{"id":54417,"date":"2026-01-27T11:28:47","date_gmt":"2026-01-27T04:28:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54417"},"modified":"2026-01-27T11:28:47","modified_gmt":"2026-01-27T04:28:47","slug":"ketua-tp-pkk-provinsi-lampung-panen-anggur-dan-melon-di-pkk-agro-park","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/27\/ketua-tp-pkk-provinsi-lampung-panen-anggur-dan-melon-di-pkk-agro-park\/","title":{"rendered":"\u200eKetua TP PKK Provinsi Lampung Panen Anggur dan Melon di PKK Agro Park \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari panen buah anggur dan melon di kebun PKK Agro Park, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini sekaligus menjadi pesan bagi masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri yang bernilai ekonomis tinggi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari mengapresiasi kualitas hasil budi daya yang dinilainya sangat baik dan menarik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Warna anggurnya sangat eye catching. Panen sore ini merupakan varian Andrew yang merupakan periode panen terakhir sebelum kita mulai kembali siklus tanam Mei mendatang,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDari hasil panen kali ini, tercatat sebanyak 8,5 kg anggur berkualitas berhasil dikumpulkan dengan nilai jual mencapai Rp100.000 per kilogram.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain anggur, TP. PKK Provinsi Lampung juga merampungkan panen melon periode keempat dengan total berat 7,6 kg yang dibanderol seharga Rp35.000 per kilogram.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePurnama Wulan Sari menegaskan PKK Agro Park merupakan proyek percontohan yang diharapkan mampu memotivasi para ibu rumah tangga dan masyarakat luas untuk mulai menanam kebutuhan pokok secara mandiri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Agro Park ini kita desain untuk menanam buah dan sayur yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Kami mengundang masyarakat untuk datang dan melihat, bahwa jika dikelola dengan baik, lahan terbatas pun bisa menghasilkan produk pertanian yang luar biasa,&#8221; ujarnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari panen buah anggur dan melon di kebun PKK Agro Park, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26\/1\/2026). \u200e \u200eKegiatan ini sekaligus menjadi pesan bagi masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri yang bernilai ekonomis tinggi. \u200e \u200eDalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari mengapresiasi kualitas hasil budi daya yang dinilainya sangat baik dan menarik. \u200e \u200e&#8221;Warna anggurnya sangat eye catching. Panen sore ini merupakan varian Andrew yang merupakan periode panen terakhir sebelum kita mulai kembali siklus tanam Mei mendatang,&#8221; jelasnya. \u200e \u200eDari hasil panen kali ini, tercatat sebanyak 8,5 kg anggur berkualitas berhasil dikumpulkan dengan nilai jual mencapai Rp100.000 per kilogram. \u200e \u200eSelain anggur, TP. PKK Provinsi Lampung juga merampungkan panen melon periode keempat dengan total berat 7,6 kg yang dibanderol seharga Rp35.000 per kilogram. \u200e \u200ePurnama Wulan Sari menegaskan PKK Agro Park merupakan proyek percontohan yang diharapkan mampu memotivasi para ibu rumah tangga dan masyarakat luas untuk mulai menanam kebutuhan pokok secara mandiri. \u200e \u200e&#8221;Agro Park ini kita desain untuk menanam buah dan sayur yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Kami mengundang masyarakat untuk datang dan melihat, bahwa jika dikelola dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,2],"tags":[],"class_list":["post-54417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-pertanian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54419,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54417\/revisions\/54419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}