{"id":54818,"date":"2026-02-20T08:50:39","date_gmt":"2026-02-20T01:50:39","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54818"},"modified":"2026-02-20T23:31:27","modified_gmt":"2026-02-20T16:31:27","slug":"sambut-ramadan-pemprov-lampung-bersama-dpp-lampung-sai-dan-mpal-gelar-tradisi-blangikhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/20\/sambut-ramadan-pemprov-lampung-bersama-dpp-lampung-sai-dan-mpal-gelar-tradisi-blangikhan\/","title":{"rendered":"Sambut Ramadan, Pemprov Lampung bersama DPP Lampung Sai dan MPAL Gelar Tradisi Blangikhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Tengah (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar tradisi masyarakat Lampung Blangikhan di Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (18\/2\/2026).<\/p>\n<p>Tradisi Blangikhan merupakan adat budaya Lampung dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan diawali arak-arakan dari Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah menuju Sesat Agung Nuwo Balak untuk pelaksanaan seremoni, kemudian dilanjutkan arak-arakan menuju lokasi pelaksanaan tradisi Blangikhan.<\/p>\n<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP, unsur pemerintah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan tradisi Blangikhan atau turun mandi menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.<\/p>\n<p>\u201cTradisi Blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,\u201d ujar Wakil Gubernur.<\/p>\n<p>Melalui Blangikhan, jelas Jihan, masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar.<\/p>\n<div id=\"attachment_54821\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54821\" class=\"wp-image-54821 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/67719.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-54821\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>ACARA ADAT BLANGIKHAN<\/strong>. Tampak Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menghadiri acara Blangikhan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u201cBudaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu tumbuh rasa percaya diri, persatuan, dan semangat membangun daerah dengan tetap berakar pada kearifan lokal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jihan berharap momentum Blangikhan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memasuki Ramadan dengan perasaan lebih lapang dan semangat kebersamaan yang semakin erat.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Wagub Jihan juga memaparkan capaian sektor pariwisata Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung saat ini menempati peringkat 10 besar nasional. Oleh sebab itu, dia mendorong agar Blangikhan dapat masuk ke dalam kalender acara nasional Kharisma Event Nusantara guna memperkuat promosi pariwisata Lampung.<\/p>\n<p>\u201cDi Bali ada tradisi Melukat, mandi untuk membersihkan diri, dan itu sudah dikenal luas. Mengapa tidak kita angkat tradisi Blangikhan ini? Saya kira ini salah satu yang bisa dikenal secara nasional bahkan mancanegara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSelamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga kita dapat mengoptimalkan kebaikan di bulan suci ini dengan penuh hikmat. Mohon maaf lahir dan batin,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengapresiasi atas pelestarian budaya yang telah menjadi identitas masyarakat setempat secara turun-temurun.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Blangikhan merupakan tradisi masyarakat Lampung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. &#8220;Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai simbol penyucian diri, baik lahir maupun batin, serta wujud persiapan spiritual dalam menyambut ibadah puasa,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, tradisi Blangikhan memiliki makna mendalam karena tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menilai tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengemasan yang tepat, Blangikhan dapat menjadi atraksi yang inklusif dan menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu mengemas tradisi ini secara lebih optimal agar semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Tradisi ini sangat potensial menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lampung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSemoga tradisi ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan bersama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ketua Umum MPAL, Rycko Menoza SZP, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan berlangsung baik dan lancar berkat dukungan berbagai pihak.<\/p>\n<p>\u201cAcara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan tradisi budaya adat yang berjalan beriringan dengan tradisi keagamaan. Semoga melalui kegiatan seperti ini, Lampung semakin maju, dikenal luas, dan semakin banyak dikunjungi masyarakat dari luar daerah,\u201d ujar Rycko.<\/p>\n<p>Selain menonjolkan nilai sakral penyucian diri menjelang Ramadan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyajikan berbagai kuliner khas Lampung untuk memperkenalkan potensi lokal kepada tamu domestik maupun mancanegara.<\/p>\n<p>Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyampaikan makna tradisi Blangikhan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pembersihan diri, doa keselamatan, dan harapan demi masa depan yang lebih baik selaras dengan nilai budaya adat Lampung.<\/p>\n<p>\u201cTradisi Blangikhan merupakan warisan budaya yang mengatur nilai kearifan lokal, etika, serta filosofi kehidupan masyarakat Lampung. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan, menjaga, dan mewariskan adat istiadat ini kepada generasi muda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Acara ini ditutup dengan prosesi pemandian muli mekhanai oleh Wakil Gubernur Lampung, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah. Prosesi tersebut ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya tradisi Blangikhan. (pim)<\/p>\n<div style=\"width: 840px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-54818-1\" width=\"840\" height=\"560\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lv_0_20260220225821.mp4?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lv_0_20260220225821.mp4\">https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lv_0_20260220225821.mp4<\/a><\/video><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah (LB): Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar tradisi masyarakat Lampung Blangikhan di Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (18\/2\/2026). Tradisi Blangikhan merupakan adat budaya Lampung dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan diawali arak-arakan dari Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah menuju Sesat Agung Nuwo Balak untuk pelaksanaan seremoni, kemudian dilanjutkan arak-arakan menuju lokasi pelaksanaan tradisi Blangikhan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP, unsur pemerintah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan tradisi Blangikhan atau turun mandi menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. \u201cTradisi Blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,\u201d ujar Wakil Gubernur. Melalui Blangikhan, jelas Jihan, masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar. \u201cBudaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,15],"tags":[],"class_list":["post-54818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54818"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54833,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54818\/revisions\/54833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}