{"id":55386,"date":"2026-03-19T19:17:51","date_gmt":"2026-03-19T12:17:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=55386"},"modified":"2026-03-19T19:17:51","modified_gmt":"2026-03-19T12:17:51","slug":"uin-raden-intan-lampung-dirikan-posko-ramah-pemudik-di-masjid-raya-airan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/19\/uin-raden-intan-lampung-dirikan-posko-ramah-pemudik-di-masjid-raya-airan\/","title":{"rendered":"UIN Raden Intan Lampung Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a>) mendirikan Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan. Posko tersebut diresmikan langsung Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D. bersama jajaran pimpinan, Rabu (18\/03\/2026).<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pendirian Posko Masjid Ramah Pemudik ini merupakan kerja sama antara <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> dengan Masjid Raya Airan.<\/p>\n<p>Rektor menjelaskan program kepedulian terhadap pemudik bukan hal baru, tahun sebelumnya Menteri Agama telah mendorong program serupa di kantor-kantor Kementerian Agama hingga tingkat kecamatan atau KUA.<\/p>\n<p>Namun, tahun ini program tersebut diperluas dengan melibatkan institusi pendidikan keagamaan, tidak hanya perguruan tinggi Islam seperti PTKIN, IAIN, UIN, dan STAIN, tetapi juga perguruan tinggi keagamaan dari berbagai agama di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cGerakan ini juga menyasar lembaga madrasah, pondok pesantren, dan lainnya. Semuanya menunjukkan kepedulian terhadap momentum mudik yang terjadi di tanah air,\u201d ujar Rektor.<\/p>\n<p>Ia menambahkan program mudik bukan hanya menjadi urusan instansi tertentu, tetapi merupakan hajat seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama turut berinisiatif mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya untuk menyukseskan mudik tahun 2026 dan seterusnya.<\/p>\n<p>\u201cSemoga kerja sama antara <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> dan Masjid Raya Airan ini terus berkelanjutan, serta bermanfaat bagi masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap setiap langkah pengabdian yang dilakukan menjadi amal jariyah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Masjid Raya Airan Asrian Hendi Cahya, S.E., M.Si. menjelaskan masjid tersebut memang diarahkan sebagai rest area, tempat peristirahatan sekaligus titik kumpul bantuan bagi pemudik.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah fasilitas sudah kami siapkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung kunjungan Presiden Joko Widodo ke Masjid Raya Airan, di mana Rektor <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> saat itu bertindak sebagai imam. Ke depan, ia berharap <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a> terus hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat secara kelembagaan.<\/p>\n<p>Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a>, Dr. Ali Abdul Wakhid, S.Ag., M.Si., melaporkan Posko Masjid Ramah Pemudik ini berlangsung mulai 18 hingga 27 Maret 2026.<\/p>\n<p>Dia mengatakan Masjid Raya Airan dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program, sebab menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat, termasuk dalam menyambut pemudik.<\/p>\n<p>Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Klinik Pratama <a href=\"https:\/\/www.radenintan.ac.id\">UIN RIL<\/a>, layanan keagamaan, serta berbagai bentuk pelayanan lainnya. Fasilitas yang disediakan antara lain toilet bersih, tempat wudu dan mandi, takjil gratis, layanan kesehatan, tempat istirahat, makanan, pengisian daya telepon genggam, serta pusat informasi serta layanan Penerimaan Mahasiswa Baru.<\/p>\n<p>Selain peresmian, kegiatan juga diisi penyerahan bantuan karpet masjid secara simbolis oleh Rektor, pembagian takjil kepada jamaah, serta peninjauan langsung ke lokasi posko. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mendirikan Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan. Posko tersebut diresmikan langsung Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D. bersama jajaran pimpinan, Rabu (18\/03\/2026). Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pendirian Posko Masjid Ramah Pemudik ini merupakan kerja sama antara UIN RIL dengan Masjid Raya Airan. Rektor menjelaskan program kepedulian terhadap pemudik bukan hal baru, tahun sebelumnya Menteri Agama telah mendorong program serupa di kantor-kantor Kementerian Agama hingga tingkat kecamatan atau KUA. Namun, tahun ini program tersebut diperluas dengan melibatkan institusi pendidikan keagamaan, tidak hanya perguruan tinggi Islam seperti PTKIN, IAIN, UIN, dan STAIN, tetapi juga perguruan tinggi keagamaan dari berbagai agama di Indonesia. \u201cGerakan ini juga menyasar lembaga madrasah, pondok pesantren, dan lainnya. Semuanya menunjukkan kepedulian terhadap momentum mudik yang terjadi di tanah air,\u201d ujar Rektor. Ia menambahkan program mudik bukan hanya menjadi urusan instansi tertentu, tetapi merupakan hajat seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama turut berinisiatif mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya untuk menyukseskan mudik tahun 2026 dan seterusnya. \u201cSemoga kerja sama antara UIN RIL dan Masjid Raya Airan ini terus berkelanjutan, serta bermanfaat bagi masyarakat,\u201d katanya. Ia berharap setiap langkah pengabdian yang dilakukan menjadi amal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":55387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1232],"tags":[],"class_list":["post-55386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-uin-raden-intan-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55388,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55386\/revisions\/55388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}