{"id":54721,"date":"2026-02-13T07:09:19","date_gmt":"2026-02-13T00:09:19","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54721"},"modified":"2026-02-13T07:10:05","modified_gmt":"2026-02-13T00:10:05","slug":"tottenham-hotspur-pecat-thomas-frank-dari-kursi-pelatih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/13\/tottenham-hotspur-pecat-thomas-frank-dari-kursi-pelatih\/","title":{"rendered":"\u200eTottenham Hotspur Pecat Thomas Frank dari Kursi Pelatih \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Lampungbarometer.id<\/strong> &#8211; Thomas Frank didepak Tottenham Hotspur dari jabatan manajer tim. Pelatih berusia 52 tahun yang didatangkan pada musim panas tahun lalu itu dipecat usai rentetan hasil buruk klub London itu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePemecatan juru taktik asal Denmark tersebut disampaikan langsung akun medsos Tottenham, Rabu (11\/2\/2026) sore WIB menyusul kekalahan The Lilywhite 1-2 dari Newcastle beberapa jam sebelumnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih utama dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,&#8221; sebut pernyataan resmi Tottenham Hotspur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini di musim ini diperlukan.&#8221;<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePrestasi Tottenham Hotspur di bawah asuhan Thomas Frank memang buruk. Spurs cuma menang 13 kali, 10 imbang, dan 15 kali kalah dari 38 pertandingan bersama sang manajer, dan terpuuk di posisi 16 dengan mengumpulkqn 29 poin dari 26 laga dan hanya berjarak 5 angka dari zona degradasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHasil terburuk ditorehkan Frank di Liga Inggris. Tottenham sudah puasa kemenangan dalam 8 laga beruntun, dengan kemenangan terakhir didapat saat menghadapi Crystal Palace (1-0) pada 28 Desember 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOpta mencatat, Thomas Frank hanya mengumpulkan 1.12 poin per laga sebagai manajer Tottenham (29 poin dari 26 laga). Itu adalah jumlah terendah ketimbang manajer-manajer Spurs lainnya yang memimpin lebih dari 5 pertandingan liga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eFrank menjadi manajer ketujuh yang menjadi korban ganasnya persaingan Premier League musim ini. Dia menyusul jejak Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest), Graham Potter (West Ham United), Ange Postecoglu (Nottingham Forest), Vitor Pereira (Wolverhampton Wanderers), Enzo Maresca (Chelsea), dan terbaru Ruben Amorim (Manchester United). (ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampungbarometer.id &#8211; Thomas Frank didepak Tottenham Hotspur dari jabatan manajer tim. Pelatih berusia 52 tahun yang didatangkan pada musim panas tahun lalu itu dipecat usai rentetan hasil buruk klub London itu. \u200e \u200ePemecatan juru taktik asal Denmark tersebut disampaikan langsung akun medsos Tottenham, Rabu (11\/2\/2026) sore WIB menyusul kekalahan The Lilywhite 1-2 dari Newcastle beberapa jam sebelumnya. \u200e \u200e&#8221;Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih utama dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,&#8221; sebut pernyataan resmi Tottenham Hotspur. \u200e \u200e&#8221;Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini di musim ini diperlukan.&#8221; \u200e \u200ePrestasi Tottenham Hotspur di bawah asuhan Thomas Frank memang buruk. Spurs cuma menang 13 kali, 10 imbang, dan 15 kali kalah dari 38 pertandingan bersama sang manajer, dan terpuuk di posisi 16 dengan mengumpulkqn 29 poin dari 26 laga dan hanya berjarak 5 angka dari zona degradasi. \u200e \u200eHasil terburuk ditorehkan Frank di Liga Inggris. Tottenham sudah puasa kemenangan dalam 8 laga beruntun, dengan kemenangan terakhir didapat saat menghadapi Crystal Palace (1-0) pada 28 Desember 2025. \u200e \u200eOpta mencatat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-54721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54721"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54724,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54721\/revisions\/54724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}