{"id":54394,"date":"2026-01-26T05:33:36","date_gmt":"2026-01-25T22:33:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54394"},"modified":"2026-01-26T05:33:36","modified_gmt":"2026-01-25T22:33:36","slug":"drama-lima-gol-mu-tekuk-arsenal-di-etihad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/26\/drama-lima-gol-mu-tekuk-arsenal-di-etihad\/","title":{"rendered":"\u200eDrama Lima Gol, MU Tekuk Arsenal di Etihad \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Lampungbarometer.id<\/strong> &#8211; Drama lima gol tercipta dalam laga Arsenal versus Manchester United di Etihad Stadium. Setan Merah menang 3-2, gol Matheus Cunha memastikan MU pulang dengan tiga angka.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerlaga pada laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (25\/1\/2026), Meriam London unggul lebih dulu akibat Lisandro Martinez bunuh diri di menit ke-29.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMU bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Bryan Mbuemo di menit ke-37. Skor 1-1 menutup babak pertama.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSetan Merah comeback selepas jeda usai Patrick Dorgu mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-50. Mikel Merino menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-84.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNamun gol Matheus Cunha tiga menit berselang memastikan kemenangan MU dengan skor 3-2.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemenangan ini membawa MU ke posisi keempat dengan 47 poin. Arsenal tetap di puncak dengan 50 angka terpaut empat poin dari Manchester City di urutan kedua.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIni menjadi oemenangan pertama United di Stadion Emirates sejak Desember 2017, melanjutkan awal yang mengesankan Michael Carrick sebagai pelatih sementara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang belum mengangkat trofi sejak Piala FA 2020, dan Arsenal, yang belum memenangkan gelar dalam 22 tahun, kekalahan ini menjadi ujian mental bayang-bayang kegagalan meraih gelar dalam setelah menyia-nyiakan keunggulan signifikan di puncak klasemen dalam perebutan gelar sebelumnya. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampungbarometer.id &#8211; Drama lima gol tercipta dalam laga Arsenal versus Manchester United di Etihad Stadium. Setan Merah menang 3-2, gol Matheus Cunha memastikan MU pulang dengan tiga angka. \u200e \u200eBerlaga pada laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (25\/1\/2026), Meriam London unggul lebih dulu akibat Lisandro Martinez bunuh diri di menit ke-29. \u200e \u200eMU bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Bryan Mbuemo di menit ke-37. Skor 1-1 menutup babak pertama. \u200e \u200eSetan Merah comeback selepas jeda usai Patrick Dorgu mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-50. Mikel Merino menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-84. \u200e \u200eNamun gol Matheus Cunha tiga menit berselang memastikan kemenangan MU dengan skor 3-2. \u200e \u200eKemenangan ini membawa MU ke posisi keempat dengan 47 poin. Arsenal tetap di puncak dengan 50 angka terpaut empat poin dari Manchester City di urutan kedua. \u200e \u200eIni menjadi oemenangan pertama United di Stadion Emirates sejak Desember 2017, melanjutkan awal yang mengesankan Michael Carrick sebagai pelatih sementara. \u200e \u200eBagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang belum mengangkat trofi sejak Piala FA 2020, dan Arsenal, yang belum memenangkan gelar dalam 22 tahun, kekalahan ini menjadi ujian mental bayang-bayang kegagalan meraih gelar dalam setelah menyia-nyiakan keunggulan signifikan di puncak klasemen dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-54394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54396,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54394\/revisions\/54396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}