{"id":54578,"date":"2026-02-03T21:57:37","date_gmt":"2026-02-03T14:57:37","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54578"},"modified":"2026-03-11T18:05:52","modified_gmt":"2026-03-11T11:05:52","slug":"bertahun-mangkrak-pemprov-lampung-akan-bangun-ulang-jembatan-way-bungur-demi-keselamatan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/03\/bertahun-mangkrak-pemprov-lampung-akan-bangun-ulang-jembatan-way-bungur-demi-keselamatan-warga\/","title":{"rendered":"\u200eBertahun Mangkrak, Pemprov Lampung Akan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur demi Keselamatan Warga \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung memastikan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, akan dibangun ulang demi keselamatan warga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan keputusan tersebut setelah pemerintah menerima rekomendasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta meninjau langsung kondisi fisik jembatan tersebut yang sudah lama terbengkalai.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Taufiqullah, dari hasil penilaian tersebut diketahui struktur jembatan yang ada tidak memenuhi spesifikasi dan standar kelayakan untuk dilanjutkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSecara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,\u201d ujar Taufiq.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menjelaskan pemerintah memahami dorongan masyarakat yang berharap jembatan penghubung antar desa di Way Bungur segera dapat digunakan. Namun, dia mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah penanganan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKeinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar, tapi jembatan harus benar-benar aman dan layak sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menghubungkan antar desa dan antar kecamatan. Meskipun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap terlibat melalui koordinasi dan pendampingan, termasuk dengan BPJN dan Pemerintah Pusat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePemprov Lampung sebelumnya telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun-tahun berikutnya. Hingga kini, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor pembangunan belum tuntas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Taufiqullah, pembangunan ulang menjadi opsi paling tepat agar jembatan nantinya dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan oleh masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cYang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,\u201d pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiketahui Jembatan Way Bungur mulai dibangun sekitar tahun 2014, kemudian kembali dianggarkan pada beberapa periode berikutnya, termasuk pada 2022. Namun hingga kini jembatan tersebut belum berfungsi, bahkan sebagian strukturnya mulai rusak. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung memastikan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, akan dibangun ulang demi keselamatan warga. \u200e \u200eKepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan keputusan tersebut setelah pemerintah menerima rekomendasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta meninjau langsung kondisi fisik jembatan tersebut yang sudah lama terbengkalai. \u200e \u200eMenurut Taufiqullah, dari hasil penilaian tersebut diketahui struktur jembatan yang ada tidak memenuhi spesifikasi dan standar kelayakan untuk dilanjutkan. \u200e \u200e\u201cSecara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,\u201d ujar Taufiq. \u200e \u200eIa menjelaskan pemerintah memahami dorongan masyarakat yang berharap jembatan penghubung antar desa di Way Bungur segera dapat digunakan. Namun, dia mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah penanganan. \u200e \u200e\u201cKeinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar, tapi jembatan harus benar-benar aman dan layak sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,\u201d katanya. \u200e \u200eJembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menghubungkan antar desa dan antar kecamatan. Meskipun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap terlibat melalui koordinasi dan pendampingan, termasuk dengan BPJN dan Pemerintah Pusat. \u200e [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243,406,8],"tags":[],"class_list":["post-54578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur","category-nasional","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54580,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54578\/revisions\/54580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}