{"id":54671,"date":"2026-02-10T08:14:10","date_gmt":"2026-02-10T01:14:10","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54671"},"modified":"2026-02-10T08:14:10","modified_gmt":"2026-02-10T01:14:10","slug":"jmsi-dan-merdeka-institute-bersinergi-tingkatkan-sdm-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/10\/jmsi-dan-merdeka-institute-bersinergi-tingkatkan-sdm-media\/","title":{"rendered":"\u200eJMSI dan Merdeka Institute Bersinergi Tingkatkan SDM Media \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eSerang (LB)<\/strong>: PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerja sama (Memorandum of Understanding\/MoU) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Kedua lembaga tersebut sepakat bersinergi dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang media melalui pelatihan media, diskusi (workshop, seminar, dan FGD), dan media monitoring.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenandatanganan kerja sama dilakukan di sela-sela peringatan 6 tahun kelahiran JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Momen ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6-9 Februari 2026. Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKomitmen untuk meningkatkan SDM media antara Merdeka Institute dan JMSI itu disaksikan oleh Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JSMI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, para kepala daerah, dan pewakilan dari berbagai institusi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMerdeka Institute adalah lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian _Merdeka_ dan _Rakyat Merdeka_. Berkantor pusat di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Merdeka Institute berfokus pada masalah sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara, JMSI adalah jaringan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. JMSI yang merupakan salah satu konstituen Dewan Pers dan berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu saat ini memiliki sekitar 990 anggota yang terdiri dari perusahaan penerbit media online di Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirektur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar menekankan perlunya meningkatkan kualitas SDM media di tengah disrupsi media massa sebagai imbas dari perkembangan teknologi digital, khususnya dengan hadirnya media sosial. \u201cAwak media harus terus meningkatkan _skill_, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terkena dampak disrupsi media,\u201d ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMerdeka Institute yang diawaki pada jurnalis senior, kata Mulia, memiliki posisi strategis dan berkepentingan untuk turut meningkatkan kualitas SDM media. \u201cSinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua Umum JMSI Teguh Santosa pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah \u201cbanjir\u201d media sosial. Teguh menyitir statemen Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan kondisi media saat ini sedang \u201cbanjir bandang\u201d, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDi saat banjir, semua air keruh dan kotor. Dan, di saat seperti itu, setiap orang tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan bisa menjadi \u201cair bersih\u201d di saat publik sedang dibanjiri media sosial,\u201d ujar Teguh yang juga alumni Harian Rakyat Merdeka dan pendiri kantor berita politik RMOL.ID itu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kesempatan yang sama mengungkapkan pentingnya memperbanyak jurnalis intelek, yakni jurnalis terdidik yang mendasarkan kerja profesionalnya pada kerangka berpikir intelektual.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPara pendiri negeri ini sebagian besar memiliki tradisi menulis dan jurnalis. Dengan tulisannya, mereka mampu memberikan pencerahan bagi bangsanya. Itulah mengapa kita perlu memperbanyak jurnalis intelek yang memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual dan memberi ruang lebih kepada para narasumber dari kalangan intelektual sehingga ruang publik dipenuhi kerangka berpikir yang jernih dan positif,\u201d ujar Dahnil Anzar Simanjuntak. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eSerang (LB): PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerja sama (Memorandum of Understanding\/MoU) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Kedua lembaga tersebut sepakat bersinergi dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang media melalui pelatihan media, diskusi (workshop, seminar, dan FGD), dan media monitoring. \u200e \u200ePenandatanganan kerja sama dilakukan di sela-sela peringatan 6 tahun kelahiran JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Momen ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6-9 Februari 2026. Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman. \u200e \u200eKomitmen untuk meningkatkan SDM media antara Merdeka Institute dan JMSI itu disaksikan oleh Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JSMI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, para kepala daerah, dan pewakilan dari berbagai institusi. \u200e \u200eMerdeka Institute adalah lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian _Merdeka_ dan _Rakyat Merdeka_. Berkantor pusat di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Merdeka Institute berfokus pada masalah sosial, politik, ekonomi, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1229],"tags":[],"class_list":["post-54671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-jmsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54671"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54674,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54671\/revisions\/54674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}