{"id":54522,"date":"2026-02-01T21:09:49","date_gmt":"2026-02-01T14:09:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54522"},"modified":"2026-02-01T21:11:14","modified_gmt":"2026-02-01T14:11:14","slug":"kenalkan-konsep-green-school-mahasiswa-kkn-plp-fkip-unila-dan-dlh-kota-metro-gelar-workshop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/02\/01\/kenalkan-konsep-green-school-mahasiswa-kkn-plp-fkip-unila-dan-dlh-kota-metro-gelar-workshop\/","title":{"rendered":"\u200eKenalkan Konsep Green School, Mahasiswa KKN-PLP FKIP Unila dan DLH Kota Metro Gelar Workshop \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eMetro (LB)<\/strong>: Mahasiswa KKN-PLP FKIP Universitas Lampung Berdampak di SD Cahaya Bangsa Metro menggelar Workshop Green School sebagai langkah awal pelaksanaan program kerja dengan tema lingkungan hidup, Selasa (27\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenghadirkan Yerri Noer Kartiko, S.T., M.T. dan Arivanda Jaya, S.KM., M.Ec.<br \/>\n\u200edari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro sebagai narasumber, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan pihak sekolah mengenai konsep Green School serta pemilihan tanaman yang sesuai untuk lingkungan sekolah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTanaman yang direkomendasikan adalah tanaman yang tidak berduri, tidak mengundang serangga, mudah dirawat, serta tidak mudah rontok sehingga aman bagi peserta didik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDosen Pembimbing Lapangan, Siska Mega Diana, M.Pd., mengatakan konsep dari program kerja ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang bersih dan berkelanjutan serta memahami prinsip dasar dalam memilih tanaman yang tepat, sehingga program penghijauan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan tujuan SDGs 11 dan 12.<\/p>\n<div id=\"attachment_54525\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54525\" class=\"wp-image-54525 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0096.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><p id=\"caption-attachment-54525\" class=\"wp-caption-text\"><em>PARA Narasumber dan mahasiswa KKN-PLP FKIP Unila foto bersama, usai kegiatan Workshop Green School di SD Cahaya Bangsa Metro, Selasa (26\/1\/2026).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e\u201cSekolah juga dapat dijadikan sebagai ruang pembelajaran hidup yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan perilaku ramah lingkungan sejak dini,\u201d ujarnya kepada <strong><em>lampungbarometer.id<\/em><\/strong>, Minggu (1\/2\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKoordinator Sekolah KKN-PLP Yosomulyo 2, Daffa Maulana, mengatakan program penghijauan difokuskan pada penambahan tanaman di area lantai 2 dan 3 sekolah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDPL kami membimbing agar kami berdiskusi dengan pihak sekolah serta berkonsultasi dengan DLH agar tanaman yang dipilih sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebelumnya, mahasiswa bersama pihak sekolah juga meninjau rencana penanaman rumput di area depan Grade 1. Namun setelah dilakukan pengecekan lapangan bersama narasumber, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena kondisi lahan merupakan bekas pembangunan dan masih mengandung lapisan semen.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Kepala SD Cahaya Bangsa Metro Afrida Astuti, S.Pd., Gr. menyambut positif program kerja mahasiswa KKN-PLP Yosomulyo 2 FKIP Unila Berdampak dan mengapresiasi kolaborasi yang telah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Workshop Green School yang digagas mahasiswa KKN FKIP Unila Berdampak ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih asri,&#8221; kata Afrida. (*\/Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eMetro (LB): Mahasiswa KKN-PLP FKIP Universitas Lampung Berdampak di SD Cahaya Bangsa Metro menggelar Workshop Green School sebagai langkah awal pelaksanaan program kerja dengan tema lingkungan hidup, Selasa (27\/1\/2026). \u200e \u200eMenghadirkan Yerri Noer Kartiko, S.T., M.T. dan Arivanda Jaya, S.KM., M.Ec. \u200edari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro sebagai narasumber, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan pihak sekolah mengenai konsep Green School serta pemilihan tanaman yang sesuai untuk lingkungan sekolah. \u200e \u200eTanaman yang direkomendasikan adalah tanaman yang tidak berduri, tidak mengundang serangga, mudah dirawat, serta tidak mudah rontok sehingga aman bagi peserta didik. \u200e \u200eDosen Pembimbing Lapangan, Siska Mega Diana, M.Pd., mengatakan konsep dari program kerja ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang bersih dan berkelanjutan serta memahami prinsip dasar dalam memilih tanaman yang tepat, sehingga program penghijauan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan tujuan SDGs 11 dan 12. \u200e\u201cSekolah juga dapat dijadikan sebagai ruang pembelajaran hidup yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan perilaku ramah lingkungan sejak dini,\u201d ujarnya kepada lampungbarometer.id, Minggu (1\/2\/2026). \u200e \u200eKoordinator Sekolah KKN-PLP Yosomulyo 2, Daffa Maulana, mengatakan program penghijauan difokuskan pada penambahan tanaman di area lantai 2 dan 3 sekolah. \u200e \u200e\u201cDPL kami membimbing agar kami berdiskusi dengan pihak sekolah serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54524,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[344,11],"tags":[],"class_list":["post-54522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-metro","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54522"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54528,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54522\/revisions\/54528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}