{"id":54978,"date":"2026-03-01T22:39:49","date_gmt":"2026-03-01T15:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54978"},"modified":"2026-03-01T22:39:49","modified_gmt":"2026-03-01T15:39:49","slug":"willys-lampung-community-bagikan-ratusan-paket-sembako-pada-warga-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/03\/01\/willys-lampung-community-bagikan-ratusan-paket-sembako-pada-warga-bandar-lampung\/","title":{"rendered":"Willys Lampung Community Bagikan Ratusan Paket Sembako Pada Warga Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Willys Lampung Community (WLC) Provinsi Lampung menggelar bakti sosial (Baksos) bagi-bagi paket sembako kepada warga di wilayah Bandar Lampung, Minggu (1\/3\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Umum Willys Lampung Community, Henry Kurniawan Yuza, serta dihadiri jajaran pengurus dan anggota komunitas WLC dilaksanakan di tiga titik.<\/p>\n<p>Titik pertama, yakni di Jl. H. Syarif No. 73, Kelurahan Kalibalau, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung. Dalam sambutannya di sela-sela kegiatan, Henry Kurniawan Yuza menyampaikan aksi sosial ini merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi WLC sejak 2019. Ia menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus hadir di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan bakti sosial di Bulan Suci Ramadan ini merupakan agenda rutin Willys Lampung Community yang telah berjalan konsisten sejak 2019,\u201d ujar Henry.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ketum WLC menjelaskan kegiatan ini memiliki dua dimensi tujuan, yaitu: sebagai wadah bagi para anggota untuk memanfaatkan momentum Ramadhan dalam meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda melalui berbagi kebaikan dan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama anggota WLC maupun keluarga besar komunitas.<\/p>\n<p>\u201cSelain ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota WLC untuk mendulang pahala di Bulan Suci melalui kegiatan berbagi dengan sesama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dia juga mengungkapkan dalam kegiatan ini, WLC menyalurkan sebanyak 110 paket sembako kepada warga penerima manfaat di Kalibalau, Gunung Terang, dan Untung Suropati.<\/p>\n<p>Usai kegiatan bakti sosial, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama di Rumah Makan Rumah Kayu dalam suasana hangat dan akrab. Pada momentum ini, para anggota juga membahas persiapan kegiatan Jambore yang akan datang di Provinsi Lampung. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Willys Lampung Community (WLC) Provinsi Lampung menggelar bakti sosial (Baksos) bagi-bagi paket sembako kepada warga di wilayah Bandar Lampung, Minggu (1\/3\/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Umum Willys Lampung Community, Henry Kurniawan Yuza, serta dihadiri jajaran pengurus dan anggota komunitas WLC dilaksanakan di tiga titik. Titik pertama, yakni di Jl. H. Syarif No. 73, Kelurahan Kalibalau, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung. Dalam sambutannya di sela-sela kegiatan, Henry Kurniawan Yuza menyampaikan aksi sosial ini merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi WLC sejak 2019. Ia menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus hadir di tengah masyarakat. \u201cKegiatan bakti sosial di Bulan Suci Ramadan ini merupakan agenda rutin Willys Lampung Community yang telah berjalan konsisten sejak 2019,\u201d ujar Henry. Lebih lanjut, Ketum WLC menjelaskan kegiatan ini memiliki dua dimensi tujuan, yaitu: sebagai wadah bagi para anggota untuk memanfaatkan momentum Ramadhan dalam meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda melalui berbagi kebaikan dan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama anggota WLC maupun keluarga besar komunitas. \u201cSelain ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota WLC untuk mendulang pahala di Bulan Suci melalui kegiatan berbagi dengan sesama,\u201d tambahnya. Dia juga mengungkapkan dalam kegiatan ini, WLC menyalurkan sebanyak 110 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,16,82],"tags":[],"class_list":["post-54978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-gaya-hidup","category-barometer-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54978"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54980,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54978\/revisions\/54980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}