{"id":54700,"date":"2026-02-12T10:17:59","date_gmt":"2026-02-12T03:17:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54700"},"modified":"2026-02-12T10:17:59","modified_gmt":"2026-02-12T03:17:59","slug":"satgas-saber-pangan-polres-lamtim-cek-harga-sembako-pastikan-harga-di-bawah-het","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/12\/satgas-saber-pangan-polres-lamtim-cek-harga-sembako-pastikan-harga-di-bawah-het\/","title":{"rendered":"Satgas Saber Pangan Polres Lamtim Cek Harga Sembako Pastikan Harga di Bawah HET"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Timur (LB)<\/strong>: Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan Polres Lampung Timur dipimpin Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Kasatgas Saber Kabupaten Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh, cek harga komoditas pangan di Pasar Tradisional Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (11\/2\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu melibatkan Tim Satgas Saber Bapanas RI Penanggung Jawab Lampung Timur, Dinas Perindag, Dinas Pangan, Dinas Perizinan, Bulog, jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur serta Ditreskrimsus Polda Lampung.<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok dan bahan penting (bapokting), sekaligus mencegah potensi pelanggaran harga di tingkat pedagang.<\/p>\n<p>\u201cHasil pemantauan di Pasar Way Jepara, harga komoditas pangan secara umum masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan barang juga relatif aman,\u201d kata Yuni.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil monitoring, harga beras medium tercatat Rp 12.993 per kilogram, daging ayam ras dijual Rp 35.000\/kilogram, daging sapi Rp 125.000\/kilogram. Untuk komoditas kacang kedelai Rp 11.000 per kilogram, gula konsumsi Rp 17.000\/ kilogram, bawang merah per kilogram Rp 40.000, dan bawang putih Rp 30.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah dijual Rp 51.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp 40.667 per kilogram.<\/p>\n<p>Yuni menjelaskan pengawasan rutin akan terus dilakukan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan nasional, guna menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik penimbunan.<\/p>\n<p>\u201cSatgas akan terus memonitor dan memantau secara berkala. Kami juga mengimbau para pedagang agar tidak menjual bahan pangan melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia menegaskan Polri bersama instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terkendali serta tidak memberatkan masyarakat. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur (LB): Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan Polres Lampung Timur dipimpin Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Kasatgas Saber Kabupaten Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh, cek harga komoditas pangan di Pasar Tradisional Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (11\/2\/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu melibatkan Tim Satgas Saber Bapanas RI Penanggung Jawab Lampung Timur, Dinas Perindag, Dinas Pangan, Dinas Perizinan, Bulog, jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur serta Ditreskrimsus Polda Lampung. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok dan bahan penting (bapokting), sekaligus mencegah potensi pelanggaran harga di tingkat pedagang. \u201cHasil pemantauan di Pasar Way Jepara, harga komoditas pangan secara umum masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan barang juga relatif aman,\u201d kata Yuni. Berdasarkan hasil monitoring, harga beras medium tercatat Rp 12.993 per kilogram, daging ayam ras dijual Rp 35.000\/kilogram, daging sapi Rp 125.000\/kilogram. Untuk komoditas kacang kedelai Rp 11.000 per kilogram, gula konsumsi Rp 17.000\/ kilogram, bawang merah per kilogram Rp 40.000, dan bawang putih Rp 30.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah dijual Rp 51.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp 40.667 per kilogram. Yuni menjelaskan pengawasan rutin akan terus dilakukan, terutama menjelang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243],"tags":[],"class_list":["post-54700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54700"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54700\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54702,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54700\/revisions\/54702"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}