{"id":55420,"date":"2026-03-23T13:15:25","date_gmt":"2026-03-23T06:15:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55420"},"modified":"2026-03-23T13:15:25","modified_gmt":"2026-03-23T06:15:25","slug":"lapor-ibu-bupati-ruas-jalan-tanjung-mas-mulia-muara-mas-bak-kubangan-kerbau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/23\/lapor-ibu-bupati-ruas-jalan-tanjung-mas-mulia-muara-mas-bak-kubangan-kerbau\/","title":{"rendered":"Lapor Ibu Bupati, Ruas Jalan Tanjung Mas Mulia &#8211; Muara Mas bak Kubangan Kerbau"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mesuji (LB)<\/strong>: Warga mengeluhkan kondisi ruas jalan Desa Tanjung Mas Mulia &#8211; Muara Asri &#8211; Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji yang kondisinya mengenaskan yang sudah bertahun-tahun rusak parah.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan lampungbarometer.id, Senin (23\/3\/2026), kondisi jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut seperti kubangan kerbau dan sulit untuk dilalui kendaraan roda empat (mini bus).<\/p>\n<p>&#8220;Iya ini sudah lama pak, mungkin sudah 10 tahunan atau lebih. Dulu pernah dibatu jaman Pak Hamami tahun pertama dan sampai sekarang belum pernah diperbaiki,&#8221; ucap salah satu warga, Bani (60).<\/p>\n<p>Dia berharap agar bupati saat ini segera melakukan perbaikan. Sebab menurutnya, ruas jalan ini merupakan ruas jalan utama. &#8220;Ini jalan poros Tanjung Mas Mulia &#8211; Muara Asri &#8211; Muara Mas. Tapi kondisinya parah banget,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Warga lain, Ari mengatakan jika kondisi hujan maka jalan ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. &#8220;Kalau masuk sini jangan sampai ujan, kalau ujan turun kita masih di sini maka tidak bisa keluar,&#8221; ungkap Ari.<\/p>\n<p>Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji memberikan perhatian terhadap warga Desa Muara Mas. &#8220;Kami ini seperti anak tiri, sangat minim perhatian. Semoga Bupati yang sekarang bisa memberi perhatian,&#8221; ucap Ari. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mesuji (LB): Warga mengeluhkan kondisi ruas jalan Desa Tanjung Mas Mulia &#8211; Muara Asri &#8211; Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji yang kondisinya mengenaskan yang sudah bertahun-tahun rusak parah. Berdasarkan pantauan lampungbarometer.id, Senin (23\/3\/2026), kondisi jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut seperti kubangan kerbau dan sulit untuk dilalui kendaraan roda empat (mini bus). &#8220;Iya ini sudah lama pak, mungkin sudah 10 tahunan atau lebih. Dulu pernah dibatu jaman Pak Hamami tahun pertama dan sampai sekarang belum pernah diperbaiki,&#8221; ucap salah satu warga, Bani (60). Dia berharap agar bupati saat ini segera melakukan perbaikan. Sebab menurutnya, ruas jalan ini merupakan ruas jalan utama. &#8220;Ini jalan poros Tanjung Mas Mulia &#8211; Muara Asri &#8211; Muara Mas. Tapi kondisinya parah banget,&#8221; tambahnya. Warga lain, Ari mengatakan jika kondisi hujan maka jalan ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. &#8220;Kalau masuk sini jangan sampai ujan, kalau ujan turun kita masih di sini maka tidak bisa keluar,&#8221; ungkap Ari. Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji memberikan perhatian terhadap warga Desa Muara Mas. &#8220;Kami ini seperti anak tiri, sangat minim perhatian. Semoga Bupati yang sekarang bisa memberi perhatian,&#8221; ucap Ari. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55421,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[343],"tags":[],"class_list":["post-55420","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-mesuji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55420"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55422,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55420\/revisions\/55422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}