\/p>\n<p>Selain Malaysia, menurut laporan Kantor Berita <em>CNA<\/em>, Thailand juga telah mendapat restu Iran untuk berlayar melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengaku telah mencapai kesepakatan izin melintas Selat Hormuz dengan aman.<\/p>\n<p>Diketahui, kapal tanker Thailand terjebak sejak meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,&#8221; demikian disampaikan Anutin, dikutip dari <em>CNA<\/em> pada Minggu (29\/3\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kesepakatan ini, ada keyakinan lebih besar gangguan seperti yang terjadi pada awal Maret tidak akan terulang,&#8221; ucapnya. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Thailand, telah mendapat restu Iran melewati Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dari timur tengah. Dikutip dari Kantor Berita Al Jazeera, Minggu (29\/3\/2023), dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Kamis, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah memberikan \u2018izin awal\u2019 bagi kapal-kapal Malaysia untuk melintasi jalur perairan tersebut, yang secara efektif telah ditutup oleh Teheran. \u201cKami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,\u201d kata Anwar Ibrahim. Selain Malaysia, menurut laporan Kantor Berita CNA, Thailand juga telah mendapat restu Iran untuk berlayar melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengaku telah mencapai kesepakatan izin melintas Selat Hormuz dengan aman. Diketahui, kapal tanker Thailand terjebak sejak meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu. &#8220;Kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,&#8221; demikian disampaikan Anutin, dikutip dari CNA pada Minggu (29\/3\/2026). &#8220;Dengan kesepakatan ini, ada keyakinan lebih besar gangguan seperti yang terjadi pada awal Maret tidak akan terulang,&#8221; ucapnya. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[351],"tags":[],"class_list":["post-55479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55481,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55479\/revisions\/55481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}