{"id":54896,"date":"2026-02-23T22:35:13","date_gmt":"2026-02-23T15:35:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54896"},"modified":"2026-02-23T22:35:13","modified_gmt":"2026-02-23T15:35:13","slug":"gubernur-mirza-turun-langsung-tinjau-pemeliharaan-jalan-provinsi-ruas-metro-kota-gajah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/23\/gubernur-mirza-turun-langsung-tinjau-pemeliharaan-jalan-provinsi-ruas-metro-kota-gajah\/","title":{"rendered":"Gubernur Mirza Turun Langsung Tinjau Pemeliharaan Jalan Provinsi Ruas Metro &#8211; Kota Gajah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Metro (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan reaksi cepat pemeliharaan jalan provinsi di ruas Jalan Pattimura, Kota Metro, serta Ruas Metro\u2013Kota Gajah, Senin (23\/2\/2026) untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui masyarakat.<\/p>\n<p>Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan penanganan kerusakan jalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama selama Ramadan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.<\/p>\n<p>Seluruh jalan provinsi yang telah masuk dalam daftar pemeliharaan ditargetkan selesai ditangani sebelum Lebaran.<\/p>\n<p>Di ruas Jalan Pattimura, Gubernur Mirza memastikan perbaikan berupa penutupan lubang dan perataan badan jalan dilaksanakan secara cepat serta sesuai standar teknis. Ia menegaskan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman.<\/p>\n<p>Menurut Gubernur, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan faktor beban kendaraan, tapi juga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Aliran air yang tersumbat bahkan meluap hingga ke badan jalan dinilai menjadi penyebab utama kerusakan.<\/p>\n<div id=\"attachment_54897\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54897\" class=\"wp-image-54897 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/89779.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-54897\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TURUN LANGSUNG<\/strong>. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau pemeliharaan jalan provinsi di ruas Metro &#8211; Kota Gajah, Senin (23\/2\/2026).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u201cDrainase harus dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang dan merusak badan jalan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sementara ini, kita melakukan pemeliharaan jalan sehingga masyarakat dapat melintasi dengan aman dan nyaman,&#8221; Gubernur.<\/p>\n<p>Seusai lebaran, ruas Jalan Pattimura sepanjang 1 kilometer akan dilakukan pembangunan infrastruktur jalan menggunakan metode rigid beton dengan anggaran sekitar Rp10 miliar.<\/p>\n<p>Sementara itu, di ruas Metro\u2013Kota Gajah, Gubernur Mirza meninjau pengerukan saluran air di bahu jalan yang dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mencegah genangan yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan. Selain itu, di ruas jalan tersebut juga akan dilakukan penutupan lubang dan perataan badan jalan.<\/p>\n<p>Gubernur menambahkan, pemeliharaan tersebut merupakan langkah respons cepat untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga selama Ramadhan dan menjelang idul fitri.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Gubernur juga meninjau ruas jalan Bandar Jaya &#8211; Simpang Mandala, Lampung Tengah yang pada 2025 lali sudah dilakukan pembangunan infrastruktur jalan dengan metode rigid beton.<\/p>\n<p>Selain ketiga ruas tersebut, penanganan terpadu juga dilakukan di sejumlah ruas strategis lainnya oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing wilayah, antara lain ruas jalan Kali Rejo\u2013Bangun Rejo, Kotabumi\u2013Bandar Abung, serta ruas jalan Daya Murni\u2013Gunung Batin.<\/p>\n<p>Selain penanganan darurat dan preventif, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program pembangunan infrastruktur pada 62 ruas jalan provinsi yang akan dilaksanakan setelah Lebaran.<\/p>\n<p>Percepatan program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan penanganan ini bersifat pemeliharaan rutin dan darurat, dengan fokus pada penambalan dan perbaikan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.<\/p>\n<p>\u201cUntuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,\u201d ujar Taufiqullah.<\/p>\n<p>Ia menegaskan pekerjaan tersebut berbeda dengan pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sekarang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sementara pembangunan 2026 tetap mengikuti tahapan pengadaan dan akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.<\/p>\n<p>\u201cJadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cPrinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026, itu tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik, sekaligus memastikan program pembangunan jalan pada 2026 berjalan tertib, jelas, dan sesuai ketentuan. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metro (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan reaksi cepat pemeliharaan jalan provinsi di ruas Jalan Pattimura, Kota Metro, serta Ruas Metro\u2013Kota Gajah, Senin (23\/2\/2026) untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui masyarakat. Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan penanganan kerusakan jalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama selama Ramadan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi. Seluruh jalan provinsi yang telah masuk dalam daftar pemeliharaan ditargetkan selesai ditangani sebelum Lebaran. Di ruas Jalan Pattimura, Gubernur Mirza memastikan perbaikan berupa penutupan lubang dan perataan badan jalan dilaksanakan secara cepat serta sesuai standar teknis. Ia menegaskan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman. Menurut Gubernur, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan faktor beban kendaraan, tapi juga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Aliran air yang tersumbat bahkan meluap hingga ke badan jalan dinilai menjadi penyebab utama kerusakan. \u201cDrainase harus dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang dan merusak badan jalan,\u201d ujarnya. &#8220;Untuk sementara ini, kita melakukan pemeliharaan jalan sehingga masyarakat dapat melintasi dengan aman dan nyaman,&#8221; Gubernur. Seusai lebaran, ruas Jalan Pattimura sepanjang 1 kilometer akan dilakukan pembangunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[344,8],"tags":[],"class_list":["post-54896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-metro","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54896"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54899,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54896\/revisions\/54899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}