{"id":55413,"date":"2026-03-23T08:27:30","date_gmt":"2026-03-23T01:27:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55413"},"modified":"2026-03-23T08:27:30","modified_gmt":"2026-03-23T01:27:30","slug":"veda-ega-cetak-sejarah-orang-indonesia-pertama-naik-podium-moto3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/23\/veda-ega-cetak-sejarah-orang-indonesia-pertama-naik-podium-moto3\/","title":{"rendered":"Veda Ega Cetak Sejarah, Orang Indonesia Pertama Naik Podium Moto3"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil naik podium di balapan motor Moto3. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, Pratama sukses meraih podium ketiga dalam seri yang digelar di Brasil.<\/p>\n<p>&#8220;<em>First<\/em> Indonesia Grand Prix Podium,&#8221; demikian ditulis akun <em>Instagram<\/em> MotoGP.<\/p>\n<p>Veda memulai balapan dari posisi keempat. Dia melakukan start yang bagus dan langsung melesat ke posisi ketiga saat masuk tikungan pertama. Dia terlibat pertarungan sengit namun dia justru ke luar lintasan dan tercecer ke posisi ke-10.<\/p>\n<p>Balapan Moto3 sempat terhenti saat bendera merah dikibarkan pada lap ke-15. Saat <em>red flag<\/em> berkibar, Veda ada di posisi ke-9. Balapan rupanya terus berlanjut sebab belum memenuhi dua pertiga dari jarak belum diselesaikan.<\/p>\n<p>Balapan diulang untuk lima putaran Sprint . Veda mengambil momentum itu untuk bangkit, dan langsung merangsek ke posisi atas dan bertarung dalam perebutan posisi ketiga di lap terakhir. Di akhir balapan Veda sukses meraih podium ketiga di Goiania, sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas Moto3.<\/p>\n<p>&#8220;Luar biasa. Saya melakukan pekerjaan yang sangat baik. Sebelum red flag, saya sempat kesulitan tapi luar biasa bisa finis di podium. Ini adalah pencapaian terbesar saya sekarang. Terima kasih untuk dukungan seluruh masyarakat Indonesia,&#8221; kata Vega dikutip laman Honda Team Asia.<\/p>\n<p>Di laman Instagramnya, Veda mengucap syukur atas pencapaian terbaiknya ini. Dia juga mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang senantiasa diberikan hingga dia bisa mencetak sejarah.<\/p>\n<p>&#8220;P3 Alhamdulillah, sejarah tercipta di Brasil. Terima kasih banyak untuk tim saya atas kerja keras di akhir pekan ini dan untuk semua orang yang selalu mendukung saya. Lebih banyak lagi yang akan datang, Obrigado Brasil! Selanjutnya, Austin,&#8221; tulis Veda. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil naik podium di balapan motor Moto3. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, Pratama sukses meraih podium ketiga dalam seri yang digelar di Brasil. &#8220;First Indonesia Grand Prix Podium,&#8221; demikian ditulis akun Instagram MotoGP. Veda memulai balapan dari posisi keempat. Dia melakukan start yang bagus dan langsung melesat ke posisi ketiga saat masuk tikungan pertama. Dia terlibat pertarungan sengit namun dia justru ke luar lintasan dan tercecer ke posisi ke-10. Balapan Moto3 sempat terhenti saat bendera merah dikibarkan pada lap ke-15. Saat red flag berkibar, Veda ada di posisi ke-9. Balapan rupanya terus berlanjut sebab belum memenuhi dua pertiga dari jarak belum diselesaikan. Balapan diulang untuk lima putaran Sprint . Veda mengambil momentum itu untuk bangkit, dan langsung merangsek ke posisi atas dan bertarung dalam perebutan posisi ketiga di lap terakhir. Di akhir balapan Veda sukses meraih podium ketiga di Goiania, sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas Moto3. &#8220;Luar biasa. Saya melakukan pekerjaan yang sangat baik. Sebelum red flag, saya sempat kesulitan tapi luar biasa bisa finis di podium. Ini adalah pencapaian terbesar saya sekarang. Terima kasih untuk dukungan seluruh masyarakat Indonesia,&#8221; kata Vega dikutip [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55414,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-55413","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55413"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55415,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55413\/revisions\/55415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}