{"id":54651,"date":"2026-02-08T17:39:57","date_gmt":"2026-02-08T10:39:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54651"},"modified":"2026-02-08T17:39:57","modified_gmt":"2026-02-08T10:39:57","slug":"jejak-pengabdian-brigjen-tni-haryantana-dari-lulusan-terbaik-lemhanas-ke-jantung-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/08\/jejak-pengabdian-brigjen-tni-haryantana-dari-lulusan-terbaik-lemhanas-ke-jantung-papua\/","title":{"rendered":"\u200eJejak Pengabdian Brigjen TNI Haryantana: Dari Lulusan Terbaik Lemhanas ke Jantung Papua"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>LANGIT<\/strong> Bumi Ruwa Jurai menjadi saksi tonggak penting dalam perjalanan karier seorang perwira tinggi TNI AD. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Haryantana, S.H., yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tegas, cerdas, dan humanis, resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII\/Cendrawasih, Papua.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara atas kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian Brigjen TNI Haryantana. Wilayah Kodam XVII\/Cenderawasih dikenal memiliki dinamika strategis yang kompleks, baik dari sisi keamanan maupun percepatan pembangunan nasional.<\/p>\n<div id=\"attachment_54653\" style=\"width: 733px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54653\" class=\"wp-image-54653 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260208-WA0511.jpg\" alt=\"\" width=\"723\" height=\"408\" \/><p id=\"caption-attachment-54653\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>BRIGJEN<\/strong> Haryantana saat menerima kunjungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Brigjen TNI Haryantana merupakan merupakan lulusan terbaik Lemhanas RI Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV, sebuah predikat prestisius yang mencerminkan keunggulan intelektual, kepemimpinan visioner, serta pemahaman strategis kebangsaan yang kuat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelama menjabat sebagai Komandan Korem 043\/Garuda Hitam, ia menorehkan berbagai capaian signifikan, khususnya dalam memperkuat pembinaan teritorial. Di bawah kepemimpinannya, Korem 043\/Gatam tampil sebagai satuan yang adaptif, responsif, dan dekat dengan rakyat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePendekatan humanis yang dikedepankan Brigjen TNI Haryantana berhasil memperkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat, sekaligus mendukung stabilitas wilayah dan program. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLANGIT Bumi Ruwa Jurai menjadi saksi tonggak penting dalam perjalanan karier seorang perwira tinggi TNI AD. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Haryantana, S.H., yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tegas, cerdas, dan humanis, resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII\/Cendrawasih, Papua. \u200e \u200ePenugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara atas kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian Brigjen TNI Haryantana. Wilayah Kodam XVII\/Cenderawasih dikenal memiliki dinamika strategis yang kompleks, baik dari sisi keamanan maupun percepatan pembangunan nasional. Brigjen TNI Haryantana merupakan merupakan lulusan terbaik Lemhanas RI Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV, sebuah predikat prestisius yang mencerminkan keunggulan intelektual, kepemimpinan visioner, serta pemahaman strategis kebangsaan yang kuat. \u200e \u200eSelama menjabat sebagai Komandan Korem 043\/Garuda Hitam, ia menorehkan berbagai capaian signifikan, khususnya dalam memperkuat pembinaan teritorial. Di bawah kepemimpinannya, Korem 043\/Gatam tampil sebagai satuan yang adaptif, responsif, dan dekat dengan rakyat. \u200e \u200ePendekatan humanis yang dikedepankan Brigjen TNI Haryantana berhasil memperkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat, sekaligus mendukung stabilitas wilayah dan program. (*)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346],"tags":[],"class_list":["post-54651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-korem-043-garuda-hitam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54651"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54654,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54651\/revisions\/54654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}