{"id":54546,"date":"2026-02-02T12:22:23","date_gmt":"2026-02-02T05:22:23","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54546"},"modified":"2026-02-02T12:22:23","modified_gmt":"2026-02-02T05:22:23","slug":"pemprov-lampung-segera-bangun-jembatan-merah-putih-di-sungai-batanghari-way-bungur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/02\/pemprov-lampung-segera-bangun-jembatan-merah-putih-di-sungai-batanghari-way-bungur\/","title":{"rendered":"\u200ePemprov Lampung Segera Bangun Jembatan Merah Putih di Sungai Batanghari Way Bungur \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung segera membangun jembatan penghubung Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur sebagai solusi akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI\/Radin Intan sebagai bagian dari penanganan cepat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan yang cepat dan terukur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cAlhamdulillah saat ini sudah diprioritaskan lewat jembatan Merah Putih. Pak Gub langsung yang meminta ke Pangdam,\u201d kata Taufiqullah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menjelaskan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 70 miliar agar jembatan benar-benar memenuhi standar keselamatan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cAnggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKondisi itu, urai Taufiq, menggugah hati Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat. Sejak awal gubernur menjabat, ucapnya, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar penanganan jembatan dapat dibantu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenindaklanjuti hal itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi. Hasil survei menyimpulkan jembatan tidak memungkinkan diperbaiki sebagian. Sebab, resiko longsor dan faktor keselamatan membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak sehingga solusi yang direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cBerbagai upaya sudah dilakukan Pak Gubernur sejak menjabat. Alhamdulillah Jembatan Merah Putih ini akan jadi solusi, semester pertama 2026 ini selesai.&#8221;<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOleh sebab itu, dia meminta masyarakat sabar menanti proses pembangunan yang sedang berjalan. \u201cIni sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,\u201d tutupnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung segera membangun jembatan penghubung Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur sebagai solusi akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit. \u200e \u200eKepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI\/Radin Intan sebagai bagian dari penanganan cepat. \u200e \u200eMenurutnya keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan yang cepat dan terukur. \u200e \u200e\u201cAlhamdulillah saat ini sudah diprioritaskan lewat jembatan Merah Putih. Pak Gub langsung yang meminta ke Pangdam,\u201d kata Taufiqullah. \u200e \u200eIa menjelaskan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 70 miliar agar jembatan benar-benar memenuhi standar keselamatan. \u200e \u200eLebih lanjut dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri. \u200e \u200e\u201cAnggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,\u201d ucapnya. \u200e \u200eKondisi itu, urai Taufiq, menggugah hati Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-54546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54546"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54549,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546\/revisions\/54549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}