{"id":54550,"date":"2026-02-02T15:07:57","date_gmt":"2026-02-02T08:07:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54550"},"modified":"2026-02-02T15:08:34","modified_gmt":"2026-02-02T08:08:34","slug":"sejumlah-taruna-akpol-selamatkan-remaja-yang-hanyut-di-sungai-tamiang-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/02\/sejumlah-taruna-akpol-selamatkan-remaja-yang-hanyut-di-sungai-tamiang-aceh\/","title":{"rendered":"\u200eSejumlah Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang Aceh \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eAceh (LB)<\/strong>: Seorang remaja bernama Dio Haikal Prayuda (15) berhasil lolos dari maut setelah hanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30\/1\/2026) sore.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKorban diselamatkan sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang bertugas di lokasi untuk kegiatan sosial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBrigadir Kepala Taruna Akpol, Jason Mareno Hutagalung mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para taruna Akpol tengah menuju Masjid Al Ikhsan Kuala Simpang untuk melaksanakan kegiatan trauma healing dan bakti sosial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTiba di lokasi, mereka mendengar teriakan warga meminta pertolongan karena seorang anak hanyut di sungai.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cBegitu mendengar teriakan warga, kami langsung menuju ke arah sungai dan melihat korban sudah hanyut sekitar 20 meter. Kami segera turun dan mengevakuasi korban ke daratan,\u201d ujarnya, Minggu (1\/2\/2026).<\/p>\n<div id=\"attachment_54552\" style=\"width: 1055px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54552\" class=\"wp-image-54552 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA01031.jpg\" alt=\"\" width=\"1045\" height=\"1072\" \/><p id=\"caption-attachment-54552\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>EVAKUASI<\/strong>. Sejumlah Taruna Akpol mengevakuasi remaja yang hanyut di Sungai Tamiang, Aceh Tamiang, Aceh, ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit, Minggu (1\/2\/2026). Beruntung korban bisa diselamatkan.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eSelanjutnya, ujar Jason, korban langsung mendapat pertolongan pertama dan sempat memuntahkan air sungai berwarna cokelat yang tertelan, serta beberapa kali hampir kehilangan kesadaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cFokus kami saat itu menjaga korban tetap sadar. Setelah kondisinya agak stabil, kami langsung membawa korban menggunakan mobil menuju Biddokkes Polda Aceh untuk penanganan awal,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam perjalanan, lanjutnya, korban kembali mengalami dua kali muntah. Para taruna terus memantau kondisi korban sambil berkomunikasi dengan orang tua korban yang turut mendampingi di dalam kendaraan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSetibanya di pos kesehatan Polda Aceh, korban langsung mendapat penanganan awal. Untuk mencegah hipotermia, pakaian korban diganti dengan selimut hangat. Saat ambulans tiba, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang untuk perawatan lebih lanjut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami hanya menjalankan apa yang sudah menjadi nilai dasar kami sebagai calon anggota Polri, yaitu hadir dan membantu masyarakat dalam situasi darurat,\u201d imbuh Jason.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTiba di IGD RSU Aceh Tamiang, korban dilaporkan mulai sadar dan dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSetelah memastikan korban mendapatkan penanganan medis lanjutan, para taruna berpamitan kepada keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal sementara mereka,\u201d tandas putra mantan Dirreskrimum Polda Lampung tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePara Taruna Akpol yang terlibat dalam upaya pertolongan terhadap korban Dio Haikal ini, yaitu: Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggala Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, dan Boni Arga Satyaka Rineksa Sihombing. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eAceh (LB): Seorang remaja bernama Dio Haikal Prayuda (15) berhasil lolos dari maut setelah hanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30\/1\/2026) sore. \u200e \u200eKorban diselamatkan sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang bertugas di lokasi untuk kegiatan sosial. \u200e \u200eBrigadir Kepala Taruna Akpol, Jason Mareno Hutagalung mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para taruna Akpol tengah menuju Masjid Al Ikhsan Kuala Simpang untuk melaksanakan kegiatan trauma healing dan bakti sosial. \u200e \u200eTiba di lokasi, mereka mendengar teriakan warga meminta pertolongan karena seorang anak hanyut di sungai. \u200e \u200e\u201cBegitu mendengar teriakan warga, kami langsung menuju ke arah sungai dan melihat korban sudah hanyut sekitar 20 meter. Kami segera turun dan mengevakuasi korban ke daratan,\u201d ujarnya, Minggu (1\/2\/2026). \u200eSelanjutnya, ujar Jason, korban langsung mendapat pertolongan pertama dan sempat memuntahkan air sungai berwarna cokelat yang tertelan, serta beberapa kali hampir kehilangan kesadaran. \u200e \u200e\u201cFokus kami saat itu menjaga korban tetap sadar. Setelah kondisinya agak stabil, kami langsung membawa korban menggunakan mobil menuju Biddokkes Polda Aceh untuk penanganan awal,\u201d katanya. \u200e \u200eDalam perjalanan, lanjutnya, korban kembali mengalami dua kali muntah. Para taruna terus memantau kondisi korban sambil berkomunikasi dengan orang tua korban yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-54550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54550"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54553,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54550\/revisions\/54553"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}