{"id":54540,"date":"2026-02-02T10:31:52","date_gmt":"2026-02-02T03:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54540"},"modified":"2026-02-02T10:31:52","modified_gmt":"2026-02-02T03:31:52","slug":"polda-lampung-bagikan-tips-aman-berkendara-jarak-jauh-di-cuaca-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/02\/polda-lampung-bagikan-tips-aman-berkendara-jarak-jauh-di-cuaca-buruk\/","title":{"rendered":"Polda Lampung Bagikan Tips Aman Berkendara Jarak Jauh di Cuaca Buruk \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca buruk masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Lampung. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi siang hingga malam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara kendaraan, terutama bagi warga yang tetap harus berkendara perjalanan antarkota.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenindaklanjuti peringatan tersebut, Polda Lampung mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan perjalanan saat cuaca memburuk.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menekankan pentingnya kesiapan mental dan kewaspadaan membaca kondisi jalan sebelum berangkat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cCuaca bisa berubah cepat. Pengendara diminta menunda perjalanan bila hujan lebat disertai angin kencang, terutama untuk rute luar kota yang minim penerangan,\u201d ujar Yuyun, Minggu (1\/2\/226).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebelum berkendara, kepolisian meminta pengemudi memastikan kondisi kendaraan laik jalan. Pemeriksaan ban, rem, wiper, lampu, hingga bahan bakar dinilai krusial karena hujan membuat permukaan jalan licin dan jarak pandang menurun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eYuyun menilai insiden dapat terjadi karena kendaraan tidak siap menghadapi kondisi ekstrem.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPastikan ban tidak gundul, rem berfungsi baik, lampu menyala optimal, dan wiper bekerja normal. Kendaraan yang prima membantu pengemudi mengantisipasi kondisi darurat di tengah hujan,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi perjalanan, pengendara roda dua dan roda empat diminta menyesuaikan cara berkendara. Kepolisian mengingatkan bahaya aquaplaning pada mobil serta risiko tergelincir pada motor ketika melintasi genangan. Yuyun juga mengimbau pengemudi menjaga kecepatan dan jarak aman, serta menghindari manuver mendadak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan hindari pengereman mendadak di jalan licin. Bila jarak pandang turun drastis, menepi di tempat aman lebih baik daripada memaksakan laju,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk pengendara motor, penggunaan jas hujan yang aman dan tidak mengganggu keseimbangan juga ditekankan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, pengendara diimbau menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang. Menurut Yuyun, keselamatan pribadi harus menjadi prioritas di atas kecepatan tiba di tujuan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cGunakan jas hujan yang tidak mengganggu kendali, hindari berteduh di bawah pohon, dan segera laporkan bila menemukan kondisi berbahaya di jalan. Keselamatan harus diutamakan,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePolda Lampung juga mengimbau warga yang hendak bepergian jauh agar merencanakan rute, memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, serta memberi tahu keluarga terkait estimasi perjalanan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePengemudi disarankan membawa perlengkapan darurat seperti segitiga pengaman, senter, obat-obatan pribadi, serta mengisi penuh bahan bakar sebelum melintas di jalur minim SPBU.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePolda Lampung bersama jajaran Polres dan Polresta juga menyiagakan personel di titik-titik rawan genangan dan pohon tumbang untuk membantu kelancaran arus lalu lintas selama cuaca buruk. Masyarakat diminta segera melapor jika menemui hambatan di jalan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. (*\/San)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca buruk masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Lampung. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi siang hingga malam. \u200e \u200eKondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara kendaraan, terutama bagi warga yang tetap harus berkendara perjalanan antarkota. \u200e \u200eMenindaklanjuti peringatan tersebut, Polda Lampung mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan perjalanan saat cuaca memburuk. \u200e \u200eKabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menekankan pentingnya kesiapan mental dan kewaspadaan membaca kondisi jalan sebelum berangkat. \u200e \u200e\u201cCuaca bisa berubah cepat. Pengendara diminta menunda perjalanan bila hujan lebat disertai angin kencang, terutama untuk rute luar kota yang minim penerangan,\u201d ujar Yuyun, Minggu (1\/2\/226). \u200e \u200eSebelum berkendara, kepolisian meminta pengemudi memastikan kondisi kendaraan laik jalan. Pemeriksaan ban, rem, wiper, lampu, hingga bahan bakar dinilai krusial karena hujan membuat permukaan jalan licin dan jarak pandang menurun. \u200e \u200eYuyun menilai insiden dapat terjadi karena kendaraan tidak siap menghadapi kondisi ekstrem. \u200e \u200e\u201cPastikan ban tidak gundul, rem berfungsi baik, lampu menyala optimal, dan wiper bekerja normal. Kendaraan yang prima membantu pengemudi mengantisipasi kondisi darurat di tengah hujan,\u201d katanya. \u200e \u200eDi perjalanan, pengendara roda dua dan roda empat diminta menyesuaikan cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54541,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,348],"tags":[],"class_list":["post-54540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-layanan-masyarakat","category-barometer-polda-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54540"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54542,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54540\/revisions\/54542"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}