{"id":54619,"date":"2026-02-07T07:54:37","date_gmt":"2026-02-07T00:54:37","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54619"},"modified":"2026-03-11T17:56:53","modified_gmt":"2026-03-11T10:56:53","slug":"pemprov-lampung-kementan-dan-ptpn-i-lakukan-groundbreaking-hilirisasi-ayam-terintegrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/07\/pemprov-lampung-kementan-dan-ptpn-i-lakukan-groundbreaking-hilirisasi-ayam-terintegrasi\/","title":{"rendered":"\u200ePemprov Lampung, Kementan dan PTPN I Lakukan Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Menindaklanjuti pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PTPN I melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6\/2\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam Groundbreaking tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSeremoni groundbreaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara daring serentak dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSeperti diketahui, Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara serentak di 6 wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusatenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membahas hilirisasi ayam ini dalam kunjungan Direktur Utama PTPN I. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi Lampung yang menekankan penciptaan nilai tambah.<br \/>\n\u200e\u201cLampung adalah lumbung pangan nasional. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penyedia bahan mentah. Hilirisasi ayam terintegrasi ini adalah langkah nyata untuk memastikan manfaat ekonomi tetap berada di Lampung,\u201d ujar Gubernur Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menilai, penguatan hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam pelaksanaan groundbreaking, Sekdaprov Marindo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menyampaikan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. &#8220;Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi Provinsi Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yaitu pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam beserta cold storage berkapasitas 50 ton, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua. Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSekdaprov Marindo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat perekonomian daerah. &#8220;Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Selain itu, Pemprov Lampung terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa,&#8221; tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSekdaprov Marindo mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dan sinergi agar Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung ketahanan pangan nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan yang sama, Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, menyampaikan bahwa groundbreaking ini dalam rangka mendukung swasembada pangan protein hewani, di mana kegiatan ini untuk seluruh Indonesia ada rencananya di 30 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Lampung. &#8220;Dan untuk tahap pertama ini, kita dialokasikan hilirisasi ayam terintegrasi yaitu di enam provinsi. Jadi, tahap satu ini ada di enam provinsi, yaitu di Provinsi Lampung salah satunya, yang rencananya untuk Provinsi Lampung itu ada di tiga lokasi di lahan PTPN,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Untuk yang disini ada untuk RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan cold storage, kemudian untuk pembangunan pabrik pakan, untuk pengolahan tepung telur dan daging, kemudian juga untuk hatchery di mana untuk DOC (Day Old Chicken) daripada ayam petelur kita,&#8221; tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menilai bahwa Lampung adalah potensial pemasok, baik itu untuk Provinsi Lampung ataupun juga pemasok di Jabodetabek, juga pemasok daripada untuk provinsi-provinsi seputaran bahkan ke Sumatera. &#8220;Jadi Lampung adalah sangat potensial sehingga juga dialokasikan kegiatan tersebut,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirektur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan langkah ini adalah tonggak penting dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdapun nilai investasi dari groundbreaking di Lampung yaitu sekitar Rp600 miliar untuk membangun fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), Cold Storage dan pabrik pakan ditahap pertama, nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri pakan, Hatchery dan Paren Stock untuk layer dan broiler.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIndustri ternak ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton (daging ayam) karkas per tahun untuk memenuhi kebutuhan protein di Sumatera. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Menindaklanjuti pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PTPN I melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6\/2\/2026). \u200e \u200eDalam Groundbreaking tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas. \u200e \u200eSeremoni groundbreaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara daring serentak dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. \u200e \u200eSeperti diketahui, Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara serentak di 6 wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusatenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. \u200e \u200eSebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membahas hilirisasi ayam ini dalam kunjungan Direktur Utama PTPN I. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi Lampung yang menekankan penciptaan nilai tambah. \u200e\u201cLampung adalah lumbung pangan nasional. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penyedia bahan mentah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54620,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-54619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54621,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54619\/revisions\/54621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}